Monday, May 16, 2016

Kisah Polisi Yang Menilang Sahabatnya Sendiri.... Inspiratif Banget...!! Jangan Lupa Share ke Sahabat Yang Lain...

loading...
"Priiiiit.......­..!!", pluit polantas itu berbunyi panjang, menghentikan seorang pengemudi mobil yang menerobos lampu merah.

"Tolong tunjukkan SIM nya!". Kata polantas.

Dengan wajah kesal si pengemudi berkata,

"Maaf pak,saya tahu salah menerobos lampu merah, tapi tolong, pak, jangan ditilang. Saya buru-buru karena anak saya ulang tahun".

Sambil cemas pengemudi yang bernama Ari itu menatapi wajah polisi tersebut. Ternyata merupakan teman SMA-nya dulu,

"Lho..!!! Kau kan si Tono, kita teman SMA dulu!" Sambut Ari dengan nada lega. Tapi Tono, si Polisi tersebut hanya senyum sambil tetap bersikukuh meminta SIM si Ari.

Dengan wajah kecewa Ari pun memberikan SIM-nya. Kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca pintunya rapat-rapat. Sementara Tono menulis sesuatu di kertas tilangnya.

Beberapa saat kemudian, Tono mengetuk kaca pintu mobil Ari. Sambil memandangi wajah Tono penuh kecewa, Ari pun membuka kaca pintu mobilnya hanya sedkit saja, maksudnya hanya cukup untuk selipkan kertas tilang saja. Tono pun memberikan kertas lewat kaca yang terbuka hanya sekitar 2 cm itu lalu pergi tanpa kata.

Sambil menggerutu, kesal, Ari membuka kertas tersebut, tapi ... "Hei, apa ini? Kenapa SIM saya dikembalikan? Dan ini kertas apa???" Gumam Ari.

Segera Ari membuka kertas pemberian Tono tersebut dan ternyata Tono tidak menilangnya, justru menulis surat yang isinya:
"Hai Ari! Kau tahu, nggak? Dulu saya punya anak satu-satunya yang meninggal ditabrak oleh penerobos lampu merah. Pengemudinya dihukum 3 bulan. Setelah bebas ia dapat berkumpul dan memeluk anaknya lagi. Sementara saya ...??? Saya tidak dapat melihat apalagi memeluk anak saya lagi.... Beribu kali saya mencoba untuk maafkan pengemudi itu tapi tidak bisa. Maafkan saya Ari, kau hati-hati di jalan. Titip salam buat keluargamu dan selamat ulang tahun buat anakmu!"
Langsung Ari pun keluar dari mobilnya hendak jumpai Tono namun Tono sudah tidak berada di posnya lagi.

Sepanjang jalan mengemudi, perasaan Ari tak tentu. Berharap kesalahannya dapat termaafkan.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih