Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Wednesday, May 16, 2018

[Renungan Akhir Sya'ban] Rahasia dan Hakikat Kehidupan Dunia

Dunia bukan Tempat Tinggal, tapi tempat untuk meninggal. Kita baru faham hakikat sesuatu setelah kita meninggalkannya. Semoga belum terlambat untuk belajar.

Dunia sementara, akhirat selamanya, orang kaya mati orang miskin mati, raja raja mati, rakyat biasa mati

Sahabatku...
Ketika kita di alam rahim kita diberikan mulut, padahal kita tidak tahu apa manfaat mulut untuk kita, karena kita pun tidak menggunakan mulut untuk makan. Kita mendapatkan makanan melalui plasenta.

Namun kita menerimanya sebagai given, pemberian dari Allah. Kita baru tahu manfaat mulut setelah meninggalkan alam rahim yakni di alam kehidupan ini. Oh ternyata manfaat mulut itu untuk makan.

Kita diberi oleh Allah berupa tangan dan kaki ketika masih di alam rahim, padahal kita tidak menggunakan tangan untuk memegang dan tidak menggunakan kaki untuk berjalan apalagi berjalan-jalan. Emangnya mau kemana? Namun kita menerimanya sebagai given. Pemberian dari Allah. Karunia dari Allah. Anugerah dari Allah. Kita baru tahu manfaat semua itu ketika kita meninggalkan alam rahim. Yakni di alam dunia. Tangan banyak sekali manfaatnya. Kaki banyak sekali fungsinya dan gunanya. Tidakkah kita bersyukur.

Sahabatku...
Banyak orang yang akan tahu atau baru manfaat kehidupan di dunia setelah meninggal dan meninggalkan dunia. Tahu manfaat shalat setelah di alam kubur bahwa shalat akan menjadi sahabat yang menemani dan cahaya yang menerangi.

Kita baru akan tahu manfaat sedekah jika telah mati dan pinginnya kembali hidup untuk bisa bersedekah sebanyak-banyaknya. Tapi sayangnya waktu di dunia karena tidak tahu atau tidak mau tahu ya begitulah banyak orang yang meremehkan sedekah. Padahal sedekah itu cahaya yang meneguhkan keimanan.

Kita baru tahu hakikat dan manfaat baca Al-quran, menghafalkan, mengamalkan dan mendakwahkannya setelah kita mati. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun. Bagaimana kehidupan bersama Al-Qur'an begitu pula kematianmu bersamanya. Al-quran akan menolong kita jika kita menolong agama Allah dengan hidup dan menghidupkan Al-quran.

Bacalah Al-quran karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya.

Kita tidak tahu atau belum tahu atau tidak mau tahu manfaat haji dan umroh kecuali setelah meninggal dunia ini. Umroh sebagai penghapus dosa. Umroh sebagai tarbiyah terindah. Haji sebagai jihad di dunia dan jalan surga baru akan kita ketahui setelah kita mati nanti.

Sahabatku....
Kita hanya sementara di dunia ini dan jangan sampai kita menyesal setelah kita meninggalkan semua itu.

Bagaimana caranya?

Mari kita maknai dan bekali hidup kita untuk menyambut alam barzakh agar tidak menyesal. Berbekallah sebaik-baiknya dan beramal sebanyak mungkin dengan ahsanu amalan, amal yang benar dan ikhlas. Bertanyalah kepada ahlinya jika kita tidak tahu.

Al-Harits al-Muhasabi menasihati
Tidak ada jalan yang paling cepat kecuali kejujuran.
Tidak ada petunjuk yang lebih tepat kecuali ilmu.
Tidak ada bekal yang lebih mencukupi kecuali taqwa.
Selamat menempuh hidup baru dalam hidupmu semoga tidak menyesal.

Jangan mudah meninggalkan pasangan hidupnya karena seseorang baru akan tahu kebaikan-kebaikannya setelah meninggalkannya. Jangan meninggalkan kebiasaan baik dan amal unggulan meskipun kecil karena kita baru akan tahu semua manfaatnya setelah kita meninggalkannya.

Astagfirullah...

Namun...
Tinggalkan keburukan-keburukan atau kesalahan di masa lalu, pilihan yang buruk, pilihan yang salah karena hanya tertipu oleh media di mana lalu dengan perbanyak kebaikan di mana sekarang dan masa depan InsyaAllah sehingga kita akan merasakan kehidupan penuh keberkahan.

Note:
Bila kehidupan kita telah ditutup minimal nasihat sederhana ini bisa jadi pengingat untuk terus faham, ikhlas, amal dan seterusnya
loading...

Monday, May 14, 2018

Memahami Jihad Dengan Benar... Jihad Adalah Jalan Kehidupan

Akhir-Akhir ini perhatian kita disibukkan dengan aksi-aksi teror yang biadab. Terlepas siapa pelaku dan korbannya, yang jelas setiap aksi teror tidak dibenarkan dalam Islam. Beberapa media massa ikut mengarahkan opini masyarakat untuk menyudutkan kaum muslimin, sehingga lahirlah stigma dan membangun stereotipe yang keliru terhadap Islam.

Parahnya lagi, menyamakan bahwa teror adalah jihad, dan jihad adalah teror. Kemudian latah menyebut -lebih tepatnya- melabeli teroris sebagai jihadis. Jelas, ini pengaburan makna yang tidak dibenarkan.

Ada sebuah pesan penting dalam Al-Qur’an:

"Oleh karena itu Kami tetapkan suatu hukum bagi Bani Israel bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi." (Qs. Al-Maidah [5]: 32)

Sungguh, ayat ini luar biasa maknanya karena sedemikian jelasnya Allah SWT menggariskan nilai-nilai kemanusiaan universal yang harus dipatuhi berkaitan dengan hak hidup tiap orang. Membunuh seseorang berarti membunuh manusia seluruhnya, dan memelihara kehidupan seseorang berarti memelihara kehidupan seluruh manusia.

Allah SWT menegaskan bahwa tindakan membunuh tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat adalah tindakan melampaui batas dan membuat kerusakan di muka bumi.

Terorisme dalam segala bentuknya adalah tindakan menyimpang, karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam itu sendiri yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang. Rasulullah SAW diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. "Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (Q, s. Al-Anbiya’ [21]:107)

Tegasnya, bukan cuma alam manusia saja yang terahmati oleh kehadiran Rasulullah, melainkan alam binatang, alam tumbuhan, dan alam-alam yang lain. Inilah yang disebut dengan konsep kosmologi Islam.

Banyak orang salah kaprah memahami jihad, dikiranya bahwa jihad bentuknya adalah perang (qitaal). Lebih parah lagi jika beranggapan bahwa jihad itu semangatnya adalah mati. Saya ingin tegaskan bahwa semangat jihad adalah kehidupan.

Bedakan antara terminologi "jihad" dengan "qitaal" (perang). Memang, dalam Islam perang diperbolehkan untuk mempertahankan diri dan memelihara martabat kemanusiaan, itupun melalui suatu hukum perang yang ketat. Artinya, perang pun ada fikihnya, tidak sekedar berperang membabi-buta. Misalnya, dalam perang tidak boleh membuhun anak-anak, wanita & bahkan dilarang merusak tanaman. Sebegitunya hukum Islam mengatur perang.

Dalam konteks ini perang adalah jihad. Akan tetapi, tidak mesti bahwa jihad selalu identik dengan perang. Ini yang harus dimengerti betul!

Ada sebuah kisah dalam hadis yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya bahwa malaikat yang ditugaskan untuk menjaga Nabi Muhammad SAW pernah menawarinya untuk membinasakan orang-orang kafir yang memusuhi Nabi, yaitu dengan cara dua gunung besar di Mekah akan diangkat dan ditimpakan untuk memendam mereka (orang-orang kafir) hidup-hidup. Tetapi, Nabi SAW menolaknya bahkan mendoakan keturunan mereka agar ada yang bersedia mengikuti ajarannya.

“… maka malaikat itu memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku: Wahai Muhammad, seandainya engkau berkenan aku akan timpakan dua gunung kepada mereka. “Jangan, justru aku akan memohon kepada Allah agar Dia mengeluarkan anak cucu mereka, orang-orang yang menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (HR. Bukhari)

Itulah salah satu bukti kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Tidak membunuh, tetapi memberi kehidupan, justru kepada musuh-musuhnya yang selama ini melecehkan, meneror dan melakukan kekerasan fisik dan psikis kepadanya. Itulah jihad Nabi SAW dalam berdakwah: sabar dan santun.

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap kekafiran mereka, dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (Qs. An-Nahl [16]:126-128)

Ternyata Allah SWT memberi dua opsi kepada Nabi: boleh membalas atau bersabar. Namun, jika membalas syaratnya tidak boleh melampaui batas. Akan tetapi, secara manusiawi tindakan membalas itu cenderung berlebihan, maka bersabar itu lebih baik. Artinya, umat Islam tidak boleh ekstrem kanan atau ekstrem kiri: tidak boleh terlalu lemah, tetapi juga tidak boleh terlalu keras. Umat Islam adalah umat ’tengahan’, atau dalam bahasa Al-Quran disebut "ummatan washatan" (Baca: Qs. Al-Baqarah [2]:143)

Di dalam ayat lain memang ada yang memperbolehkan perang, tetapi dalam konteks mempertahankan diri yaitu jika kita diserang. Namun, menariknya, bagian akhir ayat perang adalah ”jangan melampaui batas, karena Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.”

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangimu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al-Baqarah [2]:190)

Maknanya adalah bahwa tindakan membalas itu harus proporsional dan tidak membabi-buta. Kalau akan perang, musuhnya harus jelas, medannya pun juga jelas, tidak asal bunuh apalagi dengan bom bunuh diri dan lain sebagainya.

Dengan kata kain, meskipun perang namun tetap diwajibkan untuk ber-ihsan dan memelihara nilai-nilai kebaikan. Ihsan dalam perang adalah tidak menyerang wanita, anak-anak, sipil, dan orang yang tidak berdaya, bahkan tidak boleh merusak lingkungan hidup dengan cara menebangi pepohonan. Mengapa demikian? Karena konsep perang dalam Islam bukan menyerang, membunuh, dan membinasakan, akan tetapi perang dalam Islam itu konsepnya adalah mempertahankan harkat dan martabat diri, serta memelihara kehidupan. Inilah prinsip penting namun sering dilupakan orang!

Dalam sejarah peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, tidak satu pun tercatat bahwa tentara kaum muslimin sampai melukai orang yang tidak ada kaitannya dengan perang, seperti wanita, anak-anak, dan orang-orang yang tidak berdaya. Bahkan, Rasulullah malah memberi perlindungan kepada mereka. Peristiwa ”Pembebesan Kembali Kota Makkah” (Fathu Makkah) oleh Rasul dan tentara Islam, para ahli sejarah tidak satu pun yang bisa mencatat bahwa ada darah yang menetes akibat peristiwa itu. Luar biasa sekali.

Bayangkan saja sebuah kekuatan militer memasuki suatu kota dengan maksud untuk ’menguasainya’, namun tanpa kekerasan dan tak satu tetes pun darah mengalir. Sampai hari ini, dunia mengakui dan memberi apresiasi yang paling tinggi atas peristiwa 14 abad yang lalu itu.

Kisah lain menyebutkan seorang pemuda Anshar meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut dalam perang jihad fi sabilillah. Lalu, Rasul bertanya, ”Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab: Masih. ”Pulanglah, dan berjihadlah kepada keduanya”, jawab Rasul. (HR. Bukhari & Muslim)

Ini merupakah contoh lain bahwa jihad adalah kehidupan. Pemuda Anshar tadi sebetulnya sudah siap mati di medan perang, akan tetapi Rasulullah mencegahnya dan bahkan menyuruhnya pulang untuk merawat kedua orang tuanya yang masih hidup. Bukankah sesungguhnya Rasulullah sedang ingin berpesan kepada kita bahwa jihad adalah kehidupan?

Maka dari itu, bisa dipahami pula bahwa seorang santri, siswa atau mahasiswa yang menuntut ilmu, oleh Rasulullah SAW dinilai sebagai jihad fi sabilillah.

"Barangsiapa keluar rumah untuk menuntut ilmu, maka dia sedang berjihad fi sabilillah hingga dia kembali.” (HR. At-Tirmidzi).

Bukankah menuntut ilmu adalah sebuah kehidupan? Sebab, dengan bekal ilmu seseorang menjadi terdidik, dan akibat keterdidikannya itu ia bisa mengelola dengan baik kehidupannya. Demikian juga dalam hal nafkah keluarga; banyak hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi menyebutkan bahwa seorang ayah yang bekerja keras demi menafkahi istri, anak dan keluarganya, oleh Rasulullah tidak saja sekedar dinilai sebagai sedekah, lebih dari itu dinilai sebagai jihad fi sabililLaah. Bukankah menafkahi keluarga maknanya adalah kehidupan?

Berkaitan dengan kehidupan binatang pun, Rasulullah SAW bersabda,

Setiap orang yang membunuh burung pipit atau binatang yang lebih besar dari burung pipit tanpa ada kepentingan yang jelas, dia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.” Ditanyakan kepada Nabi: Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud kepentingan itu? Rasulullah menjawab, “Apabila burung itu disembelih untuk dimakan, dan tidak memotong kepalanya kemudian dilempar begitu saja.” (HR. Ahmad).

Jadi, menyembelih burung harus dilandasi maksud dan tujuan yang benar, tidak boleh main-main, tidak boleh asal bunuh. Adakah ajaran yang seluhur dan sesantun ini? Bukankah ini artinya adalah kehidupan?

Sesungguhnya masih amat banyak contoh lain yang dapat dikemukakan yang menyatakan bahwa semangat jihad adalah kehidupan. Intinya adalah bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang menyerukan kedamaian, ketentraman, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup, di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang siapakah orang muslim yang disebut paling baik? Kemudian jawab Rasul adalah orang muslim yang lisan dan tangannya membuat orang lain selamat.

Pernah juga ditanya, model Islam yang bagaimanakah yang paling ideal? Rasul menjawab, yaitu Islam yang pemeluknya membuat orang lain selamat dengan lisan dan tangannya. Bahkan, ketika ditanya ciri orang mukmin itu seperti apa, Rasul dengan tegas menjawab, “orang mukmin adalah orang yang orang lain merasa jiwa dan hartanya aman.”

Jadi, sangat jelas bahwa ajaran Islam adalah ajaran menebar rahmat, bukan menebar teror. Dan jihad itu adalah kehidupan. Maka, jangan percaya dengan stigma dan stereotipe bahwa terorisme adalah bagian dari jihad. Apalagi ikut latah menyebarkan-luaskannya kepada masyarakat muslim sendiri. Sekali lagi, muslim adalah penebar rahmat, bukan teror.

"Maka, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim". (Qs. Ali Imran [3]: 64)

[Dikutip dari tulisan Ustadz Anang RM via Medsos]
loading...

Friday, May 4, 2018

Nasihat Untuk Anda Para JELITA (Jelang 50 Tahun) dan LOLITA (Lolos Limapuluh Tahun)

UMURMU..40,50 TAHUN..? ingatlah akan Firman Allah SWT :

"...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?" (Fathir: 37)

Rasulullah Saw bersabda:
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun" (HR.Bukhari)

Imam Al-Khattabi berkata :

"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 40,50,60 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 40,50,60 tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan
 bersiap-siap bertemu Allah." (Tafsir alQurthubi)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 40, 50, 60 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : "Berarti  kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus.."

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 40,50,60 tahun :

JANGAN banyak BERGURAU dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

JANGAN berlebih-lebihan, BERHIAS, BERSOLEK, dan BERPAKAIAN.

JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.

JANGAN BERKAWAN dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.

JANGAN banyak berjalan dan MELANCONG ke sana sini tanpa MANFAATNYA yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

JANGAN gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.

PERBANYAK doa mengharap keridhaan Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.

TAMBAHKAN ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

Siapkan WASIAT dan lakukan PEMBAGIAN harta segera

Kerap menjalin SILATURAHIM dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.

MINTA MAAF dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.

TINGKATKAN amal SOLEH terutama amal JARIYAH yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.

MAAFkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.

Bereskan segala HUTANG yang ada dan jangan buat HUTANG BARU walaupun untuk menolong orang lain.

Berhentilah dari semua MAKSIAT!

MATA, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu

TANGAN, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu

MULUT, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari GHIBAH, FITNAH, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

TELINGA, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat

Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa

Penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun. karena...
KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.
loading...

Thursday, May 3, 2018

Luar Biasa, Racun Kalajengking Memiliki Banyak Manfaat Untuk Manusia

Siapa tak kenal kalajengking? Ya, hewan yang disebut al-'Aqrab dalam bahasa Arab ini memang terlihat mengerikan bagi kebanyakan orang.

Tapi, meski termasuk salah satu hewan yang menakutkan dan mematikan, tapi ternyata racun kalajengkin menyimpan berbagai manfaat bagi umat manusia. Maka tak heran, harga racun kalajengking pun menjadi salah satu komoditi termahal di dunia, harganya mencapai ratusan milyar per kilogram.

Sejak lama, manusia banyak belajar dari kalajengking dan berbagai hewan lainnya untuk dimanfaatkan. Ada ahli yang belajar memproduksi senyawa kimia bebeda-beda untuk membasmi hama, belalang atau ulat bulu jenis tertentu, atau membasmi nyamuk pembawa penyakit tertentu, mereka menggali pengetahuan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat sekaligus aman dan tidak membahayakan manusia atau ternak.

Memang, dalam sesuatu yang kita benci, kadang terdapat kebaikan untuk kita, sebagaimana tersirat dalam firman Allah:

"...Dan kadang kamu benci sesuatu, padahal dia baik bagimu..." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 216)

Ada pemahaman alternatif tentang ayat di atas bahwa yang kita benci justru mengandung kebaikan bagi kita. Contohnya adalah tentang binatang bernama scorpion atau kalajengking. Dia ditakuti dan dibenci karena memiliki bisa beracun yang mematikan dari sengat di ekornya.

Tetapi kini, telah ditemukan manfaat kalajengking. Raymond John St.Leger, ahli serangga dari Universitas Maryland, menyebutkan bahwa alam telah bereksperimen selama ratusan juta tahun. Sebagian strategi gagal dan sebagian spesies telah punah. Maka, yang masih ada ialah hasil eksperimen yang sukses saja. Kalajengking telah mengembangkan serum kimia yang kuat untuk mempertahankan hidupnya.

Ada 1.300 spesies kalajengking yang masing-masing memiliki 300 jenis bisa beracun yang berbeda untuk melumpuhkan jenis mangsa yang berbeda pula. Setiap jenis racun hanya mematikan mangsa jenis tertentu tetapi aman untuk yang lain. Setetes cairan bisa kalajengking tersusun dari molekul dan protein kecil pepsida yang bersifat toksik. Artinya, bisa tersebut mempunyai daya rusak terhadap sel-sel tubuh si mangsa, berupa kelumpuhan atau bahkan menghancurkan sel dari dalam.

Dari penelitian terhadap bisa kalajengking diperoleh inspirasi untuk meniru susunan kimia racun-racun tersebut dalam rangka pembasmian hama tanaman. Pestisida yang ada saat ini membunuh semua serangga tanpa pandang bulu sehingga merusak rantai keseimbangan alam.

Dari kalajengking, para ahli belajar memproduksi senyawa kimia bebeda-beda yang hanya membunuh belalang jenis tertentu, atau ulat bulu jenis tertentu, atau nyamuk pembawa penyakit tertentu, tapi aman bagi jenis serangga lain juga tidak membahayakan manusia dan ternak.

Selain itu, para ilmuwan tersebut juga mencoba meniru cara kerja bisa kalajengking yang merembes masuk ke dalam sel dan menghancurkan dari dalam. Mereka membuat senyawa racun pembunuh sel lalu disuntikkan kedalam sel tumor untuk melawan kanker di tubuh manusia. Senyawa racun kalajengking lain yang bertugas membuat sel-sel mangsa lumpuh, ditiru untuk disuntikkan menjadi penghilang rasa sakit.

Menurut penelitian, racun kalajengking ternyata dapat di pakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif se-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan. Sejauh ini teknik ini telah di uji pada 18 pasien , dan percobaan medis masih terus di lakukan, hasilnya sementara menunjukan bahwa proses pengobatan ini dapat di terima tubuh dan efektif.

Analisis menunjukan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat di suntikan. radiasi tersebut juga bekerja di sekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.

Peneliti inggris mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypas jantung. Jika seseorang mengalami ganggguan pada jantung, maka perawatan yang di perlukan adalah melakukan operasi bypas. OPerasi ini di lakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang di ketahui memiliki vpenyakit jantung koroner berat beresiko terkena serangan jantung.

Racun kalajengking ternyata dapat dipakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif ke sel-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan. Sejauh ini teknik ini telah diuji pada 18 pasien, dan percobaan medis masih terus dilakukan, hasilnya sementara menunjukkan bahwa proses pengobatan ini dapat diterima tubuh dan efektif. Analisis menunjukkan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat disuntikkan. radiasi tersebut juga bekerja disekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.

Peneliti Inggris mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypass jantung. Jika seseorang mengalami gangguan pada jantung, maka perawatan yang diperlukan adalah melakukan operasi bypass. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang diketahui memiliki penyakit koroner berat sehingga berisiko terkena serangan jantung.

Selama operasi, arteri atau vena sehat yang berasal dari bagian tubuh lain dihubungkan ke arteri koroner yang tersumbat. Rute baru ini akan membawa darah yang kaya oksigen ke otot jantung. Namun operasi ini bisa gagal jika cangkokan pembuluh vena ini tersumbat.

“Racun ini bekerja dengan menekan respon alami pembuluh darah terhadap cedera sehingga menjaga pembuluh darah tetap bersih. Efektivitas toksin ini membuat kami terkejut dan hanya dibutuhkan sedikit molekul untuk mendapatkan efeknya,” ujar ketua penelitti Profesor Beech, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (23/102010).

Profesor Beech mengungkapkan margatoxin ini kemungkinan bisa diberikan dalam bentuk obat yang ditelan, dihirup ataupun disuntikkan. Tapi bisa juga berpotensi sebagai obat spray ke pembuluh darah itu sendiri sambil menunggu operasi pencangkokan jantung.

Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit jantung yang ditakutkan, dan operasi by pass yang berjalan sukses bisa bertahan sekitar 10-15 tahun. Diharapkan dengan ditemukannya margatoxin dari kalajengking kulit kayu ini bisa mengurangi angka kegagalan operasi bypass pada pasien jantung, sehingga bisa meningkatkan harapan hidupnya.

Walhasil, manusia belajar hal bermanfaat dari sesuatu yang nampaknya buruk dan mematikan.

Penghilang rasa sakit

Para peneliti telah menggunakan senyawa alami yang ditemukan dalam racun kalajengking sebagai obat penghilang rasa sakit.
Harapannya adalah temuan itu akhirnya bisa mengarah pada pengembangan obat baru untuk manusia.

Memerangi sel kanker

Racun yang mematikan ini juga bisa digunakan untuk membantu perawatan kanker di masa depan.

Para peneliti dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Universitas Washington dan startup Blaze Bioscience telah mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan racun kalajengking tersebut sebagai obat kanker.

Mengobati penyakit tulang

Penelitian menunjukkan bahwa racun kalajengking dapat menghalangi keropos tulang dan menjadikannya zat yang berguna untuk mengobati kondisi seperti rheumatoid arthritis dan osteoartritis.

Pada tahun 2011, seorang pria Kuba berusia 71 tahun mengklaim bahwa dia menahan sakit dan nyeri dengan membiarkan kalajengking menyengatnya setidaknya sebulan sekali.

Mencegah malaria

Racun kalajengking juga merupakan obat bagi penyakit malaria.

Pada tahun 2011, seorang peneliti dari Universitas Maryland memodifikasi jamur parasit yang berisi zat yang ditemukan dalam racun kalajengking untuk menyerang parasit malaria yang ditemukan di dalam nyamuk.

Namun cara mengambil racun kalajengking ternyata bukan merupakan perkara yang mudah. Jika salah mengambilnya, bisa-bisa justru membahayakan nyawa sendiri.

Lantas bagaimana caranya agar racun kalajengking dapat diperah dan diambil tanpa membahayakan jiwa kita?

Alat tersebut menempel pada buntut dan menggunakan listrik untuk menstimulasi kelenjar racun kalajengking.

“Apa yang membuat alat ini begitu spesial adalah keamanan dan kecepatannya. Jika dulunya kita hanya bisa mengambil racun dari 10 kalajengking dalam sehari, kini kita bisa mengambil racun dari 150 dalam sehari,” kata Mouad Mkamel, seorang peneliti di Ben M’sik Hassan II University, Kasablanka, yang memimpin penelitian 2017 silam.
loading...

Wednesday, May 2, 2018

Mengajarkan Anak-Anak Berpuasa... Kapan, dan Bagaimana...?

Sejak kecil ketika anak kita sudah kuat berpuasa, maka sudah seharusnya didorong untuk menjalankan ibadah yang mulia tersebut. Jika sudah dilatih sejak dini, maka kelak ketika sudah baligh, ia akan mudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam perkara shalat, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,

مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا


“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).” (HR. Abu Daud no. 494. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sedangkan mengenai perintah mengajak anak-anak untuk berpuasa dapat dilihat dari riwayat berikut.

Umar radhiyallahu anhu berkata kepada seseorang yang mabuk-mabukkan di bulan Ramadhan, “Celaka engkau, perhatikanlah puasa anak-anak kita.” Lantas beliau memukulnya karena ia dalam keadaan mabuk. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya)

Imam Al Bukhari membawakan pula dalam kitab Shahihnya Bab “Puasanya anak kecil“. Lantas beliau membawakan hadits dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz. Ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang pada pagi hari di hari Asyura (10 Muharram) ke salah satu perkampungan Anshor, lantas beliau berkata,

مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ  وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ


Barangsiapa yang tidak berpuasa di pagi hari, maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari ini dengan berpuasa. Barangsiapa yang berpuasa di pagi harinya, hendaklah ia tetap berpuasa.”

Ar Rubayyi’ berkata,

Kami berpuasa setelah itu. Dan kami mengajak anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan pada mereka mainan dari bulu. Jika saat puasa mereka ingin makan, maka kami berikan pada mereka mainan tersebut. Akhirnya mereka terus terhibur sehingga mereka menjalankan puasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960).
Hadits ini menunjukkan bahwa hendaklah anak-anak dididik puasa sejak mereka kuat. Jika mereka ‘merengek’ ingin berbuka padahal belum waktunya, maka hiburlah mereka dengan mainan sehingga mereka terbuai. Akhirnya mereka nantinya bisa menjalankan puasa hingga waktu Maghrib.
Ibnu Battol rahimahullah berkata,

“Para ulama sepakat bahwa ibadah dan berbagai kewajiban tidaklah wajib kecuali jika seseorang sudah baligh. Namun mayoritas ulama menganjurkan agar anak dilatih berpuasa dan melakukan ibadah supaya nantinya mereka tidak meninggalkannya, dan terbiasa serta mudah melakukannya ketika sudah wajib nantinya.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Ibnul Mundzir rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Battol menyatakan, “Para ulama berselisih pendapat kapan waktu anak diperintahkan untuk berpuasa.

Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, ‘Auroh, ‘Atho’, Az Zuhri, Qotadah dan Imam Asy Syafi’i menyatakan bahwa anak diperintahkan puasa ketika telah mampu.

Al Awza’i menyatakan bahwa jika jika anak telah mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan tidak lemas, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa. …

Ishaq berkata bahwa jika  anak telah menginjak usia 12 tahun, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa agar terbiasa.

Ibnu Al Majusyun berkata, “Jika anak telah mampu puasa, maka ia telah wajib puasa. JIka ia tidak puasa tanpa udzur dan bukan karena sakit, maka ia tetap wajib mengganti (mengqodho’) puasanya.

Sedangkan Asy-hab berkata, “Disunnahkan bagi anak-anak untuk berpuasa ketika ia telah mampu.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Bagusnya adalah ketika telah mampu, anak hendaklah sudah diperintahkan untuk berpuasa. Ketika ia sudah baligh dengan tanda telah haidh bagi wanita, tumbuh bulu kemaluan atau telah mimpi basah, maka ia sudah wajib untuk berpuasa.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita anak-anak yang sholeh yang giat untuk beribadah dan berakhlak mulia.

Wallahu waliyyut taufiq.
loading...