Monday, November 4, 2013

Hukum Bukan Untuk Melindungi Orang-orang Bodoh

Di tahun 1800-an di Amerika Serikat, ada seorang pria yang sangat miskin. Ia sudah sudah berusaha dan mengerjakan segala cara untuk mencari rezeki.

Suatu ketika, terfikir olehnya sebuah ide untuk cepat jadi orang kaya. Tanpa ragu ia menjalankan ide tersebut. Dengan modal yang ada, ia memasang sebuah iklan di koran.

Iklan tersebut berbunyi:

"Rahasia sukses seorang Milyuner. Anda ingin jadi kaya dalam 8  hari? Saya punya resepnya. Biaya tidak mahal, cukup kirimkan wesel 1 US$ ke alamat saya di bawah ini.... Dan saya akan memberitahu tipsnya minggu depan".

Di bawahnya tertera alamat pria tersebut.

Tanpa diduga, jutaan orang rupanya tertarik dengan iklan tersebut. Mereka pikir, apalah artinya 1 dollar dibanding resep jitu tersebut. Tanpa ragu, mereka lantas mengirim wesel 1 dolar ke alamat pria tersebut. Hingga kurang dari 8 hari, pria tersebut meraup uang lebih dari 1 juta US$.

Pada hari ke-9, pria yang sudah jadi Orang Kaya Baru (OKB) itu kembali memasang iklan di koran yang sama. Ia menulis:

"Sekarang saya akan bagikan trik cepat menjadi orang kaya: Lakukanlah seperti yang telah saya lakukan. Cukup pasang iklan seperti minggu lalu. Mudah-mudahan anda sukses! Salam hormat".

Jutaan orang yang membaca iklan tersebut sangat marah dan murka. Mereka merasa telah ditipu. Puluhan orang pun mensomasi dan menggugat pria tersebut ke Pengadilan.

Namun, para penggugat tidak punya alasan yang cukup kuat untuk menjerat pria itu. Ia bahkan dinilai jujur, karena ia sendiri berhasil membuktikan bisa menjadi orang kaya kurang dari 8 hari.

Hakim pun membebaskan pria itu dari segala tuntutan. Di akhir putusan, sang hakim mengatakan:

"The Law does'n protect the dupes". [Hukum tidak melindungi orang-orang dungu].

Kata-kata ini kelak menjadi adagium hukum termasyhur di belakang hari.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih