Penderita Maag Kronis? Coba Sembuhkan Dengan Konsumsi 5 buah-buahan ini...

Penderita maag atau gastritis sebaiknya mengonsumsi buah dan sayuran segar dalam jumlah banyak. Jenis buah yang dipilih dengan tingkat keasaman yang rendah;

Friday, March 24, 2017

Cocok Bagiku, Tak Sesuai Denganmu

Seorang ayah menikahkan dua orang anak gadisnya. Yang pertama bersuamikan seorang petani. Sedangkan yang kedua bersuamikan tukang batu bata.

Setelah sekian lama dibawa suaminya masing-masing, si ayah datang bersilaturrahim mengunjungi anaknya satu persatu.

Saat mengunjungi anak yang pertama, dia bertanya kepada anaknya,

"Bagaimana keadaanmu?".

Anaknya menjawab,

"Kami baik-baik saja. Suamiku menyewa sebidang sawah. Lalu berhutang membeli benih dan menanamnya di sawah kami. Maka, bila hari hujan, kami dalam keadaan bahagia dan beribu kesyukuran. Tapi, bila hari kemarau, kami akan mendapat musibah".

Setelah mendengar penuturan anaknya tersebut, si ayah pergi menuju anaknya yang kedua. Kepada anaknya dia bertanya,

"Bagaimana keadaan kalian?".
Anaknya menjawab,

"Kami baik-baik saja. Suamiku menyewa sebidang tanah dan membuat batu bata dari tanah liat. Bila hari panas dan kemarau, kami sangat bahagia dan dalam ribuan kesyukuran. Tapi bila hari hujan, maka kami akan mendapat mushibah".

Setelah berbincang dengan anaknya, si ayah pulang kembali ke kampungnya. Sesampai di rumah, sang istri menanyakan kondisi anak-anaknya. Suaminya menjelaskan,

"Bila hari hujan, maka bersyukurlah kepada Allah. Dan bila kemarau datang, maka bersyukurlah kepada Allah. Kita bersyukur kepadaNya dalam segala situasi".

* * * * *

Begitulah kehidupan kita di dunia. Apa yang cocok untuk kita, belum tentu sesuai bagi orang lain. Keinginan tukang jual es adalah hari panas terik. Keinginan tukang sate lebih baik suasana hujan dan sejuk. Tukang ojek menginginkan hari cerah. Sebaliknya ojek payung menginginkan hari hujan.

Disaat kita berdoa kepada Allah meminta turun hujan, bisa jadi ada saudara lain yang meminta tidak turun hujan. Barangkali kita butuh pendingin ruangan dinyalakan, tapi di dekat kita ada yang butuh jaket untuk memanaskan kedinginan yang dia rasakan.

Rata-rata permasalahan pergaulan kita dengan orang-orang disekitar kita ada dua hal: maksud yang tidak dipahami, atau pemahaman yang tidak seperti itu maksudnya.

Akan menjadi minimal permasalahan tersebut bila dua hal juga selalu kita lakukan: meminta penjelasan atas maksud saudara kita, atau berbaik sangka atas pemahamannya.

Seorang muslim yang baik adalah yang peduli dengan situasi saudaranya. Berusaha untuk memahami jauh lebih maslahat dari pada meminta untuk dipahami.

Jika saudara kita punya keterbatasan dalam ungkapan, maka jangan batasi dia dalam penjelasan. Jika kita mendengar sesuatu tentang saudara kita, maka sebaiknya dengarkan langsung darinya. Dan jangan halangi dia untuk membela dirinya.

Maha Suci Allah yang mengetahui semua yang nyata dan segala yang rahasia....
loading...

Thursday, March 23, 2017

Yang Lebih Berharga Dari Emas dan Perak...

Diriwayatkan dari Tsauban ia berkata,

”Ketika turun ayat "

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih". (QS. al-Taubah: 34)

Tsauban berkata:

Setelah turun ayat tersebut, kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan.

Sebagian shahabat berkata, "Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Bila ada harta lain yang lebih baik, kita akan mengambilnya."

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Yang paling utama adalah lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan istri yang mukminah yang membantu keimanannya." (HR At Tirmidzi, dan beliau berkata, "Hadits hasan." Dan Ibnu Majah. Lihat shahih targhib no 1499.)

1. LISAN yang basah dengan DZIKIR..
2. HATI yang QANA'AH dan BERSYUKUR..
3. WANITA SALIHAT yang membantu suaminya beriman kepada Allah..
ITULAH HARTA YANG AMAT BERHARGA..
loading...

[Sejarah]: Asal Usul Halo-Halo Bandung

Pasti kamu pernah mendengar lagu perjuangan Halo-Halo Bandung? Lagu mars yang sangat populer dan penuh semangat pasca peristiwa Bandung Lautan Api 1946.

Tapi tahukah kamu dari mana populernya istilah 'Hallo Bandung"?

Istilah 'Hallo Bandung' dikenal sejak terbitnya  buku HALLO BANDOENG, HIER DEN HAAG. (Halo Bandung, Den Haag di Sini) yang diterbitkan oleh Penerbit Hindia Belanda Hoofdbestur pada tahun 1928 

Hallo Bandoeng! Hier Den Haag
Buku ini merupakan catatan kenangan tentang panggilan telepon pertama kali dari Tuschen Neteherland ke Hindia Belanda (Herinneringen Aan De Eerste Radiotelefoongesprekken Tuschen Nederland En Nederlandsch-Indie), tepatnya di Kota Bandung, kota yang sangat indah di Priangan.

Umumnya panggilan telepon, biasa diawali dengan kalimat sapaan 'Hallo!'. Untuk masa itu, melakukan suatu panggilan telepon internasional merupakan suatu prestasi yang sangat spektakuler! 

Panggilan telepon pertama itu langsung dilakukan oleh Ratu Emma (ibu dari Ratu Wilhelmina) dari stasiun radio di Den Haag (The Prague) di negeri Belanda. 

Catatan bersejarah itulah yang direkan dalam buku ini, sehingga istilah 'Hallo Bandoeng' menjadi begitu sangat populer, khususnya di kalangan aristokrat Belanda dan para pribumi yang mendapat pendidikan di sekolah-sekolah Belanda. 

Dan dari sini dapat diketahui bahwa kota Bandung  di Priangan (nama populer untuk daerah Jawa Barat saat itu) merupakan kota yang sangat populer di Hindia Belanda saat itu, sehingga tak salah dikenal sejak lama sebagai Paris van Java. Selain itu, kawasan Priangan juga dikenal di negeri Belanda sebagai daerah penghasil kekayaan alam yang sangat besar, sehingga VOC sempat mengeluarkan kebijakan preanger stelsel, sebuah upaya mengeksploitasi alam Priangan dengan mengukuhkannya sebagai perkebunan kopi.



Dan istilah inilah yang kemudian menginspirasi lagu 'Halo-halo Bandung' yang penciptanya masih kontroversi hingga saat ini. 

Sebagian orang menyebutkan bahwa lagu yang populer pasca peristiwa Bandung Lautan Api tersebut merupakan ciptaan Ismail Marzuki, namun Komponis senior Indonesia, AT Mahmud, menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ada polemik tentang siapa pencipta lagu tersebut. Ia menyebutkan menyebutkan bahwa lagu tersebut tidak diketahui siapa penciptanya. Mengutip dari surat kabar Pikiran Rakyat edisi 23 Maret 2007, ia menyebutkan bahwa lagu tersebut seharusnya, NN (No Name; Pencipta tak diketahui-red.)". 

Halo-halo Bandung
Ibu kota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak Berjumpa dengan kau
Sekarang sudah menjadi lautan api
Mari Bung rebut kembali

[Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api".]

Ada yang menyebutkan bahwa lagu Halo-halo Bandung bukan ciptaan perseorangan melainkan merupakan ciptaan bersama para pejuang di Ciparay, Bandung Selatan, tanpa melihat asal usul suku bangsa. Hal ini barangkali benar adanya. Namun disebutkan pula, bahwa hal tersebut dicerminkan dengan penggunaan kata "Halo!" yang adalah sapaan khas pemuda dari Medan, Sumatera Utara, yang ditimbulkan dari pengaruh film-film koboi dari Amerika yang sering diputar pada waktu itu. Hal ini tampak tidak memiliki dasar yang kuat, sebab -seperti disebutkan di atas- istilah 'Hallo Bandung' merupakan kalimat populer dari catatan panggilan telepon Ratu Emma dari Belanda ke Bandung tersebut.  Penting juga menjadi catatan, bahwa ada yang menyebutkan bahwa kata beta" dalam lagu tersebut diambil dari bahasa daerah Ambon, Maluku, yang berarti "saya". Hal ini juga kurang mendasar, sebab kata Beta umum digunakan diseluruh wilayah Nusantara kala itu, khususnya di kalangan Bangsawan, termasuk  di kalangan pejabat Hindia Belanda sendiri. 

Pendapat semacam di atas nampaknya didasarkan pada kutipan dalam buku Saya Pilih Mengungsi tentang cerita Pestaraja Marpaung mengenai penciptaan lagu Halo-Halo Bandung: 

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, disebutkan kutipan buku tersebut:

"Sebagai pejuang, Bang Maung pun turut menyusup ke Kota Bandung, setiap malam, setelah peristiwa Bandung Lautan Api. "Siang hari tidak ada kerja. Jadi di Ciparay ini, anak-anak Bandung dari Pasukan Istimewa tiduran. ‘Eh, lagu yang kemarin itu mana? Halo! Halo Bandung! de-de-de— (berirama menurun).’ Setelah lama, orang Ambon juga ikut. Pemuda Indonesia Maluku itu, di antaranya Leo Lopulisa, Oom Teno, Pelupessy. Sesudah Halo-Halo Bandung, datang orang Ambonnya. Sudah lama beta! tidak bertemu dengan kau!’ Karena itu, ada ‘beta’ di situ. Bagaimana kata itu bisa masuk kalau tidak ada dia di situ. Si Pelupessy-lah itu, si Oom Tenolah itu, saya enggak tahu. Tapi, sambil nyanyi bikin syair. Itulah para pejuang yang menciptakannya. Tidak ada itu yang menciptakan. Kita sama-sama saja main-main begini. Jadi, kalau dikatakan siapa pencipta (Halo-Halo) Bandung? Para pejuang Bandung Selatan,” ucapnya."

Nah, bagaimana menurut anda?
loading...

Wednesday, March 22, 2017

Buat Yang Mendambakan Keturunan: 9 Kebiasaan Yang Merusak Kualitas Sperma dan Kesuburan Pria

Mendambakan lahirnya keturunan merupakan impian dari setiap pasangan yang menjalani kehidupan rumah tangga. Karena itu, persiapan setiap pasangan seblum pernikahan mutlah dilakukan.

Selain memilih pasangan yang subur (baca: ciri-ciri pasangan yang subur), bagi para pria khususnya harus menghindari beberapa kebiasaan yang dapat merupakan kesuburan mereka, Pasalnya, kebiasaan ini kerap dilakukan tanpa disadari bisa merusak sperma.

Suka atau tidak, faktanya jumlah pria yang bermasalah dengan sperma makin meningkat. Menurut Ajay Nangia, M.B.B.S., ahli urologi dan kesuburan pria dari University of Kansas Medical Center, Jumlah sperma yang sehat dan normal makin menurun dalam beberapa dekade terakhir ini.

Berikut adalah tujuh kebiasaan yang kerap dilakukan tanpa disadari mampu merusak kesuburan pria :

1. Begadang

Kurang tidur kerap dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan. Termasuk merusak sperma.

Menurut jurnal Fertility & Sterility, pria dengan durasi tidur kurang dari enam jam akan mengalami penurunan kesuburan hingga 31 persen dibanding pria dengan durasi tidur 7-8 jam per malam.

Alasannya, kurang tidur menurunkan produksi hormon testosteron. Hormon ini berperan penting pada pembentukan sperma.

Tapi, terlalu banyak tidur juga tak baik. Pria yang tidur lebih dari Sembilan jam per malam juga menunjukkan masalah kesuburan. Jadi, 7-8 jam per malam adalah durasi yang ideal.

2. Suka minuman beralkohol

Bagi yang suka meminum minuman beralkohol, bersiaplah menghadapi resiko tidak memiliki keturunan. Sebabm, terlalu banyak minum alkohol akan merusak kesuburan pria. Para peneliti dari Denmark menyebut bahwa 25 gelas minuman beralkohol dalam seminggu bisa menurunkan kualitas sperma.

Dan jika seorang pria menenggak 40 gelas per minggu, maka ia akan mengalami penurunan jumlah sperma sebanyak 33 persen dan 51 persen sperma sehat.

3. Kurang Makan Ikan

Ikan terbukti baik untuk kesehatan sperma. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard menyebut bahwa kualitas sperma terlihat lebih baik pada pria yang rajin mengkonsumsi ikan tuna atau salmon.

Sebaliknya, daging olahan merupakan musuh bagi kesehatan sperma.

Daging olahan bisa menurunkan produksi testosteron, sementara ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3 justru meningkatkan kualitas sperma.

4. Stres

Stres turut disebut sebagai jalan masuk berbagai penyakit. Sebuah penelitian dari Columbia University menyebut bahwa stres yang berlebihan mengganggu hormon reproduksi.

Bahkan jika pria tersebut sudah menjalankan pola makan sehat, faktor stres tetap harus diperhitungkan sebagai perusak kesuburan.

5. Kebiasan minum soda

Menurut jurnal Human Reproduction, satu kaleng soda sehari bisa merusak sperma. Kemampuan sperma untuk bergerak akan berkurang.

Alasannya, minuman bersoda memiliki kandungan gula yang bisa menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini bisa merembet jadi peradangan, yang membuat pergerakan sperma terhambat.

Tambah lagi, kebiasaan minum soda bisa membuat gemuk. Kegemukan juga kerap dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah kesuburan pada pria.

6. Menyimpan ponsel di saku celana

Nah, ini dia kebiasaan yang diabaikan banyak orang. Tak bisa dipungkiri, saku celana merupakan tempat favorit untuk menaruh ponsel. Tapi kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada sperma.

Paparan radiasi ponsel bisa menghambat pergerakan sperma. Panas dari ponsel juga bisa meningkatkan suhu pada skrotum dan mengganggu produksi sperma.

Hal ini terungkap pada sepuluh penelitian menyangkut radiasi ponsel.

Jika Anda adalah seseorang yang harus memegang ponsel tiap saat, coba untuk menaruh ponsel di tempat lain seperti saku jaket.

7. Berendam lama air panas
Ada benarnya juga jika berendam air panas sering disebut sebagai penurun kesuburan bagi pria. Air panas atau bersuhu tinggi tidak baik untuk testis, bahkan 30 menit berendam di jacuzzi atau bak mandi air panas dapat menurunkan produksi sperma untuk sementara.

Rendaman air panas ini dapat mempengaruhi sperma untuk waktu yang sangat lama. Karena sperma membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menjadi “dewasa”, jika produksinya sudah terganggu akibat paparan air panas, biasanya akan membutuhkan setidaknya tiga sampai enam bulan untuk kembali normal.

8. Jenis celana dalam pria
Perbedaan antara celana dalam pria model boxer dengan celana dalam normal tidak cukup besar dan tidak terlalu mempengaruhi perubahan jumlah sperma.

Menggunakan celana dalam model boxer memang lebih baik dibandingkan celana dalam yang ngepas,  jika sperma pria sedang dalam jumlah yang rendah. Tapi jika jumlah sperma dalam keadaan normal, model celana dalam apa saja tak masalah.

Yang jelas, mengenakan celana ketat seperti bicycle pants atau skinny jeans untuk jangka waktu yang lama merupakan ide yang buruk. Semakin sempit atau ketat celana pria, semakin buruk kondisi testis untuk memproduksi sperma.

9. Keliru menggunakan pelumas
Penggunaan pelumas saat bercinta kadang membantu. Tapi hati-hati, bisa juga merusak sperma. Jurnal Fertility & Sterility di tahun 2014 menyebut bahwa beberapa merk pelumas bisa menghambat motilitas sperma. Motilitas adalah kemampuan sperma untuk berenang menuju sel telur.

Ajay Nangia, M.B.B.S., ahli urologi dan kesuburan pria dari University of Kansas Medical Center menyebut bahwa itu disebabkan oleh tebalnya lapisan cairan pelumas. Ketebalan itu menghalangi pergerakan sperma.

Ditambah lagi, cairan pelumas mengandung asam hidrolik yang bisa membunuh sperma.
loading...

Apa Patokan Taysabbuh Bil Kuffar ?

Banyak kalangan yang masih bingung tentang patokan tasyabbuh yang dilarang dalam agama Islam, sehingga mereka menghukumi banyak hal sebagai tasyabbuh padahal bukan, seperti kopyah hitam, pakaian jawa, dan sebagainya.

Bagaimana sebenarnya patokan tasyabbuh itu? Simak penjelasan ulama berikut:

Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili berkata:

الضابط للتشبه بالكفار أن يفعل الإنسان فعلًا لا يفعله إلا الكفار لا بمقتضى الإنسانية


Patokan tasyabbuh adalah melakukan perbuatan yang tidak dilakukan kecuali orang kafir bukan karena kebutuhan manusia”.

Perhatikan patokan ini baik-baik, jika bukan ciri khas orang kafir maka tidak termasuk tasyabbuh. Seperti celana jeans-nya menurut saya.

Demikian juga hal itu dilakukan oleh orang kafir karena kebutuhan manusia seperti mobil maka ini bukan termasuk tasyabbuh (kajian Tsalatsah Ushul di Masjid Nabawi pada musim haji tahun 1429-1430 H).

Syaikh Ibnu Utsaimin juga berkata:

مقياس التشبه أن يفعل المتشبِه ما يختص به المتشبَه به، فالتشبه بالكفار أن يفعل المسلم شيئاً من خصائصهم، أما ما انتشر بين المسلمين وصار لا يتميز به الكفار فإنه لا يكون تشبهاً، فلا يكون حراماً من أجل أنه تشبه، إلا أن يكون محرماً من جهة أخرى. وهذا الذي قلناه هو مقتضى مدلول هذه الكلمة. وقد صرح بمثله صاحب الفتح حيث قال (صــ272 ج10.


Patokan Tasyabbuh kepada orang kafir adalah seorang muslim melakukan hal yang merupakan ciri khas kafir. Adapun jika hal itu tersebar antara kaum muslimin dan bukan ciri khas kaum kuffar maka bukanlah tasyabbuh, tidak terlarang karena tasyabbuh kecuali jika ada alasan lainnya yang mengharamkan.

Apa yang kami sampaikan ini sesuai dengan kandungan kalimat dan dikuatkan oleh penulis Fathul Bari (Ibnu Hajar Al Asqalani, 10/272)”.

Maka jangan gegabah menghukumi tasyabbuh….
loading...