Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;
Bagi sebagian orang, malam hari jadi waktu yang tepat untuk menikmati kopi, entah itu bersama teman-teman maupun keluarga. Namun rupanya, kebiasaan minum kopi di malam hari seperti ini berdampak negatif bagi tubuh. Di antaranya mengurangi kualitas tidur dan dehidrasi!
Kopi memang seringkali jadi minuman andalan saat bangun tidur. Kopi dipercaya membuat tubuh lebih semangat dan berenergi. Namun rupanya kopi bukanlah minuman yang direkomendasikan dikonsumsi di malam hari. Ada beberapa efek yang ditimbulkan, seperti diungkap situs Livestrong dan Ehow:
Zaman semakin aneh. Bila dulu hanya beo yang bisa diajar bicara, sekarang ternyata anjing pun bisa. Ya, seekor anjing pintar bisa mengucapkan kata "I LOVE YOU" kepada majikannya.
Sang majikan merekam aksi anjing yang mengucapkan I LOVE YOU tersebut dan mengunggahnya ke situs Youtube.
Aksi anjing ini mendapat pehatian dan decak kagum banyak pengunjung. Untuk melihat videonya, silahkan tonton di bawah ini.
Secara harfiah, Psikopat berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Namun demikian, psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagi pula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.
Ciri-ciri seorang Psikopat:
1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran ketika waktu kecil
5. Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
Nah, pernahkah anda bertanya pada diri sendiri: Apakah saya seorang PSIKOPAT??? Atau berangkali teman anda.. Sebab penyakit jiwa ini bisa menimpa semua orang. Minimal, orang berpikir layaknya seorang psikopat....
Nah, untuk mengetahui apakah anda berpikir layaknya psikopat atau bukan, mari kita coba tes sederhana di bawah ini. Tes ini dibuat oleh pakar psikologi Amerika Serikat.
SILAHKAN BACA BAIK-BAIK CERITA DI BAWAH INI, LALU BERIKAN JAWABAN SPONTAN [Jawaban Psikopat akan ditampilkan di akhir cerita]:
Ada seorang gadis. Suatu ketika, ibu kandung si gadis ini meninggal dunia. Dan pada saat ada di upacara pemakaman ibunya tersebut, sang gadis bertemu dengan seorang pria tampan yang belum pernah dia kenal sebelumnya.
Dia sungguh tertarik dengan priat tersebut ini. Lelaki ini adalah pria idamannya yang selama ini dia impikan, sehingga dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Akan tetapi sayang sekali, setelah pertemuan itu, sang lelaki pujaan tadi menghilang dan gadis tersebut tidak pernah bertemu dengan lelaki itu lagi.
Beberapa hari setelahnya, tersiar sebuah kejadian heboh: Kakak kandung gadis tersebut terbunuh. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata sang gadis tersebut lah yang telah membunuh kakak perempuannya itu.*
PERTANYAAN: Apa motif di balik pembunuhan tersebut?
Jika jawaban anda benar, maka anda berpikir layaknya seorang psikopat!
Dan jika jawaban anda salah, ini sungguh baik, sebab cikal bakal psikopat tidak ada dalam diri anda. (hehehe)
Dan ini dia jawaban yang benar:
Jabawan seorang Psikopat:
Jawaban yang benar (jawban seorang psikopat): Gadis itu membunuh sadara kandungnya karena berharap dapat bertemu lagi dengan pria tampan itu di pemakamanan kakaknya nanti
Kita seringkali berpikir bahwa untuk bisa membantu orang yang membutuhkan, kita harus jadi orang kaya atau setidaknya punya banyak uang. Mungkin wanita ini menyetujui setengah dari pemikiran itu. Chen Shu Chu, seorang penjual sayur di Taiwan, berusaha mengumpulkan uang untuk membantu orang-orang yang kesusahan.
Ia bukan berusaha menjadi orang kaya yang membantu banyak orang, namun ia membantu dengan segala yang ia dapatkan dari berjualan sayur. Kurang lebih ia sudah mendonasikan sekitar Rp 3 miliar lebih dari hasil penjualannya. Menurut sebuah koran, Chen Shu Chu mengatakan, "Uang itu akan bernilai ketika kita gunakan untuk mereka yang membutuhkan." Hal ini ia lakukan karena ia terinspirasi dari pengalamannya saat masih kecil, di mana ia mengalami kesulitan dan kemiskinan.
Beberapa waktu lamanya, foto di samping ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan jejaring sosial. Ya, foto seorang pria yang tengah menggendong dan menyuapi ibunya di sebuah lobi rumah sakit. Bakti yang ditunjukkannya itu membuat orang-orang penasaran, siapa dia sebetulnya.
Foto jepretan seseorang yang tidak diketahui itu dengan cepat menyebar dan beredar dari gadget ke gadget. Hingga akhirnya terungkap, ternyata pria itu adalah seorang warga Taiwa berusia 62 tahun. Foto itu telah menyentuh hati banyak jiwa.
Pria itu adalah Ding Ji Zhu, seorang mantan pejabat tinggi di Biro Investigasi Departemen Kehakiman di Taiwan. Dalam foto itu, ia tengah menggendong ibunya di dalam gendongan bayi di Mei Medical Centre Chi di Taiwan, sedangkan foto itu sendiri dijepret oleh seorang sarjana yang tidak mau disebutkan namanya.