Saturday, March 1, 2014

Riwayat Sepotong Baju Hasil Tipuan... [Petaka Makanan Haram]

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda kepada Ka'ab bin 'Ujrah:

"Wahai Kaab bin 'Ujrah, aku mohonkan perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh".

Ka'ab bertanya:

"Bagaimanakah hal itu wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab:

"Setelahku akan ada para penguasa, di mana siapa yang ikut mereka dan membenarkan ucapannya serta mendukung kezalimannya, maka mereka bukanlah golonganku dan aku tidak termasuk golongannya dan mereka tidak akan masuk dalam telagaku’.”

Dan barang siapa yang tidak mau ikut mereka, tidak membenarkan ucapannya dan tidak mendukung kezalimannya, maka mereka termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya serta mereka akan masuk dalam telagaku.”

ahai Kaab bin Ujroh, shalat adalah taqarrub, puasa adalah benteng, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api. Hai Kaab, tidak akan masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari makanan haram karena neraka lebih dekat dengannya.” (HR Muslim, al-Nasa'i, dan ad-Darami).

Allah memerintahkan kita agar selalu makan makanan halal dan menjauhi yang haram sebagai bentuk syukur untuk menambah keberkahan hidup. (QS al-Baqarah [2]: 172). Orang yang memakan makanan halal akan dilindungi dari api neraka.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata, “Ada seseorang di bawah tanggungan Rasulullah SAW, ia ber Kirkiroh, kemudian ia meninggal. Namun Rasul berkata, ia akan masuk ke neraka. Maka, para sahabat pergi memeriksanya, ternyata mereka menemukan sebuah baju jubah hasil tipuan.” (Shahih Bukhari, hadis No. 2845).

Menurut para ulama, ada beberapa bahaya dan petaka yang timbul akibat makan makanan haram (yang didapat dengan cara haram):

Pertama, pelakunya akan masuk neraka. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

Barang siapa yang mengambil hak milik orang Muslim dengan menggunakan sumpah palsu, maka Allah akan mewajibkannya masuk neraka dan diharamkan masuk surga.”

Seorang bertanya, “Walaupun barang yang kecil, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Walaupun sepotong kayu arak (yang biasa digunakan untuk gosok gigi)” (HR Muslim, Nasai, ad-Darami dari Abu Umamah).

Kedua, pemakan haram tidak akan mencapai derajat takwa. Orang bertakwa adalah ahli surga. Dari Atiyyah as- Sa’di, Rasulullah SAW bersabda,

Seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sampai meninggalkan sebagian yang halal karena khawatir terperosok pada yang haram.”

Ketiga, orang yang makan makanan haram kesadaran beragamanya sempit, artinya tidak banyak beramal yang mendapat pahala sehingga mudah masuk neraka.

Rasulullah Saw bersabda: “Seorang mukmin akan berada dalam kelapangan agamanya selama tidak makan yang haram.” (HR Bukhari).

Keempat, pemakan harta haram tidak diterima amalnya dan ditolak doanya. Rasulullah Saw bersabda:

Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seorang yang memasukkan sekerat daging haram ke perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan barang siapa yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba maka neraka lebih utama untuk membakarnya.” (HR Muslim, Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darami).

Orang yang makan harta haram sama dengan berusaha menghancurkan dirinya, merusak ibadahnya, mempermainkan doanya dan menghancurkan keluarga serta keturunannya.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih