Thursday, November 2, 2017

Rahasiakanlah Dosa-dosamu... Untukmu Yang Terlanjur Terjerembab ke Jurang Maksiat

loading...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

اجتَنِبُوا هذه القاذورة التي نهى الله عنها، فمَنْ أَلَمَّ؛ فلْيَسْتَتِرْ بسَتْرِ اللهِ، ولْيَتُبْ إلى اللهِ، فإنَّه من يُبْدِ لَنَا صفْحَتَه نُقِمْ عليهِ كتابَ اللهِ -عز وجل-
.
"Jauhilah olehmu perbuatan-perbuatan nista ini yang telah dilarang Allah.  Siapa yang pernah melakukannya, hendaknya dia merahasiakan dengan tabir yang telah diberikan Allah, karena siapa yang melaporkannya kepada kami, akan kami tegakkan hukum Allah pada dirinya”. [HR. al-Baihaqi: 2719 dalam ash-Shugra]

al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

سَترُ اللهِ مستلزمٌ لسَتْرِ المؤمنِ على نفسِه، فمن قصدَ إظهارَ المعصيةِ والمجاهرةَ بها أغضبَ ربَّه فلم يستُرْه، ومن قصدَ التَّسَتُّرَ بها حياءً من ربِّه ومن النَّاسِ، مَنَّ الله عليهِ بسَتْرِهِ إيَّاه
.
"Tabir yang diberikan Allah pada hamba atas dosa-dosanya melazimkan hamba untuk merahasiakan perbuatan dosa tersebut. Allah murka pada seorang yang sengaja menampakkan bahwa dia telah berbuat kemaksiatan dan niscaya Allah takkan lagi memberi tabir baginya. Dan seorang yang menutupi kemaksiatan karena malu pada Rabb-nya dan orang lain, niscaya Allah akan memberikan tabir penutup bagi dirinya".
.
an-Nawawi memberikan kriteria mujaharah (menampakkan dosa). Beliau mengatakan,

هم الذين جاهروا بمعاصيهم  وأظهروها وكشفوا ما ستر الله –تعالى- عليهم فيتحدَّثون بها لغير ضرورة ولا حاجة
.
"Mujahirun (orang yang menampakkan dosa) adalah mereka yang menampakkan bahwa mereka telah berbuat maksiat padahal sebelumnya telah ditutup Allah. Mereka pun membocorkan kemaksiatannya sendiri tanpa alasan atau hal yang bersifat genting".
.
al-Baihaqiy rahimahullah meriwayatkan dari al-Awwam bin Hausyab rahimahullah, dia berkata,

الابتهاجُ بالذَّنْبِ أشدُّ من ركوبِه
.
"Bangga dengan dosa lebih parah daripada melakukan dosa".
.
Sumber: Atsar adz-Dzunub 'alaa al-Afrad wa asy-Syu'ub karya Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman hafizhahullah.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih