Friday, February 3, 2017

[Renungan Jum'at]: Perbuatan-perbuatan Yang Melelahkan.... Aamilatun Nashibah....

Saudaraku... mungkin kita sering membaca surah al-Ghosyiyah....Hal Ataaka hadiitsul ghosyiyah.... dst... Surat ini sering pula dibaca imam ketika sholat...

Pernahkah kita merenung sejenak.... suatu ayat dalam surat itu... yaitu ayat ke-tiga... Allah Swt berfirman:

Mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu.

Allah Ta'ala berfirman:

عاملة ناصبة
( 'amilatun naashibah )
Artinya:
"Dia bekerja kerja penuh kelelahan"

Ayat di atas berada dalam rangkaian cerita tentang orang-orang yang dilempar ke dalam api neraka.

Ternyata... ada mereka yang dicampakkan ke dalam neraka, padahal dia di dunia berusah payah penuh kelelasan... entah itu kelelahan bermaksiat, kelelehaan mengejar kesenangan... atau mungkin kelelahan berbuat baik tapi tapi kebaikan itu penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Astaghfirullah hal'adzim…

Sahabat Umar bin Khathab ra selalu menangis ketika mendengar ayat ini dibacakan.

Diriwayatkan, suatu hari Atha' As-Salami, seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan..

"Ya Atha', sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis.

Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata..

"Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya. Kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas."

Kemudian Atha' menjawab tawaran itu..

"Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya Ketahuilah, sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.

Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun- tahun ini tidak ada cacatnya, bisa jadi mungkin di mata Allah ibadahku penuh cacat dan cela. Itulah yang menyebabkan aku menangis."

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ataukah tidak.

Hanya dengan ilmu-lah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka, bukan hanya beramal dengan sebanyak-banyaknya, tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya dan berkualitas.

Karena Syarat diterimanya amal ibadah adalah

(a). Ketika amal itu ikhlas karena Allah dan
(b). *Sesuai dengan tuntunan Rasulullah صلي الله عليه وسلم  *.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih