Tuesday, April 18, 2017

Kisah Jengis Khan dan Burung Rajawali Kesayangannya

Dalam sejarah disebutkan bahwa Jengis Khan memiliki seekor burung Rajawali  yang sangat kuat dan pintar. Burung tersebut selalu ia bawa ke mana-mana dan pandai berburu serta memantau keadaan.

Alkisah, pada suatu ketika, setelah selesai bertempur, Jengis Khan pergi menepi ke sebuah aliran sungai untuk beristirahat. Beliau bergerak menuju sebuah air terjun untuk mengambil air.

Ketika akan mengambil air dengan kendinya, tiba-tiba burung Rajawali yang setia menemaninya mengipaskan sayapnya sehingga kendi tersebut terpental.

Dengan segera ia kembali ke tepi sungai untuk mengambil air dengan kendi yang lain. Tapi tiba-tiba burung rajawali tersebut kembali melakukan ulah yang sama sehingga kendi yang kedua pun pecah. Hal ini berulang sampai tiga kali bahkan kali ini kendi air milik Jengis Khan pecah.

Jengis Khan yang sangat kehausan tak kuasa menahan amarahnya. Dengan cepat ia mengeluarkan pedangnya yang tajam, dan dengan sekali tebas, akhirnya Rajawali kesayangannya mati dnegan kepala terpisah dari raganya.

Setelah itu, ia minum, tapi ia merasa air yang ia minum agak terasa lain. Akhirnya Jengis Khan pun memutuskan untuk naik ke puncak ke sumber mata air.

Dan alangkah terkejutnya beliau ternyata di puncak tersebut terdapat sebuah bangkai yang sangat besar. Beliau pun menyesali perbuatannya yang telah gegabah membunuh burung Rajawali yang dengan setia melindunginya dari meminum air yang kotor dan berbahaya.

Jengis Khan yang gagah perkasa di medan perang, momok yang sangat menakutkan bagi lawan-lawannya, akhirnya takluk oleh amarahnya sendiri.

Benar Rasulullah ketika bersabda bahwa orang yang gagah perkasa itu bukanlah orang yang dapat mengalahkan lawan dalam berduel tetapi orang yang gagah perkasa itu adalah orang yg mampu mengendalikan dirinya ketika marah
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih