Tuesday, March 8, 2016

Memahami Cara Suami Meminta Maaf

Tulisan ini penting dibaca dan direnungkan oleh setiap istri, terutama mereka yang sedang mengalami masalah dalam rumah tangga.

Banyak istri yang berpikiran, 'kok suami saya dingin sekali', atau mengira suaminya keras kepala atau egois, tidak mau minta maaf walau sudah nyata-nyata melakukan kesalahan.

Renungkanlah wahai para istri... Bahawa terkadang, sebagian suami, sebagai manusia dia juga menyadari kesalahannya, dan meskipun dia berat untuk mengucapkan minta maaf kepada istrinya, berat untuk mengucakan, “ Wahai istriku maafkan aku,” namun terkadang dia MINTA MAAF DENGAN CARA YANG LAIN.

Misalnya terjadi keributan, sang suami merasa salah. Maka dia punya cara lain untuk meminta maaf. Misalnya dia mengatakan, “Ayo malam ini kita makan di restoran .”

Sudah. Seorang istri hendaknya mengerti, kalau suaminya mengajak makan malam direstoran berarti sebenarnya dia mengatakan “ saya minta maaf, saya salah.”

Jangan kita tunggu dia harus mengungkapkan tersebut ‘saya minta maaf’ dari lisannya. TIDAK MUDAH BAGI SETIAP SUAMI.

Oleh karenanya kalo suami sudah mulai merubah sikapnya misalnya mengajak makan malam, misalnya datang kemudian mulai mijit-mijit istrinya mulai elus-elus rambutnya itu berarti dia sudah minta maaf.

Tidak perlu seorang wanita menunggu dia mengucapkan, melafadzkan “saya minta maaf wahai istriku”

Dengan cara seperti ini, seorang istri memahami karakter suami yang cara minta maafnya terkadang TIDAK DENGAN LISAN tetapi dengan SIKAP, maka rumah tangga akan berjalan dengan penuh mawadah wa rahmah. Setiap kesalahan, setiap keretakan mudah untuk segera dikembalikan untuk diperbaiki.

Semoga kita semua merasakan kehidupan rumah tangga yang penuh mawadah wa rahmah dan diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala.

Jadilah engkau sebagai wanita yang mudah meminta maaf. Jadilah engkau sebagai PENGHUNI SURGA… “
loading...

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum.... trimakasih atas artikel hasanah untuk nasihat ruh dan jasad.. baaroka Allah...

    ReplyDelete

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih