Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Tuesday, April 11, 2017

Segenggam Nasihat Untuk Para Ayah

Untuk Para AYAH yang sempat membaca postingan iniini.....Baca sambil pegang TISU ya.... Kisah ini diceritakan seseorang dan menjadi viral di media sosial.

Di sini admin berbagi kembali, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita semua.
***

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.

"Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya.

Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah,

"Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek".

"Iya..." jawab sang Ayah.

Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam,

"Besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar,

"jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya".

Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, "ini, anak siapa minta susunya ke siapa".

Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat,

"Iya, nanti semua Ayah bereskan" meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.

Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.
Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut namun yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.
Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam.

Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.

Ayah ini meyakini bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba kecuali sebatas hamba tersebut mampu memikulnya, dan Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dengan meyakini bahwa tiada cobaan yang tidak berakhir dan Jalan keluar selalu akan datang kepada hamba-hamba yang hanya bersandar pada pertolongan dan kasih sayangNYA semata.

Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.
Semoga.
loading...

Monday, April 10, 2017

Cara Menulis Kutipan, Daftar Pustaka dan Catatan Kaki [Footnote] Yang Benar Untuk Karya Ilmiah

Bagi kamu yang sedang menulis suatu karangan ilmiah, baik itu makalah, skripsi, tesis atau disertasi, tentu sudah akrab sama yang namanya kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan sebagainya.

Nah, supaya kamu lebih jelas memahami semua istilah ini, di sini admin ingin berbagi tulisan tentang bagaimana cara dan teknik yang baik dalam menulis kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka.

Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard.

Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.

Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

Untuk mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan cara penggunaan kutipan.

Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara :
  • dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
  • dalam bentuk terjemahan;
  • dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
  • atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara :

  • menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
  • membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
  • menyusun bagan data orang lain;
  • menyadur pendapat orang lain.

Tujuan Kutipan
Penulisan kutipan bertujuan untuk :

  1. Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
  2. Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
  3. Sebagai penjeasan
  4. Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan
  5. Jenis-Jenis Kutipan


Kutipan Langsung
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.

Contoh :
1.
Ratnawati (2006:148) menegaskan:

"Bahwa hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul".

2.
Menurut Miriam Budiardjo (1992:4-5), dalam pemilu yang menggunakan sistem distrik :

"Negara dibagi dalam sejumlah besar distrik pemilihan (kecil) yang kira-kira sama jumlah penduduknya. Jumlah penduduk distrik berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di Inggris  jumlah penduduknya kira-kira 500.000 orang dan India lebih dari 1 juta orang. Karena satu distrik hanya berhak atas satu wakil, maka calon yang memperoleh suara pluralitas (suara terbanyak) dalam distriknya menang"

2.
Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah. (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.

Contoh :
Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat.

Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).

Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).

DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah.

Cara Membuat Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet :

  • pertama; tulis nama,
  • kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
  • keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma,
  • kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok.


Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :

  • pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
  • kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku,
  • ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
  • keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan
  • kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).


Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :

  • Pertama;  tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai,
  • Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik).
  • Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok.
  • keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : )
  • dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok.  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.


Contoh Daftar Pustaka

Contoh Daftar Pustaka dalam pengambilan data dari internet :
lbarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance).From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008

Contoh daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku :
Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Contoh daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama :
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.

CATATAN KAKI
Footnote (Catatan Kaki) merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan. Footnote atau catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Fungsi Catatan Kaki (Footnote)

  • Untuk menunjukkan atau menguatkan evidensi (pembuktian) semua pernyataan dan keterangan tentang sesuatu yang harus dikuatkan penjelasannya. Keterangan pada footnoteadalah menunjukkan tempat dimana evidensi tersebut didapatkan.
  • Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote).
  • Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks.
  • Untuk memberi keterangan atau petunjuk. Misalnya untuk menunjukkan bahan dalam lampiran, atau persoalan-persoalan yang sudah di bahas dalam halaman, sub-bab, atau bab dalam karya ilmiah yang bersangkutan.

Unsur-unsur Catatan Kaki (Footnote)

  • Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.
  • Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.
  • Tahun penerbitan, tahun berapa sumber kutipan atau referensi diterbitkan atau dipublikasikan.
  • Nomor halaman, dalam footnote– nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

Ketentuan Kutipada pada Catatan Kaki (Footnote)
Setiap kutipan baik kutipan langsung maupun kutipan yang tidak langsung harus diberi nomor pada akhir kutipan dengan angka arab yang diketik setengah spasi di atas garis ketikan teks naskah. Nomor kutipan harus berurut sampai akhir bab. Kutipan atas pendapat yang bersumber pada tulisan orang lain yang dirujuk dalam naskah essay harus disebutkan sumbernya dengan menggunakan catatan kaki (footnote). Catatan kaki ini menunjukkan dan menginformasikan sumber kutipan. Catatan kaki dapat digunakan pula untuk memberikan komentar mengenai sesuatu yang dikemukakan di dalam teks.

Penulisan catatan kaki dilakukan dengan mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota, dan halamannya. Jika nama pengarang terdiri dari 2 (dua) orang, maka keduanya harus dicantumkan dalam catatan kaki. Jika nama pengarang terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih, maka cukup nama akhir dari pengarang pertama yang ditulis dan di belakangnya ditulis “et all” (artinya dengan orang lain) bagi tulisan dan penulis dari luar Indonesia atau menggunakan “” (dan kawan-kawan) jika tulisan atau penulis dari Indonesia, tetapi dalam daftar pustaka harus dicantumkan semua nama pengarangnya. Judul buku dalam catatan kaki harus diketik dengan cetak miring. Penulisan halaman disingkat dengan “hlm”.

Penulisan catatan kaki dapat dilakukan pula dengan menggunakan singkatan ibid,  cit., dan loc. cit.

– Ibid merupakan singkatan dari ibidem yang artinya dalam halaman yang sama. Ibid digunakan dalam catatan kaki apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dan belum disela oleh sumber lain.
– Op.cit.merupakan singkatan dari opera citato yang artinya dalam keterangan yang telah disebut. Op.cit digunakan dalam catatan kaki untuk menunjuk kepada sumber yang sudah disebut sebelumnya secara lengkap, tetapi telah disela dengan sumber lain dan halamannya berbeda.
– Loc.cit. merupakan singkatan dari loco citato yang artinya pada tempat yang sama telah disebut. Loc.cit. digunakan dalam catatan kaki apabila hendak menunjukkan kepada halaman yang sama dari sumber yang sama yang sudah disebut terakhir, tetapi telah disela oleh sumber lain.

Penggunaan ibidtidak perlu menuliskan nama pengarangnya karena penggunaan ibid tersebut hanya dilakukan ketika sumber yang telah dikutip belum disela dengan sumber lainnya. Sebaliknya, penggunaancit. dan loc.cit. tetap harus menuliskan nama pengarangnya yang diikuti dengan tulisan op.cit. atau loc.cit.
Contoh Penulisan Catatan Kaki (Footnote)

Sumber Buku
Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.

Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal)
Gemala Rabi’ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8.

Sumber artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan)
David Roberts, “Managing Records in Special Formats“, dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W. Thorpe, 1993), hlm. 387.

Sumber Makalah Seminar
Machmoed Effendhie, “Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan”, Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm. 14.

Sumber Terbitan Pemerintah
Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.

Sumber Terbitan Organisasi
1 Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52.

Sumber Lisan
Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta.

Sumber Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.)
Erna Handayani dkk., “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P.T. Sari Husada”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28.
loading...

Friday, April 7, 2017

Banyak Orang Yang Berfikirnya Terbalik

Ada seorang yang pas-pasan datang ke sebuah toko, lalu pesan sesuatu:

"Pak,  tolong dibuatkan parcel yang bagus dan mahal, karena itu akan  saya hadiahkan untuk boss saya".

Sebaliknya, ada seorang bos kaya raya datang ke toko dan pesan:

"Pak tolong dibuatkan parcel yang paling murah, karena itu akan saya hadiahkan untuk karyawan-karyawan bawahan saya".

Pertanyaan menariknya adalah:
* Siapa yang lebih miskin ?
* Siapa yang lebih kaya ?
* Siapa yang lebih baik ?

Tentu  jawabannya tak usah dibahas lagi.

Tapi begitulah kita sebagai manusia, terkadang berpikirnya sering terbalik-balik. Kepada orang yang seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.

Tapi Kepada orang yang berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.

Kepada orang lemah/bawah yang seharusnya kita berlemah-lembut kepadanya justru kita jadi sangat kasar dan jahat dalam ucapan, maupun sikap.

Kepada orang yang sepantasnya kita tegur, karna kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.

Kepada orang yang  setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yang 'wah' dan melimpah.

Tetapi Kepada orang yang hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa, yang kita sendiri sudah tidak mau.

Begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik.

Ada sebuah pesan bijak yang patut kita renungkan:

"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yang tdk memberi keuntungan apapun kpdnya".

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang  "terbalik", dan selalu memperbaiki diri, untuk menjadi umat yang terbaik. Amin

 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
loading...

Thursday, April 6, 2017

[Tutorial] Cara Terbaru dan Mudah Mendownload File Majalah, Koran Dll dalam Format PDF Dari Issuu.Com Secara Online Tanpa Software

Bagi kamu yang suka membaca atau suka telusur file-file ebook, pasti sudah kenal sama yang namanya Isuu.com.

Ya, Issuu.com adalah layanan online yang melayani dan menerbitkan berbagi dokumen jaringan seperti portofolio, buku, majalah atau laporan dengan format yang menarik dan visualisasi dinamis dan kemungkinan juga dari pengguna lain untuk menemukan , berbagi atau memberikan pendapat mereka pada mereka, dari profil pribadi penulis atau melalui kelompok.

Sayangnya, file dalam issuu.com hanya bisa dibaca secara online, kecuali yang memang diizinkan untuk didownload oleh uploader secara offline. Umumnya, file yang tersedia bisa berupa PDF, atau JPG dan lain sebagainya.

Tapi jangan khawatir, sebenarnya netizen bisa mendownload file-file dari issuu untuk kemudian dibaca secara offline. Hebatnya lagi, anda bisa mendownloadnya secara online tanpa harus menggunakan sebuah software. 

Berikut admin berbagi beberapa cara mendownloadn file PDF dari issuu.com.

Pertama, tentunya yang kamu perlukan adalah link dari laman issuu yang kamu inginkan. Copy linknya secara lengkap. 

Setelah itu, silahkan menuju ke salam satu situs ini:

1. Dari robsonmartin.com
Situs ini memberikan kemudahan kepada kamu yang ingin mendownload fila PDF dari issuu.com. Caranya, silahkan langsung menuju laman ini: www.robsonmartins.com/inform/issuu/, setelah itu akan muncul halaman seperti ini:


Kamu tinggal masukkan link issuu yang sudah dicopy, ya tinggal paste pada kolom seperti gamabr di atas, setelah itu klik button donwload, dan tunggu sampai unduhannya selesai secara otomatis.

2. Utilidades.gatovolador
Sama sepeti di atas, Situs ini juga memberikan kemudahan kepada kamu yang ingin mendownlod file PDF dari issuu.com. Caranya, silahkan langsung menuju laman ini: utilidades.gatovolador.net/issuu/, setelah itu akan muncul halaman seperti ini:
Kamu tinggal masukkan link issuu yang sudah dicopy, ya tinggal paste pada kolom seperti gamabr di atas, setelah itu klik button donwload, dan tunggu sampai unduhannya selesai.

3. Abuouday
Situs ini lebih sederhana. Situs ini memberikan kemudahan kepada kamu yang ingin mendownload fila PDF dari issuu.com. Caranya, silahkan langsung menuju laman ini: issuu-downloader.abuouday.com/, setelah itu akan muncul halaman seperti ini:


Kamu tinggal masukkan link issuu yang sudah dicopy, ya tinggal paste pada kolom seperti gamabr di atas, setelah itu klik button donwload, dan tunggu sampai unduhannya selesai.

Nah, selamat mencoba!
loading...

Wednesday, April 5, 2017

Menguak Tabir Misteri Suku Mante Di Pedalaman Aceh

Beberapa waktu lalu, media dihebohkan dengan kabar penampakan suku Mante di Aceh yang tersorot kamera bebera penjelajah hutan. Sontak saja kabar tersebut menjadi viral dan disorot bahkan oleh media-media manca negara.

Dalam video tersebut, pengendara motor trail sedang menyusuri hutan pedalaman Aceh tiba-tiba dikejutkan oleh sesosok manusia pendek sedang berlari sambil membawa kayu. Makhluk tersebut kemudian dikejar, namun menghilang di balik ilalang. Para pemotor trail kemudian mencarinya namun tak berhasil.

Cerita tentang keberadaan suku Mante memang sudah lama terdengar, khususnya semenjak masuknya orientalis dan penelitii Eropa ke Aceh. Sejak saat itu, mante menjadi buah bibir. Berbagai cerita bersambung dari mulut ke mulut tentang keberadaan suku mante mulai tersiar.

Hingga ke zaman modern, pembicaraan tentang suku mante masih sering diperbincangkan. Beberapa orang mengaku pernah melihat suku mante, namun valitditas pernyataan itu masih diragukan karena minimnya informasi.

Yang cukup menggelikan, pihak yang mengaku mengambil gambar suku mante dengan kamera digital yang kemudian tersebar di dunia maya enggan menyebutkan lokasi penemuannya, hingga kebenarannya pun turut dipertanyakan.

Pertanyaannya: benarkah suku Mante benar-benar ada? Sebagian ahli percaya bahwa suku mante benar-benar ada. Mereka kerap digambarkan sebagai manusia bertubuh kerdil dan tidak mau membaur dengan manusia lain.

Sejarawan Belanda, KFH Van Langen menulis dalam bukunya yang berjudul Inrichting van Het Atjehsche Staatsbestuur Onder Het Sultanaat,  bahwa Suku Mante, atau yang juga disebut Suku Mantra atau Suku Mantir, adalah suku Melayu tua yang merupakan suku awal untuk penduduk di Pulau Sumatera.

Disebutkanjuga suku ini dulunya berasal dari suku daerah Batak kemudian berdomisili di kawasan pesisir Aceh, tapi lama-kelamaan mereka menjadi terisolir dan tergusur karena banyaknya pendatang yang kemudian bermukim di pesisir Aceh,

Diceritakan juga bahwa suku Mante pernah ditangkap saat masa Sultan Alaidin Ali Mughayat Syah (1514–1530 Masehi). Dua orang Mante yang ditangkap saat itu, sebutnya, ialah pasangan suami istri. Saat ditangkap mereka tidak mau bicara dan makan dan memilih mati kelaparan. Sultan menangisi kematian dua Mante ini dan mengeluarkan peraturan jangan mengganggu mereka jika berjumpa di hutan,

Beberapa orang yang mengaku pernah melihat mengatakan bahwa suku mante itu sangat lincah. memiliki telapak menyamping, tidak seperti manusia normal. Mereka sangat anti dengan manusia, begitu mengetahui ada yang datang, mereka langsung beramai-ramai kabur, Tapi sekali lagi, cerita-cerita yang beredar seperti ini masih dipertanyakan kevalidannya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa suku mante sebenarnya hanya mitos dan tidak pernah ada. Pendapat dinilai cukup  logis dan mendasar ! Ide penyebutan suku Mante pertama kali diciptakan oleh orientalis Belanda, Snouck Hurgronje. Hal ini sengaja ia lakukan untuk mengejek asal-usul bangsa Aceh yang sangat ia benci.

Seperti diketahui, Belanda paling benci sama Aceh karena bangsa ini dianggap paling keras menentang keberadaan penjajah Eropa di kepulauan Nusantara. Bekerjasama dengan Turki Utsmani, Aceh menjadi rival dan selalu merongrong kekuatan Belanda di Sumatera.

Karena itu, Snouck mencoba membangun image buruk tentang Aceh, salah satunya adalah dengan menyebut asal-asal usul bangsa ini berasal dari suku Mante yang primitif, telanjang, tidak mau menerima agama, tidak mau membaur dengan manusia, hidup di rimba secara personal, rakus, anti pendatang, tidak berbudaya dan berbagai sifat buruk lainnya. Sungguh ini sebenarnya sebuah ejekan yang keji. Dan alangkah ironinya kalau hal ini pula yang dianggap sebagai kebenaran. Wallahu A'lam.

loading...