Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Monday, October 17, 2016

Cara Membuat Kerajinan Cantik Dari Kaleng Susu Kental Manis Bekas

Kamu pasti suka minum susu kental manis, iya kan? Apalagi kalau dicampur kopi atau teh,,,, pasti nikmat sekali. Atah juga diolesi ke roti.... hmmm...

Tapi kalau susunya sudah habis, kalengnya kamu apakan? Dibuang?

Memang, banyak orang yang membuang begitu saja kaleng susu bekas yang sudah tak terpakai... ya, jadi sampah deh...

Padalah kalau mau kreatif sedikit, kaleng-kaleng susu bekas ini bisa kamu manfaatkan jadi kerajinan yang cantik dan berguna.

Yuk, lihat benda apa saja yang bisa dibuat dari kaleng susu bekas:

1. Vas Bunga Cantik
Cukup dengan modal kaleng susu bekas dan cat, kamu bisa membuat vas bunga mini nan cantik.

Sesuai selera, kaleng dapat sobat cat warna warni, atau bisa juga ditempeli luarnya dengan wallpaper seperti contoh foto di bawah, hasilnya … kaleng bekas berhasil disulap menjadi tampak elegant menawan.



2. Alat Cetak Tepung / Roti
Gunakan kaleng yang masih baru pakai, utamakan kaleng bekas makanan misalnya bekas kaleng roti atau kaleng susu.


3, Tempat Alat Tulis
Gantung beberapa kaleng di tembok atau letakkan berjajar di meja untuk tempat pensil, pulpen, penggaris, sampai dengan krayon untuk anak-anak menggambar dan mewarnai.


4. Tempat Kado
Bagi kamu yang ingin ngasih hadiah buat sahabat. manfaat kan kaleng bekas susu jadi tempat kado cantik, jangan gunakan kardus terus... kreatif ya

Caranya … alih-alih membungkus cara biasa dengan kotak kardus, gunakan saja kertas kado untuk membungkus kaleng dan penutupnya bisa dari kain atau kertas kado juga dikat dengan pita.
Eits … janagn lupa masukkan hadiahnya ya …  biar hadianya murah, tapi karena wadahnya unik, pasti teman kamu senang...



5. Lampu Tidur
Design unik ini mampu menyulap kaleng bekas menjadi lampu tidur, dengan cara kaleng dipotong separuh, beri lubang-lubang pada dindingnya untuk jalan keluarnya sinar lampu, beri pengait untuk di pasang di tembok area stop kontak.



6. Celengan
Ajari putra putri anda menabung. Untuk celengannya tidak perlu dibeli, cukup dibuat sendiri dari kaleng susu bekas.

Cukup menambahkan penutup bulat, semisal bekas kaleng cat atau biskuit, anda dapat melubangi bagian atas untuk jalannya masuk uang kertas dan koin.

Sebaiknya cat atau di gambar kalengnya agar lebih menarik bagi si penabung misalnya untuk melatih anak-anak suka menabung.



7. Kota Tisue 
Orang Indonesia biasa menggunakan tisu toilet (yang biasanya berbentuk gulungan) untuk keperluan tisu makan... Padahal kalau di luar negeri katanya itu jadi aneh..... Tapi nggak papa lah...

Nah, biar tampilan jadi menarik, buat aja tempat tisu dari kaleng bekas. Untruk tissue jenis Roll, kamu  dapat memanfaatkan kaleng sebagai pengganti kotak tissuenya. Jadi gak perlu beli kotak tisu lagi kan.


Nah... bagaimana... kreatif bukan...? Selamat berkreasi... 
loading...

Friday, October 14, 2016

Kisah Ibu Imam Syafi'i... Ibu Yang Tidak Bangga Dengan Kekayaan Puteranya

Diriwayatkan, ketika masih kecil, ibunda Imam Syafi'i berkata kepada Syafi'i kecil:

" Nak pergilah menuntut ilmu tuk jihad di jalan Allah, Kelak kita bertemu di akhirat saja .... "

Kemudian, Imam Syafi'i berangkat dari makkah ke ’adinah beljar dgn imam malik, kemudian ke Iraq.

Di Iraq Imam syafi'i BUKAN HANYA 1 atau 2 tahun, karena beliau tidak berani pulang ke rumah , karena ketika beliau ingin pulang beliau teringat pesan ibunda beliau tersebut:

"Kelak kita bertemu di akhirat saja..."

Sehingga sebelum ada Izin dari Ibunya beliau tidak berani pulang ke rumah. Di Iraq beliau menjadi orang besar, Ulama' dan Alim.

Suatu ketika ada halaqoh besar di masjidil harom, Ada seorang ulama besar dari Iraq dalam perkataanya sering menyebut "Muhammad Bin Idris Asy-syafii berkata begini begini ...". Kemudian Ibunya Imam Syafi'i bertanya " Ya Sayikh, Siapakah Muhammad bin Idris Asy-syafi'i itu ? "

Kemudian Syaikh tersebut menjawab dengan bangganya , "Dia adalah guruku, seorang yang 'Alim, Cerdas, Sholeh yang berada di Iraq. Asalnya dari mekkah sini... "

Kemudian Ibu Imam Syafi'i berkata "Ketahuilah Syaikh, Muhammad Bin Idris Asy-syafii itu adalah Anak-ku.... "

Syaikh itu-pun kaget dan tercengang " Subhanalloh, wahai ibu, Benarkah hal itu ?"

"Ya, benar. dia adalah ANAK-KU..." Jawab ibu imam syafi'i.

Rombangan dari Iraq itupun seketika menunduk, sebagai tanda hormat kepada Ibu Imam Syafi'i, Kemudian Syaikh tersebut berkata "Wahai ibu, Sepulang dari haji ini kita akan kembali ke Iraq. Apa pesanmu kepada Imam Syafi'i ? "

Kemudian Ibunda Imam Syafi'i berkata " Pesanku kepada syafi'i " Sekarang, Jikalau dia sekarang ingin pulang, aku mengizininya untuk pulang...."

Kemudian, Sepulang dari haji, Syaikh beserta rombongan Iraq itupun menyampaikan Pesan tersebut kepada Imam Syafi'i. bahwasanya "Ibundanya, mengizinkan beliau untuk pulang ke rumah....", mendengar hal tersebut, mata beliaupun terharu dan merasa bahagia.

Ini artinya Imam Syafi'i masih berkesempatan bertemu dengan sang Ibunda di dunia ini, walaupun sebelumnya ibundanya berkata "kita bertemu di akhirat saja....".

Imam Syafi'i tidak mengulur-ngulur waktu, beliaupun berkemas kemas ingin sesegera mungkin bertemu sang Ibunda di makkah. Sebelumnya Imam Syafi'i berpamitan kepada warga Iraq setempat. Karena keAliman dan kemasyhuran beliau di Iraq, Masyarakat yang mencintai dan mengagumi beliau, merasa bersimpati kepada Imam Syafi'i dengan memberi apa yang mereka punya dari kekayaan mereka , ada yang memberi Unta, Dinar DLL sekedar bekal belaka. Walhasil, Imam Syafi'i pun pulang dengan membawa puluhan unta dan di kawal oleh beberapa santri beliau.

Sesampai di perbatasan kota mekkah, Imam Syafi'i mengutus seorang muridnya agar mengabarkan kepada Ibundanya bahwa saat ini beliau sudah di perbatasan kota mekkah. (dan seperti ini termasuk sunnah , yakni mengabarkan rumah ketika seseorang mau pulang supaya pihak rumah mempersiapkan sesuatu. bukan membuat malah kejutan)

Kemudian, murid Imam Syafi'i-pun mengetuk pintu rumah.

"Siapa itu ?" Tanya Ibunda Imam Syafi'i.

"Saya adalah murid Imam syafi'i yang di utus beliau agar mengabarkan kepada anda, bahwa Imam Syafi'i sekarang sudah berada di perbatasan kota mekkah" Jawab santri Imam Syafi'i.

Lalu Ibunda Imam Syafi'i berkata:

" Syafi'i Membawa apa ? ..."

Dengan Bangga murid Imam Syafi'i menjawab:

" Imam Syafi'i pulang dengan membawa puluhan unta dan harta lainya..."

Mendengar penuturan murid Imam Syafi'i yang polos itu, Ibunda Imam Syafi'i menutup pintunya sambil berkata:

" AKu menyuruh Syafi'i ke Iraq bukan untuk mencari dunia....!!! beritahu kepada Syafi'i bahwa dia tidak boleh pulang ke rumah....!! "

Menuruti perintah ibunda Imam Syafi'i, murid Imam Syafi'ipun gemetar dan berkata kepada Imam Syafi'i

"Wahai Imam, Ibunda anda marah ? dan menyuruh anda untuk tidak boleh pulang ke tumah."

Lalu Imam Syafi'i bertanya:

" mengapa bisa demikian ?"

Sang murid pun menjawab:

"Wahai Imam, Sesungguhnya ibunda anda bertanya ? syafi'i membawa apa ? kemudian aku berkata bahwa " Imam Syafi'i Syafi'i membawa puluhan unta dan kekayaan lainnya...."

"Sungguh kesalahan besar dirimu, jika engkau menganggap Ibundaku akan bahagia dengan harta yang ku bawa ini. Baiklah, sekarang kumpulkan orang mmekkah dan bagikan semua unta dan kekayaan lainya pada penduduk mekkah, dan sisakan kitab-ku, setelah itu khabarkan lagi kepada Ibuku.... " Ujar Imam Syafi'i kepada muridnya.

Santri Imam Syafi'i itupun menurut apa yang diperintahkan oleh gurunya, lantas ia kembali ke rumah Imam Syafi'iuntuk menemui ibunda beliau. sesampai di depan rumah ia mengetuk pintu, dan terdengarlah dari dalam rumah.

"Siapa ?"

" Saya adalah Murid Imam Syafi'i yang kemarin dan ingin mengabarkan kepada anda, bahwa Imam Syafi'i telah membagikan semua untanya dan harta yang lainnya, yang beliau bawa hanya KITAB dan ILMU...." Jawab murid Imam Syafi'i.

"Alhamdulillah, Baiklah sekarang khabarkan kepada Syafi'i bahwa dia boleh pulang ke rumah dan dia aku tunggu ..."

Mendegar khabar itu Imam Syafi'i bahagia dan terharu dengan khabar tersebut, seraya mencium ibundanya yang telah lama tidak bertemu.

Mudah mudahan menjadi inspirasi buat kita semua.
loading...

[Ngaji] : 6 Perakara Yang Dapat Merusak / Menghanguskan Amalan Seseorang

Sungguh meruginya... manusia yang hidup tak seberapa lama di dunia ini, tapi tidak membawa bekal yang cukup ke akhirat....berupa amal ibadah dan kebaikan...

Tapi banyak juga, mereka yang telah banyak beramal, tapi amalnya menjadi sia-sia ... karena itu, kenalilah beberapa hal yang dapa tmerusak amal perbuatan agar tidak menjadi manusia merugi,...

1 . الاستغلال بعيوب خلق 
Al istighlal bi’uyubil kholqi.... (sibuk dengan aib orang lain), sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.

2 . قسوة القلوب 
Qaswatul qulub.... (hati yang keras). Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

3 . حب الدنيا 
Hubbud dunya.... (cinta dunia), takut mati, merasa hidupnya hanya di dunia saja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4 . قلة الحياء
Qillatul haya'... (sedikit rasa malunya), jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5 . طول امل 
Thuulul amal ...   (panjang angan-angan), merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6 . ظلم لا ينتهي 
Zhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti). Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Astaghfirullah al 'Azhiem.

Semoga Allah memberikan kita Petunjuk dan Hidayah Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah. Aamiin Yaa Rabbal'alamin!
Muslim saling mencintai muslim dan tidak saling membenci siapapun.
loading...

Thursday, October 13, 2016

Subhanallah... Si "Pemabuk" dan "Pezina" Itu Ternyata Wali Allah...

Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal: "Mari kita keluar sejenak".

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara menyamar.
Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yang sempit.
Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya:

"Apa yang kau inginkan?.

Sultan menjawab:

"Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?"

Mereka berkata:
"Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzinah".

Sultan menimpali:

"Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya".

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap kpd jenazah suaminya:

"Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh".

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya".

Sang istri menjawab:

"Sudah kuduga pasti akan begini..."

Wanita itu diam sejenak. Lalu ia melanjutkan kata-katanya,

"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

Ia terdiam lagi, lalu melanjutkan kembali:

"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi" Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam".

" Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir."

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu".

Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya".

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata:

"Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya".

Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al-Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)
loading...

Wednesday, October 12, 2016

Jadilah Orangtua Saleh... Sebelum Meminta Anak Keturunan Yang Saleh...

Ayah, ibu...
Setiap anak yang diturunkan ke dunia
Lahir dalam keadaan fitrah, bukan?

Kullu mauluudin yuuladu 'alal fithrah. Fa abawaahu..
Setiap anak lahir dengan fitrah, bergantung orang tuanya bagaimana ia dibentuk

Karena anak lahir dengan fitrah,
Bukankah berarti tak satu pun anak ketika lahir
berniat menghancurkan masa depannya?

Tak ada satu pun bayi ketika lahir berniat di kepalanya,
"Ah, jika besar nanti, aku mau kena narkoba."
"Ah, jika besar nanti, aku akan hobi tawuran atau kebut-kebutan."
Atau pernahkah ia berkata,
"Jika besar nanti, aku akan mencuri uang orang tua."
"Ah, jika besar nanti, aku mau membangkang kepada Ayah dan Ibu."
Adakah anak yang berniat begitu, Ayah?
Bukankah berarti setiap anak yang diturunkan Allah ke dunia justru pada awalnya cenderung pada kebaikan?"

Tetapi, mengapa, sebagian anak ini
yang lahir cantik, rupawan, lucu, dan menggemaskan
setelah ia beranjak remaja dan dewasa
justru menjadi beban keluarga
dan menjadi masalah untuk lingkungannya?
Ada apa ini ....?

Ayah, Ibu ...
Karena anak lahir dengan fithrah,
sebagian masalah anak, justru orangtualah penyebabnya
Periksalah ternyata sebagian anak justru dijatuhkan harga dirinya di rumah, bukan di luar rumah

Sebagian kita mungkin pernah memukul tubuhnya,
seolah tubuh anak adalah barang pelampiasan amarah kita.
Sebagian kita mungkin pernah menampar pipinya,
seolah ia tempat empuk bagi telapak tangan kita
Sebagian kita mungkin pernah membentaknya
sambil berteriak dalam hati : akulah yang berkuasa atas dirimu!

Atau mungkin ... kita tak pernah melakukan semua itu ?
Tapi tahukah Ayah-Ibu
Sebagian anak memang tak pernah dipukul, tak pernah dicubit, tak pernah dibentak
Tapi, jarang sekali anak yang lolos
untuk tidak disalahkan orang tua
Sejak membuka mata di pagi hari
sampai kembali menutup mata di sore hari

Ayah, ibu ...
Karena sebagian anak jatuh harga dirinya di rumah
Tanpa kita sadari, ada sebagian anak yang tidak betah di samping orangtua
Panas hatinya
Jika mendengar "ceramah-ceramah" orangtuanya
dan overdosis nasihat yang ia terima
Lalu, kapan kita mendengarkan anak, Ayah-ibu?

Ketika seorang kakak hendak mengambil mainan miliknya yang diambil adiknya
Kita ... dengan kekuatan kehakiman yang kita miliki
dengan gagah berkata : Kakak, mengalah dong sama adik!!

Lihatlah pertunjukan ini, Ayah...
Lihatlah, ketidakadilan ternyata dimulai dari rumah
Lihatlah, kebenaran ternyata ditentukan oleh faktor usia
Lalu, kita berdalil, "Adiknya kan masih kecil .."
Dalam hati si kakak berkata, "sampai kapan adik akan dibela?"
"Kapankah aku meminta lebih dulu dilahirkan ke dunia?"
"Sungguh tak enak jadi seorang kakak!"
Karena ketidakadilan dimulai dari rumah,

Di tempat lain, sebagian adik pun berkata hal yang sama,
"Sungguh aku pun tak suka jadi seorang adik!"
"Ketika Ayah dan Ibu tak ada, aku sering dikerjai Kakak semaunya."

Ayah, ibu ...
Karena sebagian anak dijatuhkan harga dirinya di rumah, sebagian anak akhirnya tak betah berada di rumah.
Rumah baginya hanyalah tempat tidur sementara
Ia lalu mencari harga diri, berkelana mencari surga
Mencari orang-orang yang akan menghargai dirinya

Wah ... ternyata temen-temen gengnya bisa menghargainya
Lalu, dalam hati ia berkata,
Hmmmmm...ternyata aku dihargai jika aku pamer perkasa
Aku ternyata perkasa jika mengisap ganja
Aku gembira jika bisa menyusahkan siapa saja..

Apakah itu yang kita inginkan, Ayah-ibu?
Jika tidak, hormatilah jiwa anak-anak kita
Bukan sekadar uang, jajanan, mainan dan sekolah mahal semata.
Itu semua penting.

Tapi, perkataan dan perlakuan penuh cinta dari Anda adalah warisan terindah untuk masa depan mereka
loading...