Penderita Maag Kronis? Coba Sembuhkan Dengan Konsumsi 5 buah-buahan ini...

Penderita maag atau gastritis sebaiknya mengonsumsi buah dan sayuran segar dalam jumlah banyak. Jenis buah yang dipilih dengan tingkat keasaman yang rendah;

Tuesday, February 21, 2017

[Kisah Hikmah]: Hidup Itu Sederhana... Hanya Menjemput Rezeki Yang Telah Ditetapkan Allah Swt...

Kisah inspiratif yang tengah viral di media sosial...

Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di .  sebuah  lounge bandara Halim Perdana Kusuma, menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja.

Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa  menit kemudian ia menyapa saya.

“Dik hendak ke Jogja juga?”

“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”

“Iya.”

“Bapak sendiri?”

“Iya.” Senyumnya datar. Menghela napas panjang.

“Dik kerja dimana?”

“Saya serabutan, Pak,” sahut saya sekenanya.

“Serabutan tapi mapan, ya?” Ia tersenyum. “Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.”

Saya tertegun. “Kok begitu, Pak?”

Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia.  Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.

Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue.

“Dik jangan sampai mengalami hidup seperti saya ya. Semua yang saya kejar dari masa muda, kini hanyalah kesia-siaan. Tiada guna sama sekali dalam keadaan seperti ini. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi saya sadar, semua ini akibat kesalahan saya yang selalu memburu duit, duit, dan duit, sampai lalai mendidik anak tentang agama, ibadah, silaturrahmi dan berbakti pada orang tua.

Hal yang paling menyesakkan dada saya ialah saat istri saya menjelang meninggal dunia karena sakit kanker rahim yang dideritanya, anak kami yang sulung hanya berkirim SMS tak bisa pulang mendampingi akhir hayat mamanya gara-gara harus meeting dengan koleganya dari Swedia. Sibuk. Iya, sibuk sekali…. Sementara anak bungsu saya mengabari via WA bahwa ia sedang mid - test di kampusnya sehingga tidak bisa pulang...”

“Bapak, Bapak yang sabar ya….”
Tidak ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain itu.

Ia tersenyum kecut.
“Sabar sudah saya jadikan lautan terdalam dan terluas untuk membuang segala sesal saya dik...
Meski telat, saya telah menginsafi satu hal yang paling berharga dalam hidup manusia, yakni sangkan paraning dumadi. Bukan materi sebanyak apa pun. Tetapi, dari mana dan hendak ke mana kita akhirnya. Saya yakin, hanya dari Allah dan kepada-Nya kita kembali. Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki...

Adik bisa menjadikan saya contoh kegagalan hidup manusia yang merana di masa tuanya….”

Ia mengelus bahu saya –saya tiba-tiba teringat ayah saya.
Spontan saya memeluk Bapak tersebut..
Tak sadar menetes airmata..
Bapak tua tersebut juga meneteskan airmata....

...... kejadian ini telah menyadarkan aku, bahwa mendidik anak tujuan utamanya harus shaleh bukan kaya. Tanpa kita didikpun rejeki anak sudah dijamin oleh Tuhan, tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya, orang tua yg harus berusaha untuk mendidik dan menanamkannya.

Di pesawat, seusai take off, saya melempar pandangan ke luar jendela, ke kabut-kabut yang berserak bergulung-gulung, terasa diri begitu kecil lemah tak berdaya di hadapan kekuasaan-Nya...
HIDUP ITU SEDERHANA SAJA..
MENJEMPUT REZEKI YANG TELAH ALLAH TETAPKAN.
CARI BERKAH NYA, BUKAN JUMLAH NYA
loading...

Monday, February 20, 2017

Kisah Xiong Suihua,. Miliarder Yang Bangun Apartemen Mewah Untuk Penduduk 1 Desa Demi Balas Budi

Xiong Shuihua masih teringat masa kecilnya di Desa Xiongkeng, Xinyu. Puluhan tahun silam, hidupnya sama-sama susah, seperti kebanyakan warga di wilayah selatan China itu. Namun satu hal yang masih melekat di benaknya, hampir seluruh warga di desa itu berbuat baik terhadap keluarganya.

Memori itu pula yang menggerakkan hatinya. Pria 54 tahun yang menjadi miliader setelah sukses dengan industri baja itu berniat membalas budi warga di sana. Dia ingin memberikan tempat inggal yang layak untuk warga yang dulu merawat baik keluarganya.

Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Kamis 27 November 2014, Shuihua membuldoser pondok-pondok kayu yang sudah reot. Dia mengganti rumah-rumah penduduk itu dengan sebuah apartemen mewah. Jalanan berlumpur pun diaspal halus. Semuanya gratis untuk warga.

Kini, wajah desa itu benar-benar berubah. tak ada lagi gubug reot yang dihuni warga seperti lima tahun lalu. Semuanya sudah disulap mejadi apartemen mewah. Sebanyak 72 keluarga bisa menikmati apartemen itu.

Shuihua juga membangun vila bagi 18 keluarga yang memiliki `kebaikan khusus` kepadanya. Vila-vila mewah itu dibangun dalam sebuah proyek bernilai 4 juta pounsterling atau sekitar Rp 76,8 miliar. Fantastis.

Setelah membangun tempat tinggal penduduk satu desa, Shuihua juga berjanji memberikan makanan tiga kali sehari untuk kaum manula dan penduduk miskin. Sehingga warga Desa Xiongkeng itu tak lagi takut kelaparan. Semua kebutuhan perut mereka telah dijamin oleh putra desa budiman ini.

Shuihua menjadi miliader setelah memulai bisnis konstruksi. Belakangan, dia turut serta dalam industri baja. Dan usahanya itu kini lancar. Pundi-pundi uangnya pun semakin menumpuk.

“Saya mendapat lebih banyak uang dan kemudian saya tahu apa yang harus saya lakukan dan saya tidak ingin melupakan akar saya,” tutur Shuihua.

“Saya selalu membayar utang saya, dan ingin memastikan orang-orang yang membantu saya, ketika saya masih muda dan keluarga saya, sudah dibayar kembali,” tambah dia.

Seorang lansia Desa Xiongkeng, Qiong Chu, mengatakan,

“Saya ingat orang tuanya. Mereka orang baik hati yang sangat peduli kepada orang lain, dan ini bagus sekali bahwa anak mereka mewarisi itu,” tutur pria berusia 75 tahun itu.
loading...

Friday, February 17, 2017

[Inspirasi]: Tips Mengundang Rezeki...

- Ada orang ngundang rejeki dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan. Langitpun tersentuh ! Allah Ridho...Lherrrr !!

- Ada orang yang ngundang rejeki dgn cara mencium kaki ibunya, lalu minta didoakan... Langitpun bergetar ! Allah Ridho... Wussss !!

- Ada yang  ngundang rejeki, tiap minggu dia datangi anak-anak Yatim, diusap-usap kepalanya, dibelikan sesuatu utk mereka, spt yg diajarkan Kanjeng Nabi... Byaaaaaar !!

- Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja... Malaikat tahluk, Allah Ridho... Blaaarrr !!

- Ada orang yang ngundang rejeki, tiap malam jum'at dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan. Doanya tembusss langit.. Whizzz !!

- Ada orang yang ngundang rejeki, tiap pagi dia menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan mohon langsung pada Tuhannya.. "Cukupkan Aku.."

- Ada yang ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan.. Malaikat haru, Allah Ridho... Byuuurrr !!

- Ada yang ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan. Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA.. Langit membuktikan !

- Ada yang ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka. Langit merekamnya...

- Ada yang ngundang rejeki, tiap jum'at dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain. Tiap tetes keringatnya penuh pahala...

- Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sudah sibuk dia memilih menghadap langsung ke Penciptanya.

Ketika tukang becak-pun bersedekah, maluuuu kita kalau justru kikir dan pongah...

Rejekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu. Tapi dari Allah.. Undang rejeki datang dengan cara-cara yang Allah Ridhoi.. Tenaaang.., DIA MAHA KAYA kok..

"Memberi itu tenangkan hati..." -» kalo hatimu tidak tenang, jangan-jangan karena berbagipun engkau enggan..

Orang yang yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan..,dia gak pernah takut miskin dan tidak pernah ragu. Yakinlah akan janji Allah..

Mau jalan manakah yg kamu pilih untuk mengundang rezeki ? Lakukanlah tanpa ada ragu..

Semoga manfaat..
loading...

Kumpulan Pantun 6 Kerat (6 Baris) Penuh Makna

Kalau ditajak empat penjuru
Usah tinggalkan sudut telaga
Rumputnya tebal perdu pulasan
Kalau bijak cekal berguru
Lautan dalam boleh diduga
Kail sejengkal hanya kiasan

Teratai di kolam di sudut dusun
Kolam berpaya airnya sejuk
Redup ditampan kelapa gading
Mahligai tuan genting tersusun
Teratak saya beratap ijuk
Tidak sepadan duduk berganding

Atap genting dan atap ijuk
Walau berbeza sama berperabung
Sebagai pelindung panas dan hujan
Genting panas ijuk sejuk
Walau sederhana rumah kampung
Mesti dipelihara sebagai warisan

Anak memerang memakan sagu,
Di perdunya mula diterang,
Waktu hari kabur kelala;
Anak orang jangan diganggu,
Kalau suka masuk meminang,
Supaya namamu tidak tercela.

Bangau lantak terbang sekawan,
Tegak terdiam di pematang,
Naik ke pulau semuanya;
Kalau tidak kerana Tuan,
Tidak badan kembali pulang,
Baik di rantau selamanya;

Banyak kuda makan di padang,
Kudanya tua-tua belaka,
Berjalan pun perlahan-lahan;
Banyak muda sudah kupandang,
Semuanya elok-elok belaka,
Tak sama adik pilihan.

Belayar perahu membawa kuini,
Ke Tanjung Jati mengadap Paduka,
Bunga kemboja sembah berkarang;
Kalaulah tahu jadi begini,
Tidaklah hati dibawa berduka,
Ku pilih saja orang lain.

Bergayut-gayut si anak ungka,
Cukup takut bila dimandi,
Lari keluar masuk ke kota;
Sayang saudara masa bersuka,
Sayang emak sayang abadi,
Sayang kekasih masa bercinta.

Bukan kesumba pakaian raja,
Kesumba pakaian Sultan,
Sultan Yang Dipertuan Muda;
Bukan hamba ke mari sengaja,
Ke mari membawa pesan,
Perintah tak boleh ditunda.

Bila gelap pasang pelita,
Namun hari masih cerah,
Di luar masih terang cahaya;
Jika sudah begitu dipinta,
Hutang dartah dibayar darah,
Hutang nyawa, nyawa padahnya.

Di ranting onak bukan jerami,
Jerami kusut dibelit akar,
Bertiup angin menghembus debu;
Yang penting anak bukan suami,
Suami sanggup bersalin tikar,
Anak mana menukarkan ibu?

Elok ditanam akan padi,
Selang dengan anak pisang,
Biar nampak sebidang huma;
Penyayangkah orang di sini,
Terima menumpang anak dagang,
Mujur-mujur boleh diguna.

Harap laut airnya jernih,
Belayar perahu dikarang manik,
Mencari mutiara di hujung dunia;
Jangan harap wajah yang bersih,
Jika hati sifatnya jijik,
Itu resam adat manusia.

Hidup di paya betuk bersengat,
Ikan betutu tersekat di rakit,
Seluang jauh belida pun jauh;
Hidup di dunia biar beringat,
Belum tentu menongkat langit,
Mumbang jatuh, kelapa pun jatuh.

Jalan kaki berbatu-batu,
Pergi mencari si anak kuda,
Lepas lari terus hilang;
Ingatlah pesanan cikgu,
Tuntut ilmu selagi muda,
Bila tua barulah senang.

Kepada ibu bapa hendaklah patuh,
Janganlah kita cuba menderhaka,
Kelak hidup tak akan sempurna;
Belajar biarlah bersungguh-sungguh,
Agar menjadi manusia berguna,
Supaya dapat memimpin dunia.

Kuda liar berkeliling kota,
Kota terbuat dari kayu,
Tempat berkawal lasykar Feringgi;
Kami mendengar khabar berita,
Bunga kembang sudah pun layu,
Gugur ke bumi tak harum lagi.

Kota Luhut tempat semayam,
Raja Haji datang mengepung,
Banyak pendita ikut bersama;
Jangan ikut resmi ayam,
Bertelur sebiji riuh sekampung,
Mengagungkan bukti sebesar nama.

Kudup bunga gugur di halaman,
Lebah kelulut di pucuk jarang,
Di barat merbau senduduk condong;
Hidup di dunia atur pedoman,
Usah mengikut telunjuk orang,
Ibarat kerbau dicucuk hidung.

Kuntum tulip merah warnanya,
Tumbuh indah di taman larangan,
Menjadi idaman si gadis cantik;
Hidup ini ketentuanNya,
Tiada daya manusia menahan,
Jika takdir datang menjentik.

Lada dan santan dalam gulai,
Beri tambahan daun salam,
Sayur buat pemakan nasi;
Selama badan kita bercerai,
Nasi dimakan rasa sekam,
Air diminum rasa duri.

Pandan berbunga sekali,
Anak harimau kena ipuh,
Destar tertenggek di kepala;
Jalan daratan dilalui,
Berbagai bahaya ditempuh,
Di sini kita bersua pula.

Pegaga dirajut buat kenduri,
Ulam raja beralas pinggan,
Nasi dimasak di bawah pohon;
Hanya terperuk di tempat sendiri,
Macam mana nak luas pengalaman,
Seperti katak di bawah tempurung.

Penakik pisau raut,
Ambil galah sebatang lintabung,
Seludung dijadikan nyiru;
Setitik dijadikan laut,
Sekepal dijadikan gunung,
Alam terbentang dijadikan guru.

Rama-rama di surau gedang,
Surat jatuh kebalik tabir,
Pipit senandung makan padi;
Selama tuan di rantau orang,
Ubat jauh penyakit hampir,
Sakit ditanggung seorang diri.

Ribut mendesah dari seberang,
Basah halaman ditimpa hujan,
Kilat tertampan di lereng bukit;
Sewaktu susah ditolong orang,
Setelah senang tegar melawan,
Ibarat melepaskan anjing tersepit.

Salai pisang dibelah jua,
Arang seludang ditimpa belebas,
Di bawah pangkin api menyala;
Bagai pinang dibelah dua,
Orang memandang mata tak lepas,
Benarkah pengantin sehati sehala?

Sultan Muda dari Lampung,
Memikul cangkul dengan bajak,
Singgah minum di lepau nasi;
Sudah sekah tempat bergantung,
Telah patah tempat berpijak,
Kemana hendak digapai lagi?

Ular tedung jangan dipermudah,
Bisanya dapat membawa maut,
Jika tak maut merana juga;
Berhujan berpanas aku tak endah,
Keris lembing aku tak takut,
Kehendak hati kuturut juga.
Bertih seberang bertih dagangan,
Beras berkisar dalam empingan,
Sekam mendap di gemal padi;
Kasih abang kasih berpanjangan,
Jelas segar dalam ingatan,
Akan tetap kekal abadi.

Apa diharap padi seberang,
Entah berderai entahkan tidak,
Entah dimakan pipit melayang;
Apa diharap kekasih orang,
Entah bercerai entah tidak,
Entah makin bertambah sayang.
loading...

Thursday, February 16, 2017

[Download] Kumpulan Doa Zikir Pagi dan Petang (Adzkarus Shobah Wal Masa') Sesuai Sunnah أذكار الصباح والمساء PDF

klik gambar ini untuk tulisan lebih jelas
Berzikir adalah perintah Allah Swt bagi setiap muslim. Dan salah  satu sunnah Rasulullah Saw adalah membaca zikir dan doa pagi dan petang.

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang

Diantara keutamaan dzikir secara umum adalah sebagaimana dalam nash-nash berikut ini:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Sesungguhnya lelaki dan perempuan muslim, lelaki dan perempuan mukmin, lelaki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyuk (dalam solat), lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar“ (QS. al-Ahzab: 35)

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuh­mu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para Sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Mahatinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377, Ibnu Majah no. 3790. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/139 dan Shahiih Ibni Majah 11/316)

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari dalam Fat-bul Baari XI/208 no. 6407)

Orang yang banyak berdzikir kepada Allah hatinya akan menjadi tenang.

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Adapun keutamaan dzikir pagi dan petang secara umum adalah lebih utama dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il sebagaimana hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ‘Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai dari memerdekakan empat orang budak.'” (HR. Abu Dawud no. 3667, lihat Shahih Abi Dawud 11/698 no. 3114 – MisykaatulMashaabiih no. 970, hasan).

Akan lebih besar lagi keutamaannya jika dilakukan di masjid, sambil menunggu sholat Isyroq, kemudian sholat Isyroq dua roka’at. Hal ini biasa dilakukan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam

Jabir bin Samurah rådhiyallåhu ‘anhu menyifati petunjuk nabi shållallåhu ‘alayhi wa sallam, ia mengatakan:

“Beliau tidak berdiri dari tempat shalatnya -dimana beliau melakukan shalat shubuh- hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit, (maka) beliau berdiri.”

[Shahiih Muslim (I/463) no. 670]

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya)

Adapun secara khusus, maka dapat dibaca di masing-masing hadits di setiap dzikir tersebut. Berikut diantara 9 keutamaan yang SANGAT BESAR dan MENGGIURKAN bagi yang mengerjakannya.

Dzikir yang dibaca pagi dan sore

1. Mencukupi atas segala sesuatu
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.(QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari,  maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182))

2. Jika meninggal, maka akan masuk Surga

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”  (Dibaca 1 x)

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306))

3. Mendapatkan ridho Allah di hari kiamat
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3 x)

Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)

Lihat pula dalam Shohih at-Targhib wat Tarhib I/415 no. 657. Dishohihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak I/518 dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Lihat pula Shohih al-Wabilush Shoyyib hal. 170, Zaadul Ma’ad II/372, Silsilah al-Ahadits ash-Shohihah no 2686 (Dzikir Pagi dan Petang oleh Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

4. Menjadi orang terbaik di hari kiamat
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
 “Maha suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca 100 x)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692))

5. Berpahala seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 kesalahan, terjaga dari gangguan setan, dan merupakan sebaik-baik amalan

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x)

Dalam hadits disebutkan  bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.  (HR. Bukhari disertai Fathul Bari (4/95, no. 3293) dan Muslim (4/2071, no. 2691))

Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya lafazhnya: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762

6. Dicatat 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan, mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, dan dilindungi dari gangguan setan

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)

HR. An Nasai dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz (hal. 55).

(atau 1 x jika dalam keadaan malas)

HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10 x”.

7. Tidak ada yang dapat memudharatkan

بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)

8. Mendapatkan syafa’at

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” (Dibaca 10 x)

Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.”  (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))

Dzikir ini dibaca waktu pagi

9. Mendapatkan pahala berlipat ganda

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ (Dibaca 3 x pada pagi hari)
عن جويرية أم المؤمنين رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم خرج من عندها بكرة حين صلي الصبح وهي في مسجدها ثم رجع بعد أن أضحى وهي جالسة فقال : (( ما زلت علي الحال التي فارقتك عليها  )) قالت نعم  قال النبي صلي الله عليه وسلم : (( لقد قلت بعدك أربع كلمات وثلاث مرات لو وزنت بما قلت منذ اليوم لوزنتهن : سبحان الله وبحمده عدد خلقه ورضا نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته ]
Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin) rodhiyallohu ‘anha, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika keluar darinya (rumah istrinya-Juwairiyah) di saat pagi hari ketika beliau sholat Subuh, sedang dia berada di tempat sholatnya. Kemudian Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang setelah sholat Dhuha sementara Ummul Mukminin sedang duduk (di tempat sholatnya), seraya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ”Masihkah engkau dalam keadaan yang tatkala aku tinggalkan?” Ummul Mukminin menjawab, ”Ya, benar.” Lalu beliau bersabda, ”Aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali setelahmu, seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan mulai hari ini, pasti (kalimat-kalimat itu) akan lebih berat, yaitu : “Subhanallohi wa bihamdihi, ‘adada kholqihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatihi” (Maha Suci Alloh, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sejauh kerelaanNya, seberat timbangan ’Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya) [Diriwayatkan oleh Muslim 44/17, Tirmidzi 67/13, Abu Dawud 369/4, Ibnu Majah 423/2]

Dzikir ini dibaca waktu sore

10. Terlindung dari bahaya racun (misalnya, sengatan dari binatang berbisa)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada petang hari)

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45) [http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3379-bacaan-dzikir-pagi.html dan http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3380-bacaan-dzikir-petang.html]

Selengkapnya tentang bacaan dzikir pagi dan petang, bacalah situs rumaysho di atas.

Sekali lagi saya tegaskan, bahwa penyebutan 10 keutamaan  ini, bukan batasan, hanya saja adanya penyebutan keutamaan tertentu pada setiap hadits di atas sangat layak untuk diperhatikan sebagai motivasi untuk mengamalkan dzikir-dzikir pagi dan petang

Ebook Dzikir Pagi dan Petang bisa download disini atau disini. Jika ingin mengeprint dalam format yang bagus (dalam bentuk selebaran/buletin), untuk dijadikan pegangan bisa dilihat disini dan disini

Dzikir pagi-petang ini hanya memakan waktu kira-kira 30 menit, sudah termasuk bacaan-bacaan:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Maha suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca 100 x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ,  لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

Sangat rugi jika tidak rutin mengamalkannya, peluang keutamaan besar di atas bisa didapatkan dengan hanya menyisihkan waktu kira-kira 30 menit di pagi dan sore hari.

Semoga Alloh jalla wa a’la memudahkan kita untuk selalu mengamalkannya

Perhatian!

Dzikir-dzikir berikut ini diperselisihkan keshahihannya, walaupun keutamaannya juga menggiurkan

Pertama,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.” (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23)

Hadits ini didla’ifkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Dla’if Adabul Mufrad no. 1201; Dla’if Jami’ Ash-Shaghir no. 5729; Al-Kalamut Thayyib no. 25; Ad-Dla’ifah no. 1041

Kedua,

اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.
Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” (Dibaca 1 x)

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Ghonnam radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24)

Hadits ini didla’ifkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Dla’if Jami’ Ash- Shaghir no. 5730; Kalamut Thayyib no. 26.

Ketiga,

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung.” (Dibaca 7 x)

Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))

Hadits ini didla’ifkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ad-Dla’ifah no. 5286 bahkan hadits ini Maudlu’ [Lihat Dla’if Abi Dawud no. 5081.]

Syaikh Al-Albani mempunyai tulisan tentang pen-dhoif-an doa:

 رضيت بالله ربا, وبالإسلام دينا, وبمحمد صلى الله عليه وسلم- نبيا
dalam Dla’if Jami’ Ash- Shaghir no. 5734; Al-Misykah no. 2399; Kalamut Thayyib no. 24; Ad-Dla’ifah no. 5020; Shahih wa Dla’if Sunan At-Tirmidzi no. 3389.

Masalah ini pernah saya tanyakan langsung kepada Ustadz Abu Umar Basyir, via telepon. Beliau menjawab dengan jawaban yang agak panjang, kurang lebih sebagai berikut:

1. Hal ini merupakan salah satu bentuk tasyaddud beliau tentang pen-tadh’if-an. Contoh lainnya adalah masalah mengadzani bayi, dimana di suatu tempat beliau menghukumi shohih dan di tempat lain menghukumi dhoif.

2. Silsilah Adh-Dhoifah dan Ash-Shohihah tergolong kitab beliau yang terdahulu (kecuali jilid 6 ke atas). Adapun kitab Shohih Targhib wa Tarhib termasuk kitab beliau yang lebih baru.

Oleh karena itu, Ust. Abu Umar Basyir lebih memilih pen-tashih-an Syaikh Al-Albani terhadap doa tersebut. Pen-tashih-an ini juga dipilih oleh Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas dalam buku beliau: “Dzikir Pagi dan Petang”. Wallohu a’lam. Semoga Alloh jalla wa a’la selalu menjaga keduanya.

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Silahkan download Kumpulan Doa Zikir Pagi dan Petang dalam format PDF di bawah ini:


Download Juga: Kitab Shahih al-Bukhari Lengkap PDF:

loading...