Tuesday, May 20, 2014

[+Foto]: Wow... Pasar Jodoh di Shanghai...!

Ketika seseorang beranjak dewasa, masalah jodoh terkadang menjadi masalah yang cukup membuat pusing. Di beberapa budaya, usia-usia tertentu dianggap sebagai usia matang untuk berumah tangga, misalnya 25 tahun. Tetapi bagaimana jika jodoh tak kunjung datang? Apakah kita hanya bisa berdiam diri? Atau kita harus berusaha seperti yang terjadi di Shanghai ini?

Ya, di Shanghai, ada yang namanya pasar jodoh. Pasar yang memiliki nama lokal Marriage Market ini adalah tempatnya para jomblo yang mencari jodoh. Pasar ini sudah ada sejak tahun 1996 di People's Park, Shanghai.

Setiap hari Sabtu dan Minggu siang hingga jam 5 sore, tak peduli bagaimanapun cuacanya, masyarakat memenuhi taman rakyat di Shanghai, China. Kebanyakan yang datang adalah para orang tua yang memiliki anak yang belum menikah. Tujuannya adalah untuk bergabung dalam pasar jodoh yang diadakan di sana.

"Anak saya pergi ke Inggris untuk sekolah. Kemudian begitu kembali ke China, usia sudah masuk terlambat untuk memiliki pacar," ujar salah seorang pengujung Marriage Market yang mencarikan pasangan untuk anaknya seperti dilihat dari CNN, Senin (19/5/2014).

Pada dinding taman di pasar ini, ratusan kertas berisi data diri dan pesan digantung oleh para orang tua. Pada kertas tersebut ditulis hal-hal yang menggambarkan sang pencari belahan jiwa, misalnya nama, alamat, pekerjaan, hingga berat dan tinggi badan. Karena masyarakat China sangat percaya dengan perhitungan nasib, tak lupa juga shio dan zodiak juga ikut dituliskan. Lucunya, tak hanya berhenti sampai pada acara memasang data diri sang anak, para orang tua pun berkeliling dan mengobrol dengan para orang tua lainnya, siapa tahu ada yang cocok.

Marriage Market punya cara sendiri untuk memberi informasi orang-orang yang mencari jodoh. Anda tak akan melihat objek yang dijual. Yang ada hanya surat seperti 'CV' (curriculum vitae) para jomblo.

'CV' ini dipajang pada tali panjang yang tersedia di pasar. Dalam CV tersebut tertulis ciri-ciri dan profil anak yang mencari jodoh. Beberapa ciri yang ditulis umumnya, usia, tinggi, pekerjaan, gaji, tempat kuliah

Salah satu contoh isi CV yang ada bertuliskan "Wanita, lahir tahun 1981, tinggi 162 cm, lulusan sarjana, saat ini bekerja sebagai project director di perusahaan asing. Gaji perbulan di atas RMB 10.000. Mencari seseorang yang lahir di antara tahun 1974 dan 1982, lulusan sarjana atau di atasnya dan memiliki tanggung jawab tinggi kepada keluarga."

Walaupun hak untuk memilih pasangan telah lama digaungkan di China, tetapi para orang tua masih merasa perlu untuk mengatur anak-anak mereka. Alasannya, karena anak-anak mereka terlalu sibuk dan tidak aktif mencari. Secara tradisional pun, perjodohan pun masih sangat lekat dalam budaya masyarakat.

Pasar jodoh di Shanghai ini hanyalah salah satu dari beberapa pasar terbuka lainnya di China. Meskipun ribuan orang tua rajin mengunjungi pasar ini di akhir pekan, ternyata tingkat keberhasilan mencarikan jodoh untuk sang anak terhitung masih rendah. Banyak orang tua yang harus kembali bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun untuk mencarikan belahan jiwa sang anak.

Namun lambat laun tradisi unik ini mulai hilang karena modernisasi di Shanghai. Kebanyakan remaja di Shanghai juga sudah mulai gerah dengan orang tua mereka yang seakan ikut campur dalam urusan percintaan.

Alhasil, nama-nama yang diiklankan di pasar ini sudah tak seramai dulu. Meski begitu, tetap saja banyak yang datang ke pasar ini untuk mencari jodoh.

loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih