Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Tuesday, October 9, 2018

Nasihat Adalah Wujud Ungkapan Cinta

Nasehat adalah tanda ungkapan cinta seseorang. Nasehat seorang ibu kepada anaknya adalah bukti cinta dan kasih sayang seorang ibu.

Nasehat dari seorang sahabat adalah tanda kasih sayang dan perhatian darinya. Begitulah Islam mendidik kita agar selalu menasehati dan mengingatkan antar sesama. Sebagaimana sabda Nabi saw :

الدين النصيحة
"Agama adalah nasehat"

Hadist diatas menunjukkan sangat pentingnya sebuah nasehat dalam agama. Dan begitulah yang dapat kita lihat dalam kehidupan Rasulullah saw. Ucapan beliau penuh dengan mutiara hikmah. Tak jarang beliau menasehati para sahabat-sahabat beliau dengan mutiara-mutiara hikmah yang keluar dari lisan mulia beliau.

Dan diantara mutiara hikmah Rasulullah saw kepada sahabat beliau, adalah nasehat beliau kepada seorang sahabat yang bernama Abu Dzar Al Ghifari. Dan inilah isi nasehat beliau :

يا ابا ذر ، جدّد السفينة فإن البحر عميق، وخذ الزاد كاملا فإن السفر بعيد، وخفّف الحمل فإن العقبة كئود، واخلص العمل فإن الناقد بصير

"Wahai Abu Dzar... Perbaikilah kapalmu, karena lautan sangat dalam. Bawalah bekal yang sempurna, karena perjalananmu jauh. Ringankanlah beban muatanmu, karena rintangan-rintangannya berat sekali. Dan ikhlaslah dalam beramal, karena sesungguhnya Yang Maha Meneliti, Maha Melihat."

Yang dimaksud memperbaiki kapal disini adalah memperbaiki niat, agar semua perbuatan dapat berfungsi sebagai ibadah dan ladang pahala, guna keselamatan dari adzab Allah.

Perjalanan yang jauh disini, maksudnya adalah perjalanan akhirat. Sedang beban muatan adalah beban pertanggungjawaban urusan duniawi. Perjalanan akhirat diumpamakan laut yang dalam, perjalanan jauh dan bukit terjal karena sama-sama banyak kesulitan dan rintangannya.

Sedangkan nasehat 'ikhlaslah dalam beramal' karena Allah swt, Yang Maha meneliti, meneliti secara cermat perbuatan baik dan buruk.

Menasehati, bukan berarti lebih mulia. Dinasehati, bukan berarti lebih hina.

Saling menasehati bukankah  wujud cinta ... Juga wujud indahnya ukhuwwah ... Jika menunggu yang sempurna untuk menasehati , lalu kapan indahnya kebaikan agama islam akan tersebarluaskan..... ??!!

📚Sumber : kitab nashoihul ibad
loading...

Monday, October 8, 2018

5 Kiat Untuk Keluar Dari Masalah

Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan dengan berbagai persoalan. Sampai suatu ketika, kita merasa seperti terjebak dalam gua. Dalam gua itu merasa gelap, kita butuh secercah cahaya. Namun sayang, pintu gua itu tertutup batu. Untuk menggeser batu itu, tidak mungkin, karena sangat berat.

Begitu juga dalam hidup kita, terkadang kita dihadapkan pada masalah besar. Masalah tersebut lebih besar dari kemampuan kita. Kita coba mencari solusi, namun tak satupun dapat menyelesaikannya. Kita merasa buntu. Merasa, tak ada jalan keluar.

Betulkah tidak ada solusi?

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baik kita merenungi hadis Nabi yang tercantum dalam kitab Riyadush Shalihin Bab Ikhlas karya Imam Nawawi.

Dari Abu Abdurrahman ‘Abdullah bin Umar bin Khattab r.a., ia menuturkan: Aku mendengar Rasulullah SAW bercerita:

Pada masa sebelum kalian, ada tiga orang yang berjalan-jalan sampai malam dan mereka bermalam di dalam gua. Tiba-tiba, setelah mereka masuk dalam gua itu, ada batu besar dari bukit runtuh dan menutupi pintu gua sehingga mereka tidak bisa keluar.

Salah satu dari ketiganya berkata, ”Kita tidak akan mampu keluar dari gua ini, kecuali kita berdo’a kepada Allah dengan menyebutkan amal-amal terbaik kita. Mudah-mudahan dengan itu, Allah mengeluarkan kita dari gua ini.”

Dan mereka pun akhirnya berdoa.

Orang pertama bermunajat, ”Ya Allah, dulu saya memiliki orang tua yang sudah tua renta. Setiap hari setelah bekerja di kebun, saya selalu menyuapi mereka untuk minum susu. Tapi suatu hari, karena kejauhan mencari kayu bakar, saya terlambat untuk pulang ke rumah. Saya dapati kedua orang tua saya ternyata sudah tertidur. Saya tidak berani membangunkannya untuk minum susu sedang wadah susu sudah berada di tangan saya. Pada waktu itu, anak dan istri saya meminta susu, yang biasanya tersisa setelah orang tua saya minum. Tetapi saya menolaknya. Saya tunggui orang tua saya sampai mereka bangun waktu fajar datang. Akhirnya saya meminumkan susu untuk mereka. Ya Allah, sekiranya apa yang saya lakukan itu ikhlas karena mengharap ridho-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini”. Dan batu yang menutupi gua itu, bergeser sedikit.

Orang kedua melanjutkan berdoa, ”Ya Allah, dulu saya memiliki sepupu yang sangat cantik, yang aku cintai. Pada suatu ketika tiba masa paceklik dan dia datang kepadaku untuk meminjam uang 120 dinar. Saya berkata padanya, ’Saya akan meminjamkan uang kepadamu, asal kau mau tidur denganku.’ Awalnya dia menolak. Tapi lama kelamaan dia terpaksa menerima karena dia sangat butuh uang itu. Akhirnya saya pun, sudah akan berzina dengannya. Tapi sebelum saya berzina dengannya, dia berkata, ’Bertakwalah kamu kepada Allah!’ Tiba-tiba saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Saya memberikan uang itu kepadanya dan setelah itu saya berlari keluar sekencang-kencangnya. Ya Allah sekiranya yang saya lakukan itu ikhlas karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini.” Dan batu yang menutupi gua itu, bergeser lebih lebar.

Orang ketiga melanjutkan berdoa, ”Ya Allah, dulu saya memiliki seorang pegawai yang ingin saya berikan gajinya. Tapi tiba-tiba dia pergi entah kemana. Uang gaji itu kemudian saya belikan domba. Domba itu beranak pinak. Kemudian saya belikan unta. Dan unta pun juga beranak pinak menjadi banyak. Jumlah mereka hampir mencapai satu padang gembalaan. Setelah sekian tahun lama dia pergi, tiba-tiba pegawai saya itu datang. Dia berkata, ’Ya Tuan, saya kesini bermaksud meminta gaji saya dulu, yang belum sempat saya ambil karena suatu hal.’ Saya menjawab, ’Engkau lihat padang gembalaan yang penuh dengan kambing dan unta itu?’. Dia berkata, ’Ya, saya melihatnya.’  Kemudian saya melanjutkan, ’Itu semua adalah milikmu, gajimu sudah saya belikan kambing, unta dan beranak pinak. Maka ambillah!’ Dia pun mengambil semuanya tanpa bersisa. Ya Allah, sekiranya apa yang saya lakukan itu ikhlas karenaMu, maka bukakanlah pintu gua ini.” Dan batu gua itu bergesar lebih lebar lagi. Mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dari gua itu.

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tersebut, ada banyak pelajaran yang dapat kita petik. Cerita dalam hadis ini, mengajarkan kepada kita cara atau kiat keluar dari masalah besar yang sedang kita hadapi, sebagai jawaban dari pertanyaan di awal. Setidaknya ada 5 kiat agar kita keluar dari masalah:

Kiat #1: Berdo’a kepada Allah SWT.

Do’a adalah senjata orang beriman. Do’a adalah inti dari ibadah. Ketika kita dihadapkan dengan masalah, berarti itu tanda Allah menginginkan kita dekat dengan kepada-Nya. Dia ingin kita beribadah kepada-Nya sungguh-sungguh. Dengan ibadah dan do’a ini, kita akan mengagungkan Allah SWT. Sehingga kita bisa berkata dengan diri sendiri, “Wahai diri, jangan katakan aku memiliki masalah besar, melainkan katakan aku memiliki Allah Yang Maha Besar!”

Dalam berdo’a ini kita harus memperhatikan adab-adab berdo’a sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Terutama kita harus menjaga makanan, minuman, serta pakaian dari hal-hal yang haram dan syubhat. Berdo’a dengan khusyu. Dan yakin Allah pasti mengambulkan do’a. Sebab, semua do’a kita ijabah oleh Allah, hanya saja ada yang segera, ada yang ditunda dan ada yang diganti dengan hal yang lebih baik.

Kiat #2: Bertawasul dengan hal disyari’atkan Allah dan rasul-Nya.

Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar do’a atau ibadah kita dapat lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam Islam ada 6 bentuk tawashul yang dibolehkan, yaitu: 1). Bertawassul dengan menyebut asmaa-ul husna (nama-nama Allah) yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a (QS. Al-A’raf [7]:180); 2). Bertawassul dengan sifat-sifat Allah Ta’ala; 3). Bertawassul dengan keimanan kepada Allah Ta’ala (Qs.Ali-Imran[3]:193); 4). Bertawassul dengan ketauhidan kepada Allah. (QS.Al-Anbiya[21]:87-88); 5). Bertawassul dengan amal shalih; dan 6). Bertawassul dengan meminta doanya orang shalih yang “masih hidup”.

Dalam hadis di atas, merupakan contoh tawasul melalui amal sholeh. Orang pertama bertawasul dengan amal sholeh berbuat baik kepada kedua orang tua; orang kedua bertawasul dengan amal sholeh meninggalkan zina karena takut kepada Allah; dan orang ketiga bertawasul dengan amal sholeh menepati janji, menjaga amanah, dan memberikan haknya secara tulus kepada orang lain.

Kiat #3: Berbakti dan meminta do’a-restu kepada kedua orang tua.

Adakalanya masalah besar yang dialami seseorang, karena hubungannya dengan kedua orangtuanya tidak harmonis. Misalnya, ada seorang perempuan sangat ingin menikah, sebab umurnya sudah hampir baya. Setiap kali dia ingin menikah, selalu saja kandas, bahkan batal ketika dia dan calon suaminya menyepakati hari pernikahan. Kegagalan demi kegagalan selalu dia alami.

Suatu ketika dia curhat dengan seniornya. Seniornya yang telah menikah itu, bertanya, “Bagaimana hubunganmu dengan ibumu?” Perempuan itu tidak menjawab. Dia menangis. Selama ini memang dia telah melupakan ibunya, padahal ibunya masih hidup. Waktu itu pula dia menelpon ibunya minta maaf atas kealfaannya selama ini. Tak berapa lama, di hari itu juga, tiba-tiba ada teman lamanya menghubunginya, dan mengajaknya menikah. Mereka pun menikah dan dikarunia anak.

Mungkin, masalah besar yang kita hadapi, ada hubungannya dengan masalah kita dengan kedua orang tua. Bisa jadi, kita menyadari telah mengecewakan, menyakiti dan membuat ortu kita tersinggung, terutama kepada ibu. Oleh sebab itu, agar kita keluar dari masalah, hendaknya minta maaf kepada ortu dan minta do’a mereka. Sebab do’a ibu-bapak terhadap anaknya akan diijabah oleh Allah SWT. Bahkan terkadang, banyak orang salah alamat mencari sosok “keramat” dengan mengunjungi kuburan, padahal di rumah ada sosok “keramat” (mulia) yaitu ortu, terutama ibu. Bukankah surga itu berada di bawah telapak kaki ibu?

Kiat #4: Menjaga diri dari perbuatan maksiat dan berdosa.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah telah meneliti akibat kemaksiatan, menurutnya ada 22 akibat maksiat, diantaranya –yang berhubungan dengan pembahasan kita– : terhalangnya mendapatkan ilmu; terhalangnya mendapat rezeki halal; semakin jauh kepada Allah; semakin jauh dari orang sholeh dan membuat semua urusannya sulit atau bermasalah.

Tidak sedikit, orang yang melakukan maksiat dan perbuatan dosa ketika dihadapi masalah. Misalnya, ada yang bermasalah secara finansial atau keuangan, menyelesaikannya dengan cara korupsi, mencuri, menipu dan sejenisnya. Dia sangka itu akan menyelesaikan masalah, padahal sebaliknya menambah masalah. Ketika kita bermasalah, malah pilih solusi yang tanpa masalah.

Dengan kata lain, ketika kita memiliki masalah, berarti ada kemaksiatan atau perbuatan dosa yang telah kita lakukan mungkin itu tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, ketika kita dihadapkan dengan masalah, cepat-cepatlah beristighfar dan bertaubat. Kita pergunakan waktu malam hari memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT.

Kiat #5: Menepati janji, menjalankan amanah dan bersikap dermawan.

Selain telah kita bahas di atas, ada juga masalah itu muncul karena kita tidak menepati janji, tidak amanah dan tidak mau berbagi kepada orang lain. Bisa jadi, janji itu bukan kepada orang lain, melainkan kepada diri kita sendiri, misalnya kita berjanji melakukan sesuatu ketika kita meraih sesuatu, ini kita kenal dengan nazar. Atau amanah yang Allah berikan kepada kita, namun kita sia-siakan, misalnya Allah mengamanahkan kepada kedua orang tua untuk menjaga anak-anaknya, namun tidak diajaga secara baik. Begitu juga akar masalah itu bisa dari sifat pelit kita kepada orang lain, sehingga Allah berlepas tangan untuk membantu kita sebab Allah akan membantu seorang hamba selama hamba itu membantu orang lain.

Ada banyak ayat, hadis dan kisah tentang shadaqah yang membawa berkah, sehingga masalah seseorang teratasi. Ada yang sembuh dari penyakit kronis, karena rajin shadaqah. Ada yang terlepas dari lilitan utang, karena rajin shadaqah. Ada rizkinya bertambah, karena gemar shadaqah. Ada hubungan menjadi harmonis, karena shadaqah.

Semoga kita dapat mengamalkan 5 kiat tersebut dalam kehidupan kita, agar kita keluar dari masalah yang kita hadapi. Wallahu a’lam bish shawab.

***
Sumber: Dikutip dari: Tulisan Udo YM di laman :  https://www.wasathiyyah.com/kajian/kehidupan/08/10/2018/5-kiat-keluar-dari-masalah/
loading...

Biasakan Anak Ke Masjid... Dan Ketahui Hak-hak Anak Terkait Masjid

Tulisan kali ini mengajak kita semua untuk berbagi pengalaman , agar anak-anak punya hak untuk berada di dalam Masjid

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, banyak orangtua yang beranggapan kalau anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid

Bahkan, anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. bahkan ada masjid yang terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid

Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik atau mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Akhirnya Masjid pun menjadi tempat menyeramkan dalam pandangan anak-anak.

Akibatnya, anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Mereka pun memilihi warung-warung playstation atau game online sebagai pelampiasan. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah.

Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yang menolak, sebab waktu kecil selalu 'dimusuhi' saat di masjid

Padahal, Sifat Allah yang Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yang galak dan suka bentak anak di masjid

Akhirnya anak-anak lebih mengenal Allah yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mereka banyak dihukum dan  dimarahi jika bermain-main di masjid

Pun jika ada anak yang sungguh-sungguh ibadah. Ternyata banyak mereka yang tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal ke. masjid

Padahal hak ada di shaff depan adalah yang datang duluan, bukan berdasarkan usia masjid

Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak-anak. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. anak-anak dianggap warga kelas dua di masjid

Masjid sebagai pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt untuk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan di masjid

Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar karena trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid

Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum dibanding di masjid

Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yang lain yang diajarkan rasul : memuliakan anak-anak di masjid

Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di masjid

Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya di masjid

Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak-anak puas bermain di masjid

Kisah-kisah Rasul yang memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul.

Alhamdulillah sebagian pengurus masjid yang melarang anak-anak, akhirnya ada juga yang tercerahkan meski awalnya marah-marah di masjid

Bahkan ada yang berinisiatif membuat ruang bermain bg anak-anak serta menyediakan pampers bagi anak-anak masjid

Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yang menjauhkan mereka dr agama. dan masjid

Jika  sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kapan harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima di masjid

Indahnya Jika  anak-anak saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama-lama di sana. Masjid pun ramai. Oleh kegiatan di masjid

Orang dewasa lain yang malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yang ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan  masjid

Jika  masjid ramai, maka tak ada lagi yang ribut dgn perang2 kelompok, begal dan kenakalan-kenakalan lain. Sebab mrk semua hatinya terpaut ke masjid

Jadi dari skarenag, mari buat masjid  sebagai tempat yang nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak-anak. Kelak mereka yang akan memakmurkan masjid

Mulailah sekarenag bikin iklan ke warnet-warnet dan game online, bahwa masjid skarenag punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi dan semua ke masjid

Mudah-mudahan ada pengurus masjid  yang membaca tulisan ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid semoga terwujud

Sumber: WA
loading...

Friday, October 5, 2018

[Kisah Inspiratif]: Mutiara Yang Terbuang... Penyesalan Seorang Anak Yang Durhaka

Alkisah, ada sepasang suami isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri :
(DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!)
Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan tercecer dimana-mana..... lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!

Suami :
Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua

Istri:
Tidak bisa begini terus- menerus....Kalau tiba-tiba ada tamu yang datang.... apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !

Suami :
Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo ??
...................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........
Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

"PUTRIKU buah HATIKU"

istri :
(Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu).

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"

Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....aku besarkan dengan kasih....aku sekolahkan dengan airmata....aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....diatas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba-tiba dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku.

Istri :
Sambil baca..... airmatanya mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak.
Tibatiba dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya....  "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

Suami :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya lalu........

"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)"

Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung keras sekali....menangis dan menyesal !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih KAH ada ibu dan ayah disisimu ?

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Ingatlah Saudaraku :

* kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"

* tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

* sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"

* sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dgn jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pd org tua....❤.

Pelajaran yg harus kita ubah,tingkah laku kita,tehadap org tua, terimalah dia apa adanya, krn dia satu2nya yg bisa memberikan kehidupan kita di dunia ini.👍👍


Sekarang Anda mempunyai 3 pilihan:
1. Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja..

2. Atau anda ingin mengingatkan pada teman yang anda kenal...Sharelah tulisan ini... mudah-muhdan anda menjadi agen kebaikan...

3. Atau anda cuek, tidak usah penat-penat dan sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini..Biarkan saja di sini..Kalau boleh hapus/ tutup saja..Mereka tidak perlu membaca tulisan ini..

😭😭😭
loading...

Monday, October 1, 2018

Hidup Adalah Perjalanan Panjang

Kutuliskan postingan ini, untukmu saudaraku.... yang sedang lelah dan barangkali kehilangan arah...

Saudaraku...

Sadarilah, bahwa hidup ini adalah PERJALANAN PANJANG, dan perjalanan itu penuh dengan ujian dan cobaan.

Rasulullah shallallohu alaihi wasallam- pernah bersabda:

Perjalanan panjang adalah potongan dari azab". [HR. Bukhori dan Muslim]

Sehingga, wajar bila di tengah perjalanan itu akan banyak cobaan, musibah, rintangan, hilang arah, lelah, bingung, dan seterusnya.

Oleh karenanya, bila Anda merasa bingung, lelah, tidak punya arah... maka berhentilah sejenak, istirahatkan diri, dan fokuslah untuk menguatkan diri dahulu, agar Anda menjadi kuat kembali, dan bisa meneruskan kembali sisa perjalanan Anda...

Fokuslah ketika itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah akan menguatkan jiwa dan raga Anda... Perbanyak dzikir, sholat, berdoa, membaca Al Qur'an, dan ketaatan lainnya...

Atau bila masih bingung, fokuskan diri Anda untuk membasahi lidah Anda dengan DZIKIR, yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, sampai Anda kuat kembali.

Dan acuhkan untuk sementara urusan dengan manusia, kecuali yang darurat saja... Karena saat Anda lelah atau lemah, Anda harus meringankan dan menurunkan beban di pundak Anda untuk sementara waktu, hingga Anda kuat kembali mengangkatnya dan berjalan lagi.

Ingatkan diri, bahwa kita hidup di dunia bukan di surga, maka jangan harap ada kebahagiaan murni dan abadi... Sebaliknya dunia ini juga bukan neraka, maka tidak mungkin ada kesedihan dan kesengsaraan yang murni dan abadi.

Kebahagiaan dan kesedihan akan datang silih berganti, maka jangan sampai goyah dalam langkah perjalanan panjang Anda menuju surga.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, Aamiin.
loading...