Wednesday, June 15, 2016

Allah Memberi Kekayaan dan Kecukupan.... Bukan Kemiskinan...

loading...
Dalam sebuah kesempatan, seorang Syaikh memberikan soal sederhana kepada murid-muridnya. Begini kira-kira:

Isilah titik titik dibawah ini dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. ALLAH *menciptakan tertawa dan
(..........??)

2. Allah itu mematikan dan
(............??)

3. Allah itu menciptakan laki-laki dan
(............??)

4. Allah itu memberikan kekayaan dan
(...........??)

Bagaimana jawabanya ?

Mudah bukan ?

Para murid pun memberikan jawaban yang sebagian besar memang  benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.

Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

KENAPA ???
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

Jawaban no 1
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
(QS. An-Najm:43)
👍👍👍

Jawaban no 2
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan."
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

Jawaban no 3
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. "
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

Jawaban no 4
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan."
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang nomor 4 kita sudah berburuk sangka kepada Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang menciptakan kemiskinan adalah diri kita sendiri. Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal

Aamiin aamiin Ya Robbal Aalamiin
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih