Sunday, February 12, 2017

[Kisah]: Bunda, Kenapa Bunda Tidak Memberikan Apa-apa Kepadaku?

loading...
Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya pada ibunya?
.
"Bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
.
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
.
''Nak kan masih Lama?''
.
Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar.
.
Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan.
.
Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
.
''Maaf bu, saya tidak yakin anak ibu bisa bertahan,Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.
.
Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.
Anaknya terbaring lemas dan berkata?'' :
.
''Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
.
ibunya tak kuasa membendung air matanya,kemudian ia menggengam tangan putranya sambil menangis.

Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya sudah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya.

Dia membuka pelan-pelan dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
''Nak, ibu senang sekali jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..
.
Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipakan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya..
Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
.
SUBHANALLAH..
Sang bunda sejati meninggal dunia karena lebih memilih mendonorkan jantungnya demi menyelamatkan putranya.
.
Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN..

loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih