Wajibkah Zakat Profesi ...?

Berikut penjelasan tentang khilafiyah atau perbedaan ulama tentang kewajiban zakat profesi...;

Wednesday, August 23, 2017

Keutamaan Puasa Arafah

Sebentar lagi kita akan memasuki hari agung dan mulia yaitu Hari Arofah. Hari yang dipilih oleh Allah sebagai hari yang penuh dengan amalan-amalan ibadah di dalamnya.

Bagi orang yang haji mereka melakukan wukuf di Padang Arofah dan bagi yang diluar atau bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji disunnahkan untuk melakukan puasa di Hari Arofah.

Secara umum di sepuluh awal Dzulhijjah disunnahkan kita untuk meningkatkan amalan-amalan yang sunnah yang biasa dilakukan di hari-hari yang lain. Lebih khusus lagi di Hari Arofah yaitu hari ke-9 Dzulhijjah.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Abu Daud Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. bersabda :

عن ابن عباس -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام) -يعني أيام العشر- قالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: (ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء)>
 رواه أبو داود (٢٤٣٨) والترمذي (٧٥٧) 

Diriwayatkan oleh Abu Daud , dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “ Tidak ada hari untuk beramal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi dari pada hari-hari ini (Sepuluh hari awal dari  bulan Dzulhijjah). Mereka bertanya : Ya Rasulullah, pakah jihad fi sabilillah tidak bias menyamainya? Beliau menjawab : Jihad fi sabilillah tidak bias menyamainya, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

Berpuasa adalah sebaik-baik amalan yang bisa dilakukan seorang hamba. Maka hendaknya kita rajin berpuasa di hari-hari seperti itu kemudian puncaknya adalah di hari arofah yang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan dalam hadits yang diriwayatkan imam muslim :

صيام يوم عرفه أحتسب على الله أنه يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده ( رواه مسلم )

Aku berharap kepada Allah semoga dengan Puasa Arofah Allah akan mengampuni dosa yang lalu dan dosa yang akan datang. “

Ini menunjukkan begitu pentingnya dan agungnya hari arofah. Disamping pahalanya besar akan tetapi juga menjadi sebab dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Kemudian yang harus kita ketahui juga bahwasanya, puasa arofah ini disunahkan bagi orang  yang tidak melaksanakan ibadah haji. Adapun bagi orang yang melaksanakan ibadah haji disunnahkan bagi mereka dianjurkan dan dihimbau untuk memperbanyak dzikir memohon kepada Allah Subhanahu Wata'ala di arofah kemudian bagi siapapun baik yang berada dipadang arofah atau  yang diluar padang Arofah selain berpuasa hendaknya di hari arofah ini memperbanyak bersedekah, silaturrahmi terlebih lagi berdzikir kepada Allah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Seperti disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal :

روى أحمد عن ابن عمر مرفوعاً  :ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد. 

“Tidak ada hari yang lebih agung di hadapan Allah dan lebih dicintai oleh Allah melebihi dari pada hari-hari 10 awal dzulhijjah ini. Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dari takbir , tahlil dan tahmid”

Dzikir tersebut yang selama ini kita kenal dengan takbir  :

اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ - اَللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Bagi orang yang ingin berpuasa di Hari Arofah atau di hari selainnya bagi yang masih hutang. Disini banyak Ulama berbeda pendapat. Menurut Imam Abu Hanifah bagi orang yang mempunyai utang yang utangnya adalah karena udzur seperti sakit, berpergian atau udzur-udzur yang menjadikan dia boleh berbuka puasa kemudian dia memasuki hari yang disunnahkan untuk berpuasa seperti hari arofah. Menurut madzhab imam abu hanifah orang tersebut tetap disunnahkan berpuasa dan tidak ada makruh sama sekali.

Adapun menurut madzhab Imam Malik dan Imam Syafi’i bagi orang yang masih mempunyai hutang kemudian dia berpuasa sunnah maka hukumnya makruh. Hendaknya didahulukan membayar hutang puasa wajibnya terlebih dahulu sebelum berpuasa sunnah.

Akan tetapi disitu juga dijelaskan oleh para ulama madzhab Syafi’i yaitu di saat kita  membayar  hutang puasa wajib, cukup dengan niat puasa wajib saja disaat seperti itu Allah akan memberikan kita pahala sunnah juga. Itulah kemuran dari Allah Subhanahu Wata'ala akan tetapi dengan catatan tidak boleh digabungkan niat antara puasa sunnah dengan niat puasa wajib untuk mengqodho’  tadi, akan tetapi cukup dengan niat fardhu maka pahala sunnah akan didapat. Jika menggabungkan niat puasa sunnah dengan niat hutang puasa wajib puasanya menjadi tidak sah.

Jika menggabungkan puasa sunnah dengan puasa sunnah hal itu diperbolehkan dan mendapatkan pahala sesuai yang diniatkan. Misalnya puasa Arofah bertepatan hari Senen lalu kita menggabung Puasa Senen dan Arafoh maka kita akan mendapatkan pahala dua-duanya .

Adapun cara niat berpuasa Arofah adalah cukup kita melintaskan di hati “Aku berpuasa arofah” itu sudah sah dan lebih baik lagi jika dikuatkan dengan lisan kita. Mari di 10 awal Dzulhijjah ini khususnya 9 Dzulhijjah kita berlomba-lomba melakukan kebaikan dengan segala bentuk kebaikan.

Wallahu A’lam Bishshowab.
loading...

Teguh Dalam Aqidah Islam Adalah Harga Mati !

Assalamu'alaikum ustadz, apakah benar kalau saya beranggapan bahwa aqidah kita sebagai seorang muslim adalah harga mati buat orang islam?

Jawab :

وعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bissmillaahi washshaalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Jika yang dimaksud adalah membela dan mempertahankan serta teguh dengan nilai-nilai aqidah Islam, serta rela berkorban karenanya, maka memang benar itu adalah harga mati. Yang tidak bisa ditukar dengan apapun di permukaan bumi ini.

Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam pernah bersabda,

لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ وَإِنْ قُتِلْتَ أَوْ حُرِّقْتَ،……

“Janganlah engkau mensekutukan Allah, sekalipun engkau dibunuh, atau engkau dibakar…”

Ya, sekalipun ancamannya adalah dibunuh, jangan korbankan aqidah; sekalipun dibakar jangan korbankan aqidah.

Apalagi ancamannya hanya sekedar, dipecat dari pekerjaan, atau sekedar diiming-iming mie instan, sembako, pendidikan gratis, pengobatan gratis dan perkara-perkara lain.

Sungguh, kita mati dengan membela, mempertahankan, dan teguh dengan aqidah ini, jauh lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Wallahu ta’ala a’lam bish-showab.
***

Sumber:
Artikel Attabiin.com
loading...

Tuesday, August 22, 2017

[Sejarah Dalam Foto] "Jam Gadang" Ternyata Juga Pernah Ada di Al-Quds Palestina

Beberapa kota di dunia pernah memiliki "jam gadang" atau jam besar yang menjadi landmark kota, sebut saja misalnya jam Bigben di London, Jam gadang di Bukittinggi dan lain sebagainya.

Nah, tapi tahukah anda bahwa salah satu jam gadang tertua di dunia pernah terdapat di kota al-Quds Palestina?

Ya, sebuah jam raksasa di puncak menara pernah menghiasi masjid Al-Aqsha Palestina. Jam besar ini didirikan oleh Khilafah Dinasti Utsmaniyah (Ottoman) pada masa Sultan Abdul Hamid II pada tahn 1909. Pada era ini, Dinasti Utsmani membangun 7 landmark kota di seluruh wilayah Palestina, salah satunya juga berupa jam besar di Yafa tahun 1901, juga di Haifa, Akka, Nablus, Nazaret dan Shafd.

Jam besar Al-Quds didirikan di atas Bab al-Khalil (salah satu pintu kota Quds dan Masjidil Aqsha). Pembangunannya memakan waktu selama 7 tahun dengan biaya sekitar 20.000 frank. Dengan ketinggian sekitar 13 meter, jam ini berdiri tegak dan menjadi pintu masuk bagi pendatang dari aray Khalil dan Yafa,

Ketika kota Quds jatuh ke tangan Inggris tahun 1922, jam besar ini dirobohkan. Berbagai alasan dibuat untuk dalih penghancuran, tapi yang pasti perubuhan jam ini bertujuan untuk menghapus memori tentang Kesultanan Utsmani di Quds.

Berikut beberapa foto tentang 'jam gadang' al-Quds yang tinggal sejarah:

Jam Besar Qusd di masa Utsmaniah


Pasukan Inggris di dekat Jam Besar Quds

loading...

Nasihat Seorang Ibu Kepada Anaknya Yang Akan Menikah

Seorang ibu bertutur kepada putrinya:

Anakku, kalau suatu hari nanti hatimu panas karena suamimu, ingat akan hal ini.

Pertama : Jangan pulang kerumah orang tua. Mendaftarlah travelling dan pergi liburan..

Kedua : Belajarlah jadi pandai..Kalau kamu membawa pergi semua baju, uang tabungan, kamu sangat lemah.

Ketiga : Yang perlu kamu bawa remot AC, remot TV, SIM suamimu, KTP suami, kunci motor/mobil dan password wifi dan laptop yang sudah kamu ganti . Kalau ada bawa pergi juga kartu absensi kerjanya dan pergilah berlibur dengan tenang dan damai 😁

Kalau kamu melakukan semua ini, saya gak percaya dia masih ga sadar kalau dia gak melakukan kesalahan.

Kepada putranya, sang ibu juga bertutur:

Anakku... ingatlah...

TIDAK ADA TEBU YANG KEDUA KEPALANYA ITU MANIS .

Kalau kamu memilih bersama dengan wanita karir, kamu perlu menerima dia tidak bisa FULL melayanimu di rumah .

Kalau kamu memilih bersama dengan ibu rumah tangga yang menjaga dan merawat rumah, kamu perlu menerima kalau dia tidak menghasilkan uang .

Kalau kamu memilih bersama wanita penurut, kamu harus menerima kalau dia bergantung padamu .

Kalau kamu memilih bersama wanita pemberani, kamu harus menerima dia keras kepala dan mempunyai pemikiran sendiri.

Kalau kamu memilih bersama wanita cantik, kamu harus menerima kalau pengeluarannya juga banyak.

Kalau kamu memilih bersama wanita hebat, kamu juga harus menerima kalau dia itu keras dan tak terkalahkan .

TIDAK ADA WANITA SEMPURNA. SEMUA ITU HANYA DALAM MIMPIMU SAJA.

Kalau suamimu marah, seringkali karena itu kebiasaan. Sebentar juga sudah baik lagi..
Kalau istri marah, seringkali itu pura-pura.
Asal dikasih uang belanja juga udah senang lagi.

Pria sering berkata ; "Kalau saja aku ga punya uang, ga punya mobil, ga punya rumah, tapi aku punya hati yg mencintaimu dengan tulus, apa kamu mau menikahiku ?"

Sebenarnya perempuan juga ingin mengatakan ; "Kalau saja aku ga punya otak, ga punya pantat, ga punya tampang, hitam dan pendek, ga punya uang dan ga bekerja, diwajahku juga ada tahi lalat besar, tapi aku punya hati yg mencintaimu dengan tulus, apa kamu mau menikahiku ?"

Jangan sering mengeluh kalau istrimu suka menghamburkan uang, atau mengeluh kalau istri orang lain pintar mengirit uang. Apa memelihara bebek dan angsa itu modalnya sama?

Lelaki jaman sekarang, semuanya berharap wanita itu lemah lembut, perhatian dan cantik, punya badan bagus, mandiri dan bisa mencari uang, selain itu bisa menjaga rumah tangga, hormat pada orang tua, baik hati pada anggota keluargamu.

Tapi coba kutanyakan, kalau kamu menginginkan sebegitu banyak, APA KELEBIHANMU ? Apa kamu tinggi dan tampan? Apa kamu punya tabungan tak terbatas jumlahnya? Atau kamu orang yang juga lemah lembut, perhatian, setia dan menyayangi istri ?

KALAU KAMU TIDAK MEMILIKI SEMUA ITU,JANGAN MENUNTUT ORANG LAIN SEMPURNA 😊
loading...

Monday, August 21, 2017

Kisah Gubernur dan Budak Perempuan Yang Cerdas

Barangkali, kamu pernah mendengar kisah cinderella, diundang ke pesta, pergi jam 12 malam, menikah dengan pangeran. Yah, hanya sebuah dongeng pengantar tidur.

Tapi pernahkah kamu tahu ada kisah nyata yang jauh lebih indah dari dongeng Cinderella? Inilah kisah tersebut.

Alkisah, seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal berkulit hitam. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.

Dengan keheranan sang Gubernur bertanya,

“Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?” Janda bermuka buruk itu menjawab,

“Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”

“Maksud engkau?” tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.

“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”

Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.

Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempua lusuh berkulit hitam itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang tak menarik itu.

Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu.

Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berkulit hitam tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.

Gubernur lalu bertanya,

“Mengapa kaubanting gelas itu?”

Tanpa takut wanita itu menjawab,

“Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.”

Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.

"Sebab lainnya?” tanya Gubernur.

Wanita itu menjawab,

“Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.”

Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya.

“Masih ada sebab lain?” tanya sang Gubernur

Perempuan itu mengangguk dan berkata,

“Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”

Maka ketika Gubernur yang telah ditinggal mati oleh istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Tuhannya, kepada Nabinya, dan kepada gubernurnya.
loading...