Sunday, October 21, 2018

Mengenal Metode Baghdadiyah dan Keunggulannya [Belajar Mengaji]

Bagi generasi Zaman dulu,selain kenangan indah tentang masa bermain, masa belajar juga memiliki memori indah tersendiri. Salah satunya adalah Belajar Mengaji (baik mengaji di masjid, surau, ataupun rumah).

Dulu untuk belajar membaca Alquran,metode yang sering digunakan oleh Ustad dan atau guru mengaji adalah metode Bahgdadiyah. Jauh sebelum bermunculan metode-metode baru yang menawarkan kemudahan membaca Al-Quran, rasanya belum ada yang menandingi metode Baghdadiyah ini.

Kitab belajar mengaji Baghdadiyah ini banyak di jual di pasar dengan harga yang sangat murah, hanya sekitar 5.000 rupiah saja! Itupun sudah dilengkapi dengan Juz 'Amma, yang menggambarkan bahwa kitab ini memang dirancang khas untuk kanak-kanak.

Bayangkan, harga sebungkus rokok saja sudah Rp. 20.000! Tapi masih banyak juga orangtua yang merasa berat membelikan kitab ini untuk anak mereka!

Penerbit kitab Baghdadiyah ini tidak perlu membayar royalti penulis, karena hingga saat ini belum diketahui siapa penemu dan penulis metode membaca Al-Qur'an yang penuh berkah ini!

Sesuai namanya, metode ini dikenal berasal dari Baghdad, Irak. Banyak sumber mengatakan, metode ini ada mulai zaman Daulah Abbasiyah, namun siapa yang menyusun metode ini belum ada sumber yang valid. Setiap huruf dieja dengan harakatnya. Alif fathah a, alif kasrah i, alif dhammah u, bacanya a-i-u.


Di Sumatera dan juga berbagai tempat di negeri Melayu, metode ini juga disebut belajar an in un. Di kawasan pesisir barat Sumatera, khususnya di ranah Minangkabau, terkenal ungkapan baduo di ate ban, baduo di bawah bin, baduo di dopan bun, dengan irama khas yang diajarkan oleh para guru kepada murid di Surau. (Maksudnya, huruf Ba dengan harakat dua di atas dibaca Ban... dst)

Di tanah Semenanjung (Malaya) dan Negeri Melayu pada umumnya, belajar metode ini biasa disebut sebagai Muqaddam (biasa juga disingkap Mukadam atau Kadam), yang berarti permulaan, karena memang kitab ini diperuntukkan bagi mereka yang mula-mula sekali belajar mengaji.

Sementara di tanah Jawa, ada yang menyebut metode ini dengan istilah Turutan. Ada yang menyebutnya Alifan, Quran Kecil, Juz Amma, dan masih banyak lagi penamaannya sesuai daerah masing-masing.

Metode Baghdadiyah ini sendiri selain dikenal sebagai metode Membaca Alquran Tertua, juga memiliki 5 Keunggulan,yaitu:

1. Pola Bacaan yang Unik
2. Penekanan Keterampilan Mengeja
3. Pengenalan Hitungan Arab
4. Santri Hapal Huruf Hijaiyyah
5. Penguatan Dasar Tajwid

Selain metode baghdadiyah, buku yang digunakan untuk belajar mengaji memiliki kesan tersendiri.
Satu hal lagi, kata orang tua dulu..jika anak itu lancar mengaji, maka dia akan pintar mencerna pelajaran di sekolah.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih