Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Wednesday, October 4, 2017

Subhanallah.... Dahsyatnya Surah Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah dinamakan juga surat Al-Kafiyatu As-Syafiyah, Al-Kafiyah yang berarti pencukup dan As-Syafiah yang berarti penyembuhan, maka di dalam surat tersebut ada penyembuh untuk berbagai macam penyakit hati maupun badan.

1. Penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain-lain dapat disembuhkan dengan Al-Fatihah.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan[1],

Sering aku mendengar Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: "Iyya-Ka na’budu, yang berarti Kepada-Mu lah kami menyembah, merupakan obat dari penyakit riya’, dan Iyya-Ka nasta’in yang berarti Kepada-Mu lah kami meminta pertolongan merupakan obat dari penyakit kesombongan. Maka Iyya-Ka na’budu dapat menghilangkan penyakit-penyakit hati, dengan mengingatkan seorang hamba akan kedudukan ikhals yang merupakan semulia-mulianya kedudukan, dan Iyya-Ka nasta’in menyadarkan seorang hamba akan kefakiran dan kebutuhannya terhadap pertolongan Allah.

Seperti dalam firman-Nya Allah mengatakan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاء إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Wahai sekalian manusia kalian ini fakir (butuh) kepada Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Fatir:15).

2. Al-Fatihah untuk penyakit badan, terdapat sebuah hadits dari sahabat Abu Said Al-Khudriy,

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَ سًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ
بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ

Bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantasberkata kepada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bias meruqyah karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar kampung tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Maka pembesar kampung itupun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya, -dan disebutkan- ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kisahnya tadi kepada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bias tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?” Beliaupun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

مكثت بمكة مدة تعتريني أدواء، و لا أجد طبيبا، فكنت أعالج نفسي بالفاتحة، فأرى لها تأثيرا عجيبا، فكنت أصف ذلك لمن يشتكي ألما، و كان كثيرمنهم يبرأ سريعا.2

Aku pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu aku jatuh sakit, aku tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan membaca surat Al-Fatihah, dan aku dapati perubahan yang sangat menakjubkan, sejak saat itu aku sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca Al-Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.”

Perlu diperhatikan, membaca Al-Fatihah untuk menyembuhkan juga harus diiringi dengan rasa percaya dan yakin kepada Allah, jika telah bersatu rasa kepercayaan serta keyakinan kepada Allah, maka bacaan Al-Fatihah akan benar-benar memberikannya kesembuhan.

Referensi:

Kitab Min Hidayat Suratil Fatihah, karya Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr.

[1] Madarijus Salikin

[2] Ad-Daa wa Ad-Dawa, Jawabul Kafi
loading...

Tuesday, October 3, 2017

[Fiqh]: Wajibkah Menempelkan Hidung Ke Lantai Saat Sujud?

Tentang menempelkan hidung saat sujud, ada beragam pandangan walau zhahirnya menunjukkan wajib.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah menjelaskan:

فقد اختلف العلماء في حكم وضع الأنف على الأرض أثناء السجود:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum meletakkan hidup ke tanah saat Sujud:

-فذهب الشافعي وهو رواية عن مالك ورواية عن أحمد إلى عدم الوجوب.

Imam Asy Syafi'iy, salah satu riwayat dari Imam Malik, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, mengatakan itu TIDAK WAJIB.

-وذهب ابن جبير و النخعي و إسحاق وهو رواية عن مالك ورواية عن أحمد إلى الوجوب.

Ibnu Jubeir, An Nakha'i, Ishaq, dan salah satu riwayat dari Imam Malik, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, bahwa itu WAJIB

-وذهب أبو حنيفة إلى أن الواجب هو أن يضع جبهته أو أنفه على الأرض.

Abu Hanifah mengatakan wajibnya itu meletakkan dahi atau hidung di atas tanah.

والظاهر هو الوجوب، لحديث ابن عباس في الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " أمرت أن أسجد على سبعة أعظم: الجبهة وأشار إلى أنفه، واليدين، والركبتين، وأطراف القدمين " 

Namun, secara zhahirnya menunjukkan wajib, berdasarkan hadits dalam Shahihain, dari Ibnu Abbas _Radhiyallahu 'Anhuma_ bahwa Nabi _Shallallahu 'Alaihi wa Sallam_ bersabda:

Aku diperintah bersujud di atas 7 tulang: _dahi dan beliau mengisyaratkan ke hidungnya, dua tangan, dua lutut, dan ujung dua telapak kaki._

والأمر يقتضي الوجوب. وقد قال صلى الله عليه وسلم: " صلوا كما رأيتموني أصلي " رواه البخاري
والله أعلم. 
Dan perintah konsekuensinya adalah menunjukkan wajib. Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: _Shalatlah kami seperti melihat aku shalat._ (HR. Bukhari).

Wallahu A'lam 

*(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, no. 15023)*

*Kemudian .., apakah batal jika tidak menyentuh tanah? Tidak, shalatnya tetap sah menurut 4 madzhab.*

Berikut ini keterangannya:

وأما من سجد ووضع جزءًا من جبهته على الأرض، ولم يلامس أنفه الأرض؛ فصلاته صحيحة في المعتمد من قول المذاهب الأربعة، ولكنها ليست على السنة الكاملة. يقول الخطيب الشربيني: "يكفي وضع جزء من كل واحد من هذه الأعضاء كالجبهة

Ada pun orang yg sujud dengan meletakkan bagian dahinya di tanah tanpa meletakan hidungnya di tanah, maka shalatnya SAH menurut pendapat mu'tamad (resmi) EMPAT MADZHAB, tapi itu bukanlah di atas sunnah yang sempurna. Khathib Asy Syarbini mengatakan: _"Sudah cukup meletakkan bagian dari tiap-tiap salah satu anggota sujud itu sepeti dahi."_ *(Mughni Muhtaj, 1/372, Fathul Qadir,  1/300, Mawaahib Al Jalil, 1/520, Kasysyaaf Al Qinaa', 1/352)*

Demikian. Wallahu a'lam
loading...

Bagaimanakah Suara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam?

Seperti apakah gerangan suara baginda Rasulullah Saw?

Bila dibaca dalam hadits-hadits yang shahih, kita dapat mengetahui bahwa suara Rasulullah Saw sangatlah indah.

Sahabat beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:

مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيّاً إِلَّا حَسَنَ الْوَجْهِ، حَسَنَ الصَّوْتِ، وَكَاَن نَبِيُّكُمْ أَحْسَنَهُمْ وَجْهاً، وَأَحْسَنَهُمْ صَوْتاً.

"Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali tampan parasnya bagus suaranya. Dan Nabi kalian adalah yang paling tampan parasnya dan paling indah suaranya". (HR Turmudzi dalam Syamail)

Keindahan rupa dan suara Nabi SAW menunjukkan indahnya batin beliau SAW. Sebab zahir adalah tanda batin. Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi SAW lebih tampan dari Nabi Yusuf AS dan lebih indah suaranya dari Nabi Dawud AS.

Mengenai suara beliau yang indah, Sahabat Barra' bin 'Azib mengatakan:

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ فِي الْعِشَاءِ وَمَا سَمِعْتُ أَحَدًا أَحْسَنَ صَوْتًا مِنْهُ أَوْ قِرَاءَةً

"Aku mendengar Nabi SAW membaca Surat at Tin di dalam Shalat Isya. Dan aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih indah suaranya dari Beliau". (HR Bukhari-Muslim)

Suara Nabi SAW keras sehingga dapat menjangkau apa yang tidak dapat dijangkau suara orang lain. Sahabat Barra' RA mengatakan:

خَطَبَنَا رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَسْمَعَ الْعَوَاتِقَ فِي خُدُورِهِنّ.

"Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami sampai-sampai para gadis pingitan dapat mendengarnya di dalam pingitan mereka". (HR Baihaq dalam Dalail)

💖رسول الله.ﷺ‎
صلوا على النبي محمد ﷺ
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى َﺳَﻴّﺪﻧَﺂ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ
loading...

Monday, October 2, 2017

[Inspirasi] ALTRUISM vs SELFISH

Mengapa Google Menjadi Tempat Kerja Paling Membahagiakan? Ini salah satu rahasianya.

Gajinya besar, makan besar hingga cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, disediakan berbagai sarana olahraga dan games, desain kantornya keren banyak spot selfie.

Semua Itu memang bikin asyik kerja di google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Chad Meng, salah seorang insinyur, salah seorang assabiquunal awwaluun di Google (dia karyawan no 107) adalah otak yang merancang sebuah program utk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan google namanya Search Inside Yourself.

Programnya banyak dan unik-unik. Tapi saya mau share satu aja yang menurut saya simple tapi sangat mengena, to the point...!


Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati "Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia, Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia,".

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang.

Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar pada selasa malam. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini:

"I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and tuesday was my happiest day in 7 years."

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dlm hati?

Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita.

Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.

Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa setelah sholat untuk tetangga yang lagi susah, tukang mie tek tek yang malam2 lewat, atau petugas PLN yang ngecek meteran.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.
Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).
Makanya orang yang paling bahagia itu adalah Rasulullah. Hidupnya hanya untuk kebahagiaan orang lain. Doa doa dan harapannya untuk umatnya.

Bahkan kata terakhir adalah Ummatii...

Dan Rasul juga pernah kasih satu resep kebahagiaan yang mungkin Chad Meng terinspirasi dari sini:

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (saudara seislam [ukhuwah islamiyah], saudara sesama manusia [ukhuwah basyariyah]) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).

Ttg Chad Meng dikutip dari Tools of Titans karya Tim Ferris.

Semoga mendorong kita untuk menjadi orang yang tidak  hanya memikirkan dirinya sendiri

Semoga Allah ta' ala memberikan kita kesempurnaan iman

Robbanaa atmimlanaa nuuranaa waghfirlanaa innaka alaa kulli syai'in qadiir........ at Tahrim ayat 8)

Ya Rabb ya tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami. Sesungguhnya ENGKAU Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Aamiin yaa Robbal' alamiin

Sumber: Copas WA
loading...

Sunday, October 1, 2017

Kamu Akan Kecanduan Istighfar Setelah Baca Kisah Ini... Insya Allah

Alkisah, seorang laki=laki pernah datang kepada Imam al-Hasan al-Basri rahimahullah dan mengeluh kepadanya :
 "Langit tidak mengguyur kita dengan hujan."
Sang Imam menjawab:
"Mohonlah ampunan Allah (yaitu mengucapkan أستغفر ألله)"

Kemudian orang lain datang kepadanya dan berkata,
"Aku sedang dalam kemiskinan."
Sang Imam juga menjawab:
"Mohonlah ampunan Allah".

Kemudian orang lain datang kepadanya dan mengeluh,
"Istri saya mandul; dia tidak bisa melahirkan anak"
Sang Imam lagi-lagi menjawab:
"Mohonlah ampunan Allah ".

Suatu ketika, para murid beliau yang selalu bersama-sama dengan beliau bertanya:

"Wahai Tuan, setiap kali seseorang datang kepadamu mengeluh, tuan selalu memerintahkan mereka untuk memohon ampunan Allah? Mengapa begitu?"

Al-Hasan al-Basri mengatakan,
"Apakah kamu tidak membaca firman Allah?"

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10)  يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Maka aku katakan kepada mereka : "Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat; dan membanyakkan harta dan anak-anakmu; dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai'" [Nuh (71): 10-12].

***
Ada dua hal di bumi yang memberikan keselamatan orang dan keamanan dari azab Allah.
Pertama telah dihapus, sementara yang kedua masih tetap.

Adapun yang pertama, itu adalah Rasulullah (صلي ألله عليه و سلم).

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menghukum mereka sedang kamu berada di antara mereka."  [Al-Anfal (8): 33]

Adapun yang kedua adalah istighfar.
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab  mereka selama mereka meminta ampun."  [Al-Anfal (8): 33]

أستغفر ألله ... أستغفر ألله ... أستغفر ألله ...

Jangan pernah meninggalkan istighfar.

Silakan berbagi dan ingat bahwa kamu akan menerima pahala untuk semua orang yang membaca istighfar, karena telah kau ingatkan.

Astaghfirullaha wa atubu ilayhi.

Rasul Allah SAW bersabda :
 "Kalau ada yang terus menerus meminta ampun, Allah akan menunjukkan baginya jalan keluar dari setiap kesulitan, dan dari setiap kecemasan, dan akan memberikan baginya jalan keluar dari arah yang tidak pernah kau sangka-sangka." -[HR Abu Dawud, hadits 59]
loading...