Thursday, August 3, 2017

Rahasia di Balik Doa Nabi Yunus Alaihissalam

loading...
Ilustrasi:
Sebuah lukisan dari abad pertengahan tentang Nabi Yunus (Jonah)
Jalan para pebisnis adalah jalan yang penuh liku. Tak hanya liku, jalan para pebisnis juga berhiaskan jurang dikanan dan dikiri. Tak sedikit pebisnis yang harus terjerambab dalam jurang yang dalam lagi gelap.

Semua bisa saja terjadi. Itulah bisnis. Bisa saja realita tidak berjalan sesuai rencana. Bisa saja ada satu dua pihak yang secara tidak langsung menjadi biang masalah. Ada invoice yang tak terbayar, ada penalti yang tiba-tiba harus kita bayar, ada kehilangan barang ditengah ekspedisi, ada perencanaan income yang tidak sesuai perencanaan, padahal jadwal pengembalian pinjaman terus menghantui.

Gelap... gelap... dan gelap.

***

Berbicara tentang kegelapan, ada sebuah kisah Nabi yang harus melewati episode kegelapan. Dialah Nabi Yunus 'alaihissalam. Seorang Nabi yang "gagal" bersabar mendakwahi ummatnya, pergi berlayar keluar kampungnya, kemudian harus terpilih untuk dibuang dilaut agar mengurangi beban kapal yang oleng, ditelan paus, lalu terjebak dalam gelap yang panjang.

Para mufasirin menyebut apa yang dialami Nabi Yunus sebagai tiga lapis kegelapan,

1. Gelapnya perut ikan
2. Gelapnya lautan
3  Gelapnya Malam

Kejadian ini membuat Nabi Yunus AS tersadar akan kesalahannya. Beliau kemudian bertaubat dengan sangat. Memuji Allah, kemudian mengakui kesalahan diri.

Paus itu kemudian diperintahkan Allah untuk merapat ke tepi pulau. Disanalah Nabi Yunus dimuntahkan. Di tepi pulau tersebut, terdapat tanaman buah yang menyehatkan. Lalu sekembalinya Nabi Yunus AS ke kaumnya, ternyata mereka sudah beriman.

Sangat menarik. Taubat Nabi Yunus AS bukan hanya mengeluarkan Nabi Yunus dari kegelapan perut ikan, namun Allah juga membuat kaumnya beriman, tanpa harus Nabi Yunus lelah berdakwah. Allah seakan memberi solusi berganda atas berbagai masalah sekaligus.

***

Yang menjadi pertanyaan besar kita, doa apakah yang diucapkan oleh Nabi Yunus 'alaihissalam?

Doa tersebut diabadikan didalam Al Qur'an pada surah Al Anbiya ayat 87 :

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّى ڪُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Itulah dzikir Nabi Yunus didalam perut ikan, itulah doa nabi Yunus kepada RabbNya. Tak ada satupun kalimat minta dikeluarkan dari perut ikan, tidak ada satu pun kalimat protes, yang ada hanyalah taubat, memuji Allah dan mengakui kesalahan.

Laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzholimin ....

***

Bertumbuh didalam dunia Dakwah dan Bisnis, mendorong kita untuk selalu mencari titik temu terhadap keduanya. Dan disinilah kita menemukan makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus. Sebuah makna yang sangat erat dengan proses bisnis itu sendiri.

Baiklah, mari kita bahas.

Sebenarnya, apa makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus 'Alaihissalam?

Saya membaginya kedalam tiga bagian besar.

***

1. Laa ilaha illa anta, tiada Ilah selain Allah.

Langkah pertama ketika terperosok dalam gelap adalah membangun "kemungkinan" bahwa suatu saat kita pasti akan keluar dari gelapnya masalah ini. Atau dengan kata lain, kita membunuh kemustahilan. Karena banyak yang merasa "mustahil" dapat keluar dari gelap yang mencekam.

Lihatlah suasana bathin Nabi Yunus AS, laa ilaha illa anta berarti pengakuan bahwa tiada yang aku sembah kecuali Allah, tiada yang aku takuti kecuali Allah, termasuk tiada yang dapat menyelamatkan aku kecuali Allah. Nabi Yunus AS sedang membangun

 Ketika kegelapan bisnis menerpa, terkadang kita merasa bahwa dunia akan berakhir. Kita terkadang merasa sudah tertelan ikan paus dan akan terlumat didalam perut ikan. Kita merasa dan meyakini bahwa masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya.

Disinilah jebakan setan kepada para pebisnis. Setan membangun pesisme, setan membangun kelemahan jiwa. Belajar dari Dzikir Nabi Yunus, beliau memulai dizkirnya dengan mentauhidkan Allah. Beliau memulai dzikirnya dengan sebuah pengakuan mendalam bahwa Allahlah Tuhannya, penolongnya, pelindungnya, dan pengurusnya.

Maka  mereka yang memantapkan keimanan ketika jatuh dalam gelap. Bukan malah kehilangan keyakinan!

Langkah pertama ketika Anda jatuh kedalam gelap adalah membangun kemungkinan bahwa suatu saat Anda dapat keluar dari gelap ini. Dan dialah Allah yang dapat mengeluarkan Anda. Ini langkah bathin pertama. Membangun keyakinan.

***

2. Subhanaka, Maha Suci Engkau.

Bagian kedua dari dzikir ini adalah pengakuan atas kesucian Allah.

Para mufasirin menjelaskan, Subhanaka berarti mengakui bahwa Allah suci dan bersih dari segala kezaliman. Allah bersih dan suci dari kesalahan. Termasuk salah taqdir, salah setting, salah skenario dan kesalahan-kesalahan lainnya.

Bayangkan, Jika kita berada pada posisi Nabi Yunus, mungkin kita bertanya tanya :

Mengapa Saya? Mengapa harus Saya yang ter-undi terbuang ke laut? Mengapa nasib Saya naas seperti ini? Saya kan nabiMu Ya Rabb, Saya kan orang sholih, dan seterusnya. Faktanya, Nabi Yunus tidak demikian.

Nabi Yunus membangun sebuah kesadaran bahwa tertelannya dia di perut ikan adalah bukan kesalahan Allah dan bukan kesalahan taqdir. Karena Allah suci dari hal hal yang salah.

Inilah yang harus dibangun oleh ketika kegelapan menerpa. Bersangka baiklah pada Allah, dan HENTIKANLAH sangka buruk padaNya.

Terkadang, tak jarang ketika ada masalah, kita serta merta tidak terima akan taqdir yang terjadi. Kita gak terima atas keadaan yang menimpa. Kita gak terima, kok supplier tega banget nipu kita (misalnya). Kita gak terima, kenapa kok daya beli tiba-tiba turun, sementara investasi sudah disuntik ke bisnis baru. Kita suka gak terima, mengapa Allah timpakan ini dan itu.

Belajar dari Nabi Yunus, harusnya kita langsung menyadari bahwa Allah gak mungkin salah skenario danAllah gak mungkin zalim. Terjerambabnya kita hari ini pastilah memiliki makna. Sebuah makna yang akan membawa kebaikan pada kehidupan kita.

Makadari itu, Nabi Yunus langsung menyambung dzikir ini dengan kalimat penutup yang mencengangkan.

***

3. Inni kuntu minadzholimin, sungguh sungguh aku yang dzholim. 

Kalimat penutup dzikir Nabi Yunus ini adalah sebuah pengakuan, bahwa terjebaknya ia dalam tiga kegelapan adalah salahnya sendiri. Nabi Yunus tidak serta merta menyalahkan ABK yang membuangnya. Beliau juga tidak menyalahkan ummatnya yang tak kunjung beriman. Namun beliau menyalahkan diri sendiri. Beliau menyadari bahwa ini adalah salah beliau, ini adalah akibat dosa beliau, yang tak sabar menunggu kaumnya beriman.

 Mari kita selami hati kita, apakah kita sedang menyalahkan diri sendiri? Atau kita sedang menyalahkan orang lain?

Ketika Anda menyalahkan orang lain atas terjerambabnya diri Anda, maka relatif Anda fokus ke hal hal diluar Anda. Dan faktanya, hal hal diluar Anda tidak bisa Anda kendalikan.

Namun jika Anda mengalamatkan kesalahan pada diri Anda sendiri, maka hati Anda akan lebih damai, karena Anda pada dasarnya mampu merubah diri anda sendiri.

Ketika mitra bisnis menyakiti Anda, maka Anda segera kembalikan kepada diri Anda : "mungkin Saya terlalu buru buru bermitra, mungkin saya kurang jeli"

Ketika Anda mengalami kehilangan barang ditengah ekspedisi : "mungkin Saya salah memilih ekspedisi, mungkin Saya ada dosa-dosa yang menghambat bisnis, mungkin Saya sudah lama tidak bercengkrama dengan keluarga, mungkin Saya ada menahan rezeki orang lain"

Ketika Anda harus bergelut dengan jadwal pengembalian pinjaman : "Saya begini mungkin karena memang ambisi Saya yang salah, Saya memang kurang perhitungan, Saya terlalu pede."

ketika bathin kita sudah mengakui : bahwa memang kita yang Zalim pada diri kita sendiri, insyaAllah kita akan lebih bertanggung jawab dalam memperbaiki diri ini. Berbeda jika kita menyalahkan orang lain, maka kita relatif akan terus berfokus untuk menunggu berubahnya pihak lain. Padahal itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

***

Sahabatku, jika dirangkum, ada tiga langkah bathin yang harus kita amalkan agar kita dapat keluar dari gelapnya kehidupan :

1. Mengakui Kekuatan Allah.
2. Mengakui Kesucian Allah.
3. Mengakui kesalahan diri sendiri

Yuk sahabatku, berhentilah pesimis, jauhilah putus asa. Sedalam apapun jurang yang menelanmu, akan sepanjang itulah tali pertolongan Allah padamu.

Yuk, mari sucikan Allah, Allah gak mungkin salah setting, salah skenario, salah taqdir dan salah-salah yang lainnya. Semua kegelapan ini terjadi atas izinNya, dan pastilah ia punya maksud.

Yuk, berhenti menyalahkan orang lain, ini adalah hidup kita, gelap yang menyelimuti hari ini adalah masalah kita. Kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Menyalahkan orang lain hanya membuat kita makin stress.

Ingat, kita sedang berada di jurang yang gelap, tanpa sesiapapun yang menemani, jika Anda masih menyalahkan orang-orang yang berada diatas permukaan, maka kegelapan Anda awet. Mohon direnungkan.

Hanya TAUBAT yang dapat menjadi jalan pembuka, bagi KEGELAPAN yang menerpa.

***

Semoga bermanfaat, 
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih