Wednesday, July 2, 2014

Ramadhan, Tayangan Televisi di Arab Dihiasi Tayangan Vulgar...!

loading...
ٍSinetron 'Kalam ala Waraq'
Bila tayangan televisi di tanah air dilarang menayangkan tayangan vulgar selama bulan Ramadhan seperti yang disampaikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), lain pula ceritanya di Timur Tengah.

Siaran Televisi di Timur Tengah diwarnai tayangan-tayangan vulgar yang kontradiktif dengan kesakralan bulan Ramadhan. Penayangan ini dipicu persaingan sinetron serial (musalsal) Arab yang ditayangkan beberapa televisi.

Seperti dalam sinetron Kalam 'Ala Waraq كلام على ورق (Ucapan di atas Kertas) yang dibintangi oleh artis panas Haifa Wahbi, yang mana dialog dalam sinetron tersebut mengandung ungkapan-ungkapan dan tayangan vulgar yang tidak wajar.

Episode perdana sinetron tersebut mengisahkan Habibah (yang diperankan Haifa') yang ditangkap dan dinterogasi oleh Kepolisian Beirut setelah diduga terlibat dalam kejahatan pembunuhan. Dalam sinteron ini diceritakan Habibah sebagai sosok desainer yang menjadi pecandu narkoba.

Lain pula dalam tayangan sinetron Ibnu Halal إبن حلال (Anak Sah) yang diperankan artis Sarah Salamah. Dalam Episode pertama sinetron tersebut, Sarah tampil dengan pakaian hot short dan setengah telanjang. Tayangan ini tak ayal mendapat kritikan dan kecaman pedas seperti yang terungkap dari bebagai tweet dan media sosial.

Begitu juga sinteron Shahibus Sa'adah  صاحب السعادة (Tuan Yang Berbahagia) yang dibintangi aktor kawakan Mesir, Adil Imam. Dalam sinteron tersebut ditampilkan tarian panas yang dibawakan oleh penari perut asal Armenia, Shafinaz, yang menari bersama aktor tersebut penuh kontroversi.

Sinteron lain yang tak kalah panasnya di bulan Ramadhan ini adalah sinetron Amradh Nisa' أمراض نساء (Penyakit Wanita) yang menampilkan aktor Mushtafa Sya'ban menari bersama beberapa gadis yang berpakaian seronok dan nyaris terbuka.

Begitu juga sinetron Sijn al-Nisa سجن النساء (Penjara Wanita) yang menampilkan artis penari papan atas seperti Rubi dan Nelly Karim.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih