Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Monday, May 21, 2018

[Kisah Hikmah]: Aku Ingin Keluar Dari Pengajian

Alkisah, ada seorang jama'ah berbincang dengan seorang Syaikh ahli Hikmah yang menjadi tempat rutin ia mengaji :

"Syaikh, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi"_

"Kenapa begitu? Apa alasannya?", tanya Sang Syaikh Ahli Hikmah.

"Saya lihat di pengajian ini tidak baik... banyak perempuan di sini yang suka bergosip, laki-lakinya pun banyak yang munafik, pengurusnya cara hidupnya tidak benar, jama'ahnya sibuk dengan HP-nya saja, pokoknya banyak yang tidak baik saya lihat".

"Baiklah, silahkan kalau begitu. Tapi sebelum kau pergi, maukah engkau lakukan sesuatu untukku?"

"Tentu saja, Syaikh... apa itu?".

"Ambillah segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."

"Itu mudah sekali!"

Diapun melakukan apa yang dimintakan Sang Syaikh Ahli Hikmah, sementara pengajian sedang berlangsung.

Setelah selesai, dia berkata kepada Sang Syaikh Ahli Hikmah bahwa dia siap untuk pergi.

"Sebelum kau pergi, ada satu pertanyaan. lagi Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk dengan hpnya ?"

"Tidak."

"Engkau tahu mengapa?"

"Tidak."

"Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpa.... Begitupun dengan kehidupan kita. Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Nur Allah yang kita imani, maka : Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain,  Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain,  Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain, kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai Nur-Nya...".

Sang Syaikh melanjutkan:

"Ingat, direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai.

Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik.

Jika dizhalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu.

Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat kita amalkan...
loading...

Sunday, May 20, 2018

Nonton Live Streaming TV Sunnah Nabawiyyah Madinah Al-Munawwarah

Channel televisi Sunnah Nabawiyyah adalah kanal tivi resmi milik pemerintah kerajaan Saudi Arabia yang didirikan pertama kali pada masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dan mengudara pertama kali pada tanggal 30 Dzulhijjah 1430 Hijriyah.

Channel ini menyiarkan siaran langsung suasana terkini [live] Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah. Selain sholat lima waktu, channel ini juga menyiarkan sholat-sholat sunnah bermajamaah seperti sholat tarawih di Masjid Nabawi, sholat 'i'ed (hari raya) dan sebagainya., Selain itu, channel ini juga menyiarkan bacaan hadits-hadits Nabi dan tausiyah agama secara audio dengan latar gambar live suasa masjid Nabawi.

Saat ini, direksi kanal ini dipimpin oleh Izzuddin bin Abdullah Katib.



Tonton Juga:

قناة السنة النبوية هي قناة تلفزيونية سعودية حكومية تبث من المدينة المنورة بث حي مباشر 24 ساعة للمسجد النبوي الشريف، تنقل جميع الصلوات مصحوبةً بتعليق صوتي من مذيعي القناة لوصف الصورة ونقلها للمشاهد في أرجاء العالم، وفي خارج أوقات الصلاة تنقل صور مباشر للمسجد النبوي مع طائفة من أقوال النبي محمد Mohamed peace be upon him.svg، وهي ملتزمة بالسياسة الإعلامية. القناة منذ افتتاحها لم تغلق إرسالها أبداً وفي بثها تصدر أقوالاً للسنة النبوية لذلك سميت القناة بقناة السنة النبوية، وللقناة شقيقة وهي قناة القرآن الكريم.

التأسيس

تاسست القناة في عهد الملك عبد الله بن عبد العزيز وبدأ البث في 30 من ذي الحجة 1430هـ.

الإدارة

يشرف على القناة مدير مركز تلفزيون المدينة المنورة، والمدير الحالي هو الأستاذ عزالدين بن عبد الله كاتب
loading...

Nonton Live Streaming TV Masjidil Haram Channel Al-Qur'anul Karim - HD

TV Al-Qur'anul Karim adalah Channel televisi resmi milik pemerintah kerajaan Arab Saudi yang disiarkan langsung dari kota suci Mekkah al-Mukarramah.

Channel ini didirikan pertama kali pada tanggal 1 Muharram 1431 H berdasarkan instruksi Raja Abdullah bin Abdul Aziz Ali Su'ud. Direkturnya saat ini dijabat oleh Sulaiman al-Aidi yang sekaligus merupakan direktur Channel Sunnah Nabawiyyah yang mengudara dari Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah.

Siaran channel ini mengudara non stop 24 jam, menyiarkan secara langsung suasana terkini dari Majsidil Haram sebagai pusat peribadatan umat islam di seluruh dunia. Channel ini menyiarkan siaran langsung sholat-sholat 5 waktu di Masjidil Haram dan juda sholat-sholat sunnah seperti Sholat Tarawih, sholat 'ied (hari raya) dan lain sebagainya. Pada hari Arafah di musim haji, channel ini turut pula menyiarkan live pelaksanaan wukuf dan manasaik haji.

Melalui channel ini, anda tentu saja dapat menyimal bacaan murattal yang indah-indah dari para Imam dan Qari Masjidil Haram yang sudah termasyhur ke seluruh dunia.


Tonton juga: 



قناة القرآن الكريم هي قناة تلفزيونية سعودية حكومية تبث من مكة المكرمة بث حي مباشر 24 ساعة للحرم المكي الشريف، تابعة للتلفزيون السعودي تنقل جميع الصلوات وفي خارج أوقات الصلاة تنقل صور مباشر للمسجد الحرام مع تلاوات قرآنية للقراء المشهورين في العالم الإسلامي. تبث قناة القرآن الكريم على مدار الساعة و منذ افتتاحها لم تغلق ارسالها أبداً عن المسجد الحرام ولا تخرج البث بعيداً عن المسجد الحرام إلا في يوم عرفة فلديها كاميرا لكي تنقل جبل عرفة.

تأسست القناة في 1 محرم 1431هـ على يد الملك عبد الله بن عبد العزيز آل سعود رحمه الله، ومدير القناة هو سليمان العيدي وهو أيضاً مدير قناة السنة النبوية.

loading...

Saturday, May 19, 2018

[Kultum Ramadhan] Meraih Takwa Dengan Puasa Ramadhan

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah: 183).

Dalam setiap khutbah, khotib selalu menyampaikan pesan takwa kepada umat Islam. Bahkan pesan takwa ini merupakan rukun dari khutbah itu sendiri. Mengapa? Karena takwa adalah wasiat dari Allah Swt. dan para Rasul-Nya. Allah Swt. berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS Ali Imran: 102).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda,:

Bertakwalah kalian kepada Allah di mana pun kamu berada. Dan ikutilah kejelekan dan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus kejelekan. Dan perlakukanlah manusia itu dengan akhlak terpuji” (HR Tirmidzi).

Takwa menjadi wasiat abadi karena mengandung kebaikan dan manfaat yang sangat besar bagi terwujudnya kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Takwa merupakan kumpulan dari semua kebaikan dan pencegah segala kejahatan. Dengan takwa, seorang mukmin akan mendapatkan dukungan dan pertolongan dari Allah Swt.

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS An-Nahl: 128).

Perintah untuk mencapai derajat takwa kemudian dilanjutkan dengan penjelasan global tentang cara-cara untuk mencapainya dalam sebuah firman Allah Swt:

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah: 21).

Ibadah yang dimaksud dalam ayat ini masih dalam bentuk global, mencakup ibadah wajib dan ibadah sunnah. Ibadah wajib terdiri dari shalat, puasa, zakat, dan haji, ditambah dengan kewajiban-kewajiban sosial yang diperintahkan oleh Al-Qur`an, seperti berbuat baik kepada orangtua, kerabat, yatim, orang-orang miskin, tetangga, teman dekat, dan musafir. Sedangkan yang termasuk ibadah sunnah misalnya berdzikir kepada Allah Swt., berdoa kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan membaca Al-Qur`an. Ibadah-ibadah tersebut semuanya dipersiapkan untuk membentuk setiap Muslim menjadi insan bertakwa.

Di antara kewajiban-kewajiban ibadah yang diperintahkan tersebut, secara lebih khusus, Allah Swt. menekankan pada perintah puasa sebagai saranan pembentukan insan bertakwa, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah: 183).

Itqa dan taqwa maknanya adalah menjauhi. Dan taqwallah artinya menjauhi kemarahan dan murka Allah Swt. serta meninggalkan apa yang membuat kemarahan Allah Swt. Dengan demikian, takwa harus diwujudkan dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Takwa dasarnya adalah takut kepada Allah Swt. yang merupakan perbuatan hati. Hal ini dijelaskan Allah Swt. dalam firman-Nya:

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi`ar-syi`ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS Al-Hajj: 32).

Rasulullah Saw. juga menegaskan:

Takwa itu ada di sini”. Beliau mengulanginya sampai tiga kali sambil menunjuk ke dada beliau (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Takwa juga berarti membuat pelindung dan penghalang yang mencegah dan menjaga diri dari sesuatu yang menakutkan. Jadi taqwallah berarti perbuatan seorang hamba dalam mencari pelindung diri agar terjaga dari siksa Allah yang amat ditakutinya. Caranya adalah dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Para salafush shalih mendefinisikan takwa dengan sebuah ungkapan, “Menaati Allah dan tidak maksiat, selalu berdzikir dan tidak lupa, senantiasa bersyukur dan tidak kufur.” Sifat takwa senantiasa melekat pada seorang yang mukmin selama ia meninggalkan hal-hal yang sebenarnya halal, karena khawatir jatuh ke dalam yang haram, demikian kata Hasan Al-Bashri.

Nilai-nilai ketakwaan tidak dapat membumi dan buahnya tidak dapat dipetik, kecuali jika Seorang Muslim memiliki pengetahuan tentang agama Allah yang menuntun dirinya mencapai derajat muttaqin. Hal ini ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Fathir: 28).

Mengapa demikian? Karena orang yang tidak berilmu tidak tahu apa saja yang wajib dikerjakan dan apa saja yang harus ditinggalkannya. Itulah sebabnya mengapa menuntut ilmu merupakan ibadah yang utama, jalan yang menghubungkan ke surga dan menjadi tanda bahwa seseorang mempunyai keinginan baik.

Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memberinya pengetahuan (pemahaman) tentang agama” (Muttafaqun ‘alaih).

Berdasarkan hadits di atas, takwa merupakan perpaduan aktif antara ilmu dan ketaatan. Ilmu akan meningkatkan ketaatan kepada Allah, dan ketaatan akan menambah motivasi untuk meningkatkan ilmu.

Mengapa puasa Ramadhan direkomendasikan oleh Allah untuk menjadi sarana untuk mencapai derajat takwa? Karena di dalam bulan Ramadhan terkumpul hampir semua aktifitas peribadatan. Selain puasa, ada shalat Tarawih, shalat Witir, tilawatil Qur`an, kajian keislaman, zakat, infaq, shadaqah, dan i’tikaf. Selain itu, balasan pahala di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan untuk merangsang umat Islam meningkatkan amal salehnya. Oleh karena itu, mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kerinduan dan suka cita. Siapkan diri kita untuk meraih rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari siksa neraka.

Ada beberapa hal yang mesti kita lakukan dalam menyambut datangnya buan suci Ramadhan. Pertama, memperkuat kerinduan dan kecintaan kepada bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Hal ini antara lain dapat diekspresikan dengan doa yang dicontohkan Rasulullah Saw. jika sudah memasuki bulan Rajab,

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan” (HR At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).

Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang juga dirasakan oleh para salafush shalih. Karena begitu banyak kebaikan yang diberikan Allah Swt. di bulan Ramadhan, seperti dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya syetan, sehingga tidak dapat leluasa mengganggu manusia. Dan puncaknya adalah diturunkannya Al-Qur`an sebagai pedoman bagi manusia. Pada malam diturunkannya Al-Qur`an, Allah Swt. menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.
Kedua, mempersiapkan diri, baik persiapan hati, persiapan akal, dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan membuang penyakit-penyakit hati, mengokohkan niat, dan membulatkan tekad untuk mengoptimalkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Persiapan akal dilakukan dengan mendalami ilmu yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dapat mencapai hasil terbaik. Persiapan fisik ditempuh dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah, kebersihan lingkungan, serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.
Ketiga, merencanakan peningkatan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Misalkan peningkatan dalam kualitas dan kuantitas tilawah, peningkatan hafalan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur`an. Juga perencanaan untuk mengurangi pola hidup konsumtif.

Indikasi tercapainya ketakwaan sebagai buah tarbiyah Ramadhan dapat dilihat dari perilaku kita ba’da Ramadhan. Seseorang yang bertakwa senantiasa berupaya mencari sarana (wasilah) yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt. (QS Al-Maidah: 35).

Seorang yang bertakwa selalu berkata benar (qaulan sadida) (QS Al-Ahzab: 70). Orang yang bertakwa senantiasa berteman dengan orang-orang saleh (QS At-Taubah: 119).

Orang bertakwa senantiasa mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan menjaga tali silaturrahim (QS Al-Anfal: 1).

Orang bertakwa senantiasa mencari harta yang halal, tidak memakan harta riba, harta hasil KKN, dan harta-harta yang diperoleh dengan cara syubhat.

Taqwa yang menjadi tujuan utama ibadah puasa adalah solusi bagi semua krisis yang tengah melanda negeri ini. Bila para pemimpin negeri ini bertakwa, berapa banyak uang negara yang bisa diselamatkan dan digunakan untuk menyejahterakan rakyat (QS Ath-Thalaq: 2-3).

Bila para birokrat bertakwa, semua urusan birokrasi dan administrasi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat akan mudah dan lancar (QS Ath-Thalaq: 4). Wallahu a’lam bishshawab.
loading...

Friday, May 18, 2018

Menghadirkan 40 Niat Sekaligus Saat Membaca Al-Qur'an

Nasihat dan Tausiyah yang luar biasa dari Syaikh Shalabi:

كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.

Banyak diantara saudara-saudara kita kaum muslimin  yang membaca Al-Qur'an hanya dengan maksud sekedar untuk mendapatkan pahala dan ganjaran. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur'an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur'an dengan niat tertentu, maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya."(al-hadits).

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:

Al-Qur'an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang  berilmu. Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yg dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur'an, diantaranya:

١ اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.

1. Saya membaca Al-Qur'an, demi mengetahui dan mengamalkan isinya.

٢اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله

2. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala.

٣. اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى

3. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bermunajat kepada Allah.

٤.اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة.

4. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mengobati penyakit2 lahir dan batin dengan Al-Qur'an.

٥. اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور.

5. Saya membaca Al-Qur'an, tujuan agar Allah Ta'ala mengeluarkanku dari kegelapan menuju cahaya.

6- اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب
 وحياة القلب وعمارة القلب.

6. Saya membaca Al-Qur'an, karena ia adalah pengobatan bagi hati yg keras. Dalam membacanya terdapat ketenangan hati, hidupnya hati dan kokohnya bangunan hati.

7- اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى.

7. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan karena Al-Qur'an merupakan jamuan Allah Ta'ala.

8- اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين.

8. Saya membaca Al-Qur'an, sehingga saya tidak tercatat sebagai orang2 yg lalai dan saya termasuk orang2 yg berdzikir

9- اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله.

9. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan menambah iman dan keyakinan kepada Allah Ta'ala

10- اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل.

10. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan memenuhi perintah Allah dengan tertib

11- اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف 10 حسنات والله يضاعف لمن يشاء.

11. Saya membaca Al-Qur'an, untuk mendapatkan pahala sehingga saya bisa meraih 10 kebaikan dari setiap huruf dan Allah akan melipat gandakannya kepada siapa saja yg Dia kehendaki

12- اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة.

12. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya mendapatkan syafa'at Al-Qur'anul Karim di hari kiamat kelak

13- اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ.

13. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi shallallahu 'alihi wa sallam

14- اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة.

14. Saya membaca Al-Qur'an, hingga Allah meninggikan derajat saya dan dengannya derajat umat ini juga menjadi tinggi

15- اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا.

15. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya naik -layak- mendapat derajat surga dan saya memakai mahkota dan memakaikan pakaian kebesaran kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mereka dapatkan pakaian itu didunia.

16- اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه.

16. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan taqarrub mepada Allah melalui kalamNya

17- اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته.

17. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya menjadi ahlullah wa khassatihi (keluarga Allah dan mereka yang dekat dengan Allah, pent)

18- اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة.

18. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama malaikat safaratil kiramim bararah

19- اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله.

19. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan agar selamat dari api neraka dan adzab Allah

20- اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي.

20. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya berada dalam maiyyatullah (kebersamaan dengan Allah)

21- اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر.

21. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya tidak menjadi orang yg hina sehina-hinanya

22- اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ.

22. Saya membaca Al-Qur'an, sehingga ia menjadi pembela saya bukan yg menuntut/mencelakakan saya

23- اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة.

23. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bahwa memandang mushaf adalah ibadah

24- اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده.

24. Saya membaca Al-Qur'an, hingga turun kepada saya ketenangan, dan saya diliputi rahmat dan Allah mengingat saya sebagai orang yg berada bersamaNya

25- اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله.

25. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan keutamaan disisi Allah Ta'ala

26- اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب.

26. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya mendapatkan keuntungan yg baik

27- اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة.

27. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya tidak tersesat di dunia dan tidak sengsara di akhirat

28- اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم.

28. Saya membaca Al-Qur'an, karena dengannya Allah mengangkat kesedihan2 serta menghilangkan resah dan gelisah

29- اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة.

29. Saya membaca Al-Qur'an, agar dia menjadi teman dekat saya di dalam kubur, dan cahaya bagi saya diatas jalan kehidupan, menjadi petunjuk bagi saya di dunia dan penuntun menuju surga

30- اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ.

30. Saya membaca Al-Qur'an, agar Allah mendidik saya, menta'dib dengan akhlak yang menjadi hiasan diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

31- اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل.

31. Saya membaca Al-Qur'an, agar jiwa saya sibuk dengan kebenaran sehingga kebatilan tidak menyibukan saya

32- اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى.

32. Saya membaca Al-Qur'an, untuk menempa diri, melawan setan dan hawa nafsu

33- اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة.

33. Saya membaca Al-Qur'an, agar Allah menjadikan penghalang sebagai penutup antara saya dengan orang kafir di hari akhir kelak

٣٤- اقرأ القرآن ثم ابلغ منه ولو آية كما امرنا بذالك الحبيب المصطفى

34. Saya membaca Al-Qur'an, kemudian menyampaikannya walau hanya satu ayat sebagaimana diperintahkan oleh  Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

٣٥-اقرأ القرآن لأدعو امتى للعمل به وبأحكامه

35. Saya membaca Al-Qur'an, agar saya berdakwah kepada umat untuk mengamalkan isi dan hukum2nya

٣٦-أقرأ القرآن لتزداد معرفتى بدينى

36. Saya membaca Al-Qur'an, agar bertambah pengetahuan tentang agama saya

٣٧-اقرأ القرآن حتى اشعر بأن الله يكلمني 

37. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya merasa bahwa Allah sedang berbicara kepada saya

٣٨-أقرأ القرآن لأعرف منه احوال الامم السابقة 

38. Saya membaca Al-Qur'an, agar saya tahu darinya kondisi umat2 terdahulu

٣٩-أقرأ القرآن لأقبل مأدبة الله

39. Saya membaca Al-Qur'an, untuk menerima jamuan dari Allah Ta'ala

٤٠-أقرأ القرآن لانه لا يخلق من كثرة الرد

40. Saya membaca Al-Qur'an, karena ia tidak akan usang meski terus diulang-ulang.

فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد.

Marilah kita menjadi ahlul Qur'an. Dan ini adalah bisnis kita dengan Allah yang mencakup keuntungan yang Allah berikan karena keutamannya yg mulia dan pemberiannya yang  tidak pernah meleset.

Semoga bermanfaat🙏
loading...