Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Monday, January 4, 2016

Professor Jepang Masuk Islam, Ia Bilang Hidayah Adalah Hadiah Terbesar Dalam Hidup, Begini Ceritanya...

Assalamul alaikum sobat semua. Di awal tahun 2016 ini, Admin mendoakan semoga sobat-sobat semua senantiasa sehat wal afiat dan makin sukses dalam kehidupan ini.

Nah, sebagai postingan pertama di tahun ini, ada sebuah berita menarik nih dari Negeri Sakura, Jepang.

Prof. Dr. Atsushi Kamal Okuda, Profesor bidang Politik di Universitas Keio yang juga merupakan Ilmuwan muslim Jepang dan pendidik ahli di sejumlah universitas di Tokyo, Jepang.

Dr Kamal Okuda telah lama berjuang mencari kebenaran dan agama yang haq, sampai akhirnya ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dia menjelaskan hidupnya sebelum memeluk Islam:

“Sebelum memeluk Islam hidup saya adalah barbar .. Sangat barbar! Jahil.. saya buta akan kebenaran!”

Dr. Okuda adalah contoh yang sangat baik bagi umat Islam di Jepang. Dia mengambil minat dalam perundangundangan Islam, ia pindah ke Aleppo-Syria untuk melanjutkan studi dan belajar bahasa Arab.

Dia mengatakan: “Pada saat itu saya masuk Islam .. Saya percaya bahwa ini adalah hadiah terbesar dari Allah dalam hidup saya!”.

Saat ini, Dr Okuda bekerja keras dengan rekan-rekannya dan para mahasiswa di Jepang untuk menyebarkan Islam di Jepang untuk menyelamatkan bangsa mereka. Semoga Allah memberi mereka keberkahan dan kelancaran dalam dakwahnya. Amiin
loading...

Wednesday, December 30, 2015

Kemenangan Tak Selamnya Membahagiakan

Kemenangan biasanya lahir dari pertarungan, persaingan, perkelahian dan segala jenis kompetisi lainnya di dalam kehidupan ini.

Kemenangan melahirkan kepuasan. Tapi sadarkah kita, bahwa ternyata kemenangan tak selamanya melahirkan kebahagiaan?

Kadang, kemenangan adalah kenikmatn semu, yang nanti pada ujungnya berakhir dengan kerugian dan derita.

Lihatlah...

Kalau kita ribut dengan pelanggan,
Walaupun kita menang,
Pelanggan tetap akan lari.

Kalau ribut dengan rekan sekerja,
Walaupun kita menang,
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim.

Kalau kita ribut dengan boss,
Walaupun kita menang,
Tiada lagi masa depan di tempat itu.

Kalau kita ribut dengan keluarga,
Walaupun kita menang,
Hubungan kekeluargaan akan renggang.

Kalau kita ribut dengan guru,
Walaupun kita menang,
Keberkahan menuntut ilmu dan kemesraan itu akan hilang.

Kalau ribut dengan kawan,
Walaupun kita menang,
Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

Kalau ribut dengan pasangan,
Walaupun kita menang,
Perasaan sayang pasti akan berkurang.

Kalau kita ribut dengan siapapun,
Walaupun kita menang,
Kita tetap kalah…

Yang menang cuma ego diri sendiri, itu hanyalah kemenangan semu.
Yang susah adalah mengalahkan ego diri sendiri. Namun, jika kita mampu menaklukan diri sendiri, ialah pemenang sejati.
loading...

Monday, December 28, 2015

Cabutlah DURI Itu Dari Hatimu....!

Saudaraku...Saudariku Muslim dan Muslimah....
Salah omong
Salah bertingkah
Salah faham
Itu semua wajar Biasa...
Namanya juga manusia...

Kalau ada saudara kita yang minta maaf atas kesalahannya
Hati yang besar akan mudah memberikan maaf
Kemudian kalau dia mengulangi kesalahannya
Kadang kita mulai enggan memaafkan

Namun seharusnya kita tetap memaafkan Karena kitapun sering mengulangi kesalahan yang sama pada Allah
Dan Allah tetap menerima kita


SEAKAN DIRIMU TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH ?

Bacalah dengan seksama hadits di bawah ini
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:

"Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia berkata:

"Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, berapa kali kita memaafkan (kesalahan) pembantu?"

Lalu beliau pun diam. Kemudian orang itu mengulang perkataannya
Dan Nabi pun masih terdiam.

Lalu yang ketiga kalinya beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Maafkanlah dia (pembantu) setiap hari tujuh puluh kali."
(HR. Abu Dawud)

Ingat 70 kali berbuat salah Kita seharusnya tetap memberi maaf

MAAF ITU INDAH...
DENDAM DAN SAKIT HATI ADALAH DURI DALAM HATI ...

DURI DI KAKI SAJA BUANG...
APALAGI DI DALAM HATI...
loading...

Wednesday, December 23, 2015

[FOTO] Ini Dia Masjid Agung Terbaik Se-Indonesia! Masjid Agung Madani Rokan Hulu, Riau

Kemeterian Agama Republik Indonesia baru saja merilis daftar masjid Agung terbaik se Indonesia.

Hasilnya, Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu Riau dinobatkan menjadi Masjid Agung percontohan paripurna terbaik pertama se-Indonesia.

Ditetapkannya Masjid Agung Madani menjadi terbaik I yang mengungguli Masjid Baiturrahman Jawa Timur dan Masjid Dr. Wahidin S DI Yogyakarta melalui seleksi ketat dari tim nasional.

Menurut Kabid Urais dan Binsyar, keunggulan Masjid Agung Madani dibandingkan Masjid lainnya adalah:

1) Pertama memiliki studi ilmu sains (Institut Sains Alquran).
2) Kedua, memiliki digital library.
3) Ketiga, Menara Masjid sebagai tempat wisata religi.
4) Keempat, memiliki ruang bussiness center yang meliputi mini market, ruang fitnes, ruang konsultasi keluarga, ruang psikologi, serta kebutuhan lainnya.



loading...

Friday, December 18, 2015

Apa Beda Antara BUNGA Dengan LABA? Yuk Pelajari Di Sini Agar Tidak Gagal Faham!

Dalam al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan Islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung-hitung, ketemunya sama: untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:

1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel-embel DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Allah melarang RIBA?
***

Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.

Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK tombol SHARE di bawah ini, mudah-mudahan anda akan mendapatkan kebaikan dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan kebaikan dari orang yang membaca dari share kawan anda. Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL kebaikan. Hehehe

Mudah khan? Mudah tapi tak semua yang membaca status ini mau men-share, ada bisikan: "Gak usah dishare, ngapain disuruh share mau aja......"

Iya, memang kadang ada bisikan halus di dalam sanubari kita, mengajak untuk malas untuk menebar kebaikan. Ya sudah, ga apa-apa kalau anda tidak mau share. Semoga Allah selalu meridhoi kita semua.
loading...