Thursday, August 22, 2013

[Cerita Sedih... Siap Tisu Anda]... Kasih Ibu dan Kasih Anak...

Seperti kata pepatah, seorang ibu dapat merawat 10 orang anak dalam satu waktu. Tapi sepuluh orang anak belum tentu dapat merawat seorang ibu....

Syahdan suatu hari, seorang pemuda bernama Faizal mengalami suatu kecelakaan yang cukup parah. Ketika dalam perjalanan, dia dilanggar oleh sebuah taksi di tengah jalan raya.

Akibat kejadian itu, dia cedera parah. Kepalanya luka, tangannya patah dan perutnya terburai. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mendiagnosa keadaannya sangat parah, dan memperkirakan usianya takkan lama lagi.

Ibunya, Jamilah segera dihubungi dan diberitahu tentang kemalangan yang menimpa anaknya. Syahdan begitu mendapat telefon dari rumah sakit, Jamilah nyaris pingsan mendengar berita tentang anaknya itu. Dengan segera, dia bergegas ke rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit, berlinang air mata sang ibu melihat keadaan anaknya. Namun, meski dirundung duka, ia tidak lantas putus asa. Walaupun telah diberitahu bahwa anaknya sudah tiada harapan lagi untuk diselamatkan, Jamilah tetap tidak henti-henti berdoa dan bermohon kepada Allah agar anaknya itu selamat.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, keadaan Faizal tidak banyak berubah. Saban hari, Jamilah datang menjenguk anaknya itu di rumah sakiat tanpa jemu. Saban malam pula Jamilah bangun untuk menunaikan solat malam bertahajjud kepada Allah memohon keselamatan anaknya. Dalam keheningan malam, sambil berlinangan air mata, Jamilah merintih meminta agar anaknya disembuhkan oleh Allah.

Ini adalah antara doa Jamilah untuk anaknya itu ;

Ya Allah ya Tuhanku, kasihanilah aku dan kasihanilah anakku. Susah payah aku membesarkannya, dengan susu aku yang Engkau kurniakan kepadaku, aku suapkan ke dalam mulutnya. Ya Allah, aku pasrah dengan apa jua keputusan-Mu! Aku ridho dengan qada’ dan qadar Mu yaa Allah...

Yaa Allah, dengan air mataku ini, aku bermohon kepadaMu, Engkau sembuhkanlah anakku dan janganlah Engkau cabut nyawanya. Aku sangat sayang kepadanya. Aku sangat rindu kepadanya. Susah rasanya bagiku untuk hidup tanpa anakku ini. Terngiang-ngiang suaranya kedengaran di telingaku memanggil-manggil aku ibunya....

Ya Allah, tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau saja. Tunjukkanlah kuasa Mu ya Allah. Aku ridha kalau seandainya anggota badanku harus didonorkan kepadanya agar dengannya dia dapat hidup sempurna kembali...

Ya Allah, aku ridho nyawaku Engkau ambil sebagai ganti asalkan Engkau hidupkan anak kesayanganku. Engkaulah yang Maha segala hal, berkat kebesaran-Mu ya Allah, terimalah doaku ini….Aamiin..”.

Keyakinan Jamilah terhadap kuasa Ilahi sangat kuat walaupun tubuh badan anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tiada ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya.

Setelah 5 bulan terlantar, akhirnya Faizal menampakkan tanda-tanda kesembuhan dan akhirnya dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas.

Faizal dapat meneruskan hidupnya hingga berumahtangga dan beranak-pinak. Ibunya, Jamilah semakin hari semakin tua dan uzur.

Suatu hari, Jamilah yang berusia hampir 75 tahun jatuh sakit dan dimasukkan ke rumah sakit. Pada mulanya, Faizal masih merawat, melawat dan menjaga ibunya di rumah sakit tersebutTetapi semakin hari, semakin jarang dia datang menjenguk ibunya hinggalah pada suatu hari pihak rumah sakiat menghubunginya untuk memberitahu keadaan ibunya yang semakin parah.

Faizal segera bergegas ke rumah sakiat Di situ, Faizal dapati keadaan ibunya semakin lemah. Nafas ibunya turun naik. Doktor memberitahu bahwa ibunya sudah tidak punya banyak waktu.... Sang ibu bisa saja menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan tiba-tiba...

Melihat keadaan ibunya yang sedemikian dan kononnya beranggapan ibunya sedang tersiksa, lantas Faizal terus menadah tangan dan berdoa seperti ini:

“ Yaa Allah, seandainya mati lebih baik untuk ibu, maka Engkau matikanlah ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Yaa Allah, aku akan ridho dengan kepergiannya... Aamin.”

Begitulah bedanya doa ibu terhadap anak, dan doa anak terhadap orang tuanya. Apabila anak sakit, walau separah dan seteruk apa pun, walau badan hancur sekalipun, walau anak tinggal nyawa-nyawa ikan sekalipun, namun ibu bapa akan tetap mendoakan semoga anaknya diselamatkan dan dipanjangkan umur.

Tetapi anak-anak yang dikatakan ‘baik’ pada hari ini akan mendoakan agar ibu atau bapanya yang sakit agar segera diambil oleh Allah, padahal ibu bapa itu baru saja sakit. Mereka meminta pada Allah agar segera mematikan ibu atau bapanya dengan alasan kononnya sudah tidak tahan melihat ‘penderitaan’ ibu bapaknya.

Anda bagaimana? Apa doa anda untuk ibu bapak anda?
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih