Tuesday, July 12, 2016

[Hikmah]: Kisah Kaos Kaki Berlubang...

loading...
Ini sebuah kisah penuh hikmah yang mudah-mudahan bisa menggugah kesadaran kita akan dunia yang fana ini.

Alkisah seorang kaya raya sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak-anaknya.

Beliau berwasiat:

Anakku, jika ayah sudah dipanggil Yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian:

"Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong, ayah ingin memakai barang kesayangan yang penuh kenangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipakaikan bila ayah dikubur nanti."

Singkat cerita, akhirnya sang ayah wafat. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak ustadz untuk memakaikan kaos kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi pak Ustadz menolaknya:

"Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat."

Terjadi perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak ustad yang melarangnya itu .

Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus notaris keluarga tersebut.

Beliau menyampaikan: "Sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk."

Maka dibukalah surat wasiat almarhum untuk anak-anaknya yang di titipkan kepada notaris tersebut.

Ini bunyinya:
"Anak-anakku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki bolong kepada jenasah ayah"
"Lihatlah anak-anakku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah, kebun dan sawah dimana-mana, rumah mewah banyak, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah meninggal dunia."
"Bahkan kaos kaki bolong saja tidak boleh dibawa mati."
"Begitu tidak berartinya harta dunia, kecuali amal kebaikan kita"
"Anak-anakku, inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang hanya  sementara. Pada akhirnya teman sejati kita hanyalah amal".
"Salam sayang dari Ayah yg ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju ridho Allah Swt."
**
Semoga bermanfaat
Baraka Allah fikum. Aamiin
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih