Orang Rajin Bersedekah Itu Bahagia, begini penjelasan ilmiahnya...

Pernahkah kita merasakan, ketika kita mengeluarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, ketika kita bisa membantu meringankan beban orang lain, lalu muncul perasaan bahagian entara dari mana dalam lubuk hari kita?;

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Friday, May 10, 2019

[Renungan Buat Kita Semua] Jangan Mudah Berhutang...

Temanmu atau saudaramu yang punya banyak uang itu.. Bukan berarti mereka tak punya urusan. Sehingga dengan mudahnya kita berpikir..

"Duitnya kan banyak, aku bisa pinjam kayaknya.."

Kawan-kawan..
Uang banyak itu, bukan berarti uang yang tidak untuk dipakai.. Atau uang nganggur. Yang dengan mudahnya bisa dipinjam.

Pahami..
Mereka yang uangnya lebih banyak dari kita, bisa jadi karena sabarnya pun lebih banyak dari kita.
Mereka banyak "Puasa" menahan diri dari membeli yang tidak perlu..

Karena ingin membeli sesuatu yang lebih penting dengan uang yang dikumpulkan tadi, yang harganya memang mahal.

Mungkin pingin beli rumah atau kendaraan dengan cara cash tanpa riba. Dan itu perjuangan yang tak mudah..

Uang banyak itu bukan dikumpulkan dalam sehari, dan belum tentu mereka bisa melalukan hal yang sama lagi. Hanya karena punya alasan kuat, mereka bisa melakukannya.

Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan untuk mewujudkan impian. Jangan tiba-tiba datang dan kemudian berusaha memintanya.

Jangan mudah meminjam uang jika melihat teman atau saudara sedang terlihat berada. Karena jika teman atau saudara sudah meminta.. Maka saat itulah ia sedih dan bingung, antara memilih impian keluarganya, atau memberikan pinjaman kepada yang meminta.

Belum lagi resiko yang lain.. Yaitu rusaknya silaturahim. Karena sesungguhnya, hutang adalah pemutus silaturahim yang paling tajam.

Karena hutang yang tak kunjung terbayar. Membuat pertemanan jadi renggang, jadi hilang saudara. Yang berhutang jauh lebih keras bicaranya dari yang memberi hutang..

Ini bukan sindiran.. Tapi pengingat untuk kita semua, termasuk penulis sendiri.

Karena begitu banyak saya melihat dan mengalami. Banyak yang sepertinya begitu mudah meminjam uang. Tak peduli apakah nanti bisa membayar atau tidak, yang penting dirinya sendiri selamat dulu. Urusan sama yang punya duit dipikir belakangan. Ini bukan akhlak yang baik saudaraku..

Sama saja kita melempar beban kepada orang lain. Dan sengaja membuat orang lain jadi sulit.

Itulah kenapa Rasulullah Sholallahu'alaihi wa sallam yang berakhlak mulia itu, selalu berdoa untuk berlindung dari hutang.

Berhutang tentu boleh.. Karena agama pun membolehkan dan mengaturnya. Akan tetapi, pikirkan puluhan kali sebelum mengambil jalan.

Jangan sampai tak punya persiapan untuk membayar, atau jangan sampai mengorbankan pertemanan dan persaudaraan.

Dan yakinlah.. Bahwa Allah maha luas rezeki nya.. Utamakan dulu doa dan ikhtiar. Lalu berserah diri kepada Allah.

Andai nanti Allah hadirkan orang baik yang ikhlas memberi pinjaman, maka itu adalah kemudahan, bukan jalan perusak hubungan.. Insyaallah..

Mohon maaf yang sebesar-besarnya...
Sekali lagi, ini bukan tertuju kepada siapapun. Hanya kegelisahan saja sebagai sesama muslim melihat begitu banyak orang yang mudah berpikir meminjam uang, tapi tak siap berpikir bagaimana mengembalikannya...
loading...

Wednesday, November 14, 2018

8 Ucapan Ajaib Untuk Membentuk Karakter Anak

Berikut ini 8 ucapan atau kata-kata ajaib yang penting diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Ucapan ini akan membentuk karakter positif anak.

1. Salam
Ajarkan dan biasakan ucapan "Assalamu 'alaikum" kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami. Tiap masuk rumah atau masuk kamar orangtua atau ketemu orang lain, ucapannya selalu salam. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri anak.

2. Dzikir
Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya astaghfirullah, subhanallah, alhamdulillah, masyaallah, insyaallah, barakallah, dan lain sebagainya. Bukan ucapan: Astaga! Gila! Bego! Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri anak.

3. Tolong
Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.

4. Terimakasih
Biasakan mengucapkan kata terimakasih untuk berbagai hal yang positif, sebagai apresiasi kepada orang lain yang telah memberikan pertolongan bagi dirinya. Anak yang tumbuh dengan menghargai orang lain akan menumbuhkan kebesaran jiwa.

5. Maaf
Ajarkan anak untuk mudah meminta maaf walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika ia memang melakukan kesalahan. Anak yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayang.

6. Iya / Siap / Baik
Ajarkan anak untuk mengucapkan kata "iya" atau "siap" sebagai respon dari nasihat atau perintah dari orangtua. Kadang saat ibu atau ayah meminta anak untuk melakukan sesuatu, ia hanya mengangguk atau bahkan diam saja. Ungkapan ini membentuk karakter peduli dan menghargai.

7. Izin/Permisi
Biasakan anak untuk meminta izin dalam berbagai kondisi. Misalnya minta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya.
Hal ini membentuk karakter tertib.

8. Bisa
Ajarkan anak berpikir dan bersikap optimistik. "Aku bisa" adalah ungkapan optimistik.
Membuat anak tumbuh dengan percaya diri

loading...

Tuesday, October 23, 2018

[Artikel] Menikmati Kelelahan Dalam Kehidupan Perkawinan

Rutinitas hidup berumah tangga bisa menyebabkan rasa jenuh dan lelah.

Sebagaimana dalam semua kegiatan hidup lainnya, berumah tangga juga bisa mengalami rasa kelelahan. Suami dan istri merasa lelah, sehingga mudah menimbulkan sejumlah komplikasi dalam hidup mereka.

Semacam rasa bosan yang kadang menghinggapi orang yang setiap hari mengkonsumsi nasi, lalu ia pengen ada variasi dengan mengkonsumsi roti atau singkong. “Lelah makan nasi”, kira-kira begitu ungkapannya.

Ungkapan kelelahan biasa kami dengarkan di ruang konseling, sebagai ekspresi atas kekecewaan terhadap pasangan dan akumulasi masalah dalam waktu yang panjang.

Suami dan istri yang menghadapi konflik dan tidak mampu menyelesaikan, atau mengalami kekecewaan yang tidak bisa terobati; atau sengaja menumpuk konflik tanpa diselesaikan, berakibat menimbulkan tumpukan rasa berat dan tertekan pada perasaan.

Akumulasi perasaan tertekan dalam waktu lama inilah yang menimbulkan kelelahan.

1. Kembalikan pada motivasi ibadah

Jika menikah adalah ibadah, kelelahannya membawa berkah. Seperti saat naik haji dengan berbagai kegiatan yang berat, namun semua terasa nikmat.

2. Kembalikan kepada visi

Jika visi hidup berumah tangga adalah ingin menggapai surga, maka jalan menuju surga memang tidak mudah. Wajar jika terasa lelah. Namun akhirnya sangat indah.

3. Mudahkan, simpelkan, jangan dirumitkan

Hidup berumah tangga itu rumit, jika kita rumitkan. Hidup berumah tangga itu mudah, jika kita mudahkan. Hidup berumah tangga itu sumpel, jika kita simpelkan.

Maka biarlah jiwa kita bisa merasakan nikmatnya kelelahan dalam kehidupan pernikahan. Karena *lelah itupun indah. Selama di jalan Allah*.

***
Sumber: Tulisan Ust. Cahyadi T.
loading...

Friday, October 5, 2018

[Kisah Inspiratif]: Mutiara Yang Terbuang... Penyesalan Seorang Anak Yang Durhaka

Alkisah, ada sepasang suami isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri :
(DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!)
Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan tercecer dimana-mana..... lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!

Suami :
Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua

Istri:
Tidak bisa begini terus- menerus....Kalau tiba-tiba ada tamu yang datang.... apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !

Suami :
Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo ??
...................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........
Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

"PUTRIKU buah HATIKU"

istri :
(Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu).

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"

Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....aku besarkan dengan kasih....aku sekolahkan dengan airmata....aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....diatas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba-tiba dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku.

Istri :
Sambil baca..... airmatanya mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak.
Tibatiba dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya....  "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

Suami :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya lalu........

"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)"

Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung keras sekali....menangis dan menyesal !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih KAH ada ibu dan ayah disisimu ?

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Ingatlah Saudaraku :

* kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"

* tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

* sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"

* sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dgn jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pd org tua....❤.

Pelajaran yg harus kita ubah,tingkah laku kita,tehadap org tua, terimalah dia apa adanya, krn dia satu2nya yg bisa memberikan kehidupan kita di dunia ini.👍👍


Sekarang Anda mempunyai 3 pilihan:
1. Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja..

2. Atau anda ingin mengingatkan pada teman yang anda kenal...Sharelah tulisan ini... mudah-muhdan anda menjadi agen kebaikan...

3. Atau anda cuek, tidak usah penat-penat dan sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini..Biarkan saja di sini..Kalau boleh hapus/ tutup saja..Mereka tidak perlu membaca tulisan ini..

😭😭😭
loading...

Friday, July 27, 2018

[Kisah] Saya Ingin Mempersembahkan Sesuatu Untuk Ayah Yang Selalu Sibuk...

Ada seorang anak berumur 10 tahun, namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yang kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yang datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak-anak yang lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yang dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yang lain (terutama yang muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yang menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yang mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yang tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar,

”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yang lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb…

Ditengah suasana hening tersebut ..tiba-tiba terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh-gopoh langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya...

Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yang hanya tergeletak di rak buku atau dalam lemari!
loading...

Wednesday, May 2, 2018

Mengajarkan Anak-Anak Berpuasa... Kapan, dan Bagaimana...?

Sejak kecil ketika anak kita sudah kuat berpuasa, maka sudah seharusnya didorong untuk menjalankan ibadah yang mulia tersebut. Jika sudah dilatih sejak dini, maka kelak ketika sudah baligh, ia akan mudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam perkara shalat, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,

مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا


“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).” (HR. Abu Daud no. 494. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sedangkan mengenai perintah mengajak anak-anak untuk berpuasa dapat dilihat dari riwayat berikut.

‘Umar radhiyallahu anhu berkata kepada seseorang yang mabuk-mabukkan di bulan Ramadhan, “Celaka engkau, perhatikanlah puasa anak-anak kita.” Lantas beliau memukulnya karena ia dalam keadaan mabuk. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya)

Imam Al Bukhari membawakan pula dalam kitab Shahihnya Bab “Puasanya anak kecil“. Lantas beliau membawakan hadits dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz. Ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang pada pagi hari di hari Asyura (10 Muharram) ke salah satu perkampungan Anshor, lantas beliau berkata,

مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ  وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ


“Barangsiapa yang tidak berpuasa di pagi hari, maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari ini dengan berpuasa. Barangsiapa yang berpuasa di pagi harinya, hendaklah ia tetap berpuasa.”

Ar Rubayyi’ berkata,

“Kami berpuasa setelah itu. Dan kami mengajak anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan pada mereka mainan dari bulu. Jika saat puasa mereka ingin makan, maka kami berikan pada mereka mainan tersebut. Akhirnya mereka terus terhibur sehingga mereka menjalankan puasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960).
Hadits ini menunjukkan bahwa hendaklah anak-anak dididik puasa sejak mereka kuat. Jika mereka ‘merengek’ ingin berbuka padahal belum waktunya, maka hiburlah mereka dengan mainan sehingga mereka terbuai. Akhirnya mereka nantinya bisa menjalankan puasa hingga waktu Maghrib.
Ibnu Battol rahimahullah berkata,

“Para ulama sepakat bahwa ibadah dan berbagai kewajiban tidaklah wajib kecuali jika seseorang sudah baligh. Namun mayoritas ulama menganjurkan agar anak dilatih berpuasa dan melakukan ibadah supaya nantinya mereka tidak meninggalkannya, dan terbiasa serta mudah melakukannya ketika sudah wajib nantinya.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Ibnul Mundzir rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Battol menyatakan, “Para ulama berselisih pendapat kapan waktu anak diperintahkan untuk berpuasa.

Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, ‘Auroh, ‘Atho’, Az Zuhri, Qotadah dan Imam Asy Syafi’i menyatakan bahwa anak diperintahkan puasa ketika telah mampu.

Al Awza’i menyatakan bahwa jika jika anak telah mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan tidak lemas, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa. …

Ishaq berkata bahwa jika  anak telah menginjak usia 12 tahun, maka ia sudah dibebani menjalankan ibadah puasa agar terbiasa.

Ibnu Al Majusyun berkata, “Jika anak telah mampu puasa, maka ia telah wajib puasa. JIka ia tidak puasa tanpa udzur dan bukan karena sakit, maka ia tetap wajib mengganti (mengqodho’) puasanya.

Sedangkan Asy-hab berkata, “Disunnahkan bagi anak-anak untuk berpuasa ketika ia telah mampu.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Bagusnya adalah ketika telah mampu, anak hendaklah sudah diperintahkan untuk berpuasa. Ketika ia sudah baligh dengan tanda telah haidh bagi wanita, tumbuh bulu kemaluan atau telah mimpi basah, maka ia sudah wajib untuk berpuasa.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita anak-anak yang sholeh yang giat untuk beribadah dan berakhlak mulia.

Wallahu waliyyut taufiq.
loading...

Monday, February 5, 2018

Rumah Yang Selalu Berantakan Oleh Ulah Anak-Anak, Itu Pertanda Ayah dan Ibu Mereka Baik dan Istimewa

Tidak perlu heran, memang inilah perkataan para ahli pendidikan anak: Rumah Yang Selalu Berantakan Oleh Ulah Anak-Anak, Itu Pertanda Ayah dan Ibu Mereka Baik dan Istimewa!

Jika Anda punya anak-anak, tapi rumah Anda selalu rapi, tertata, bersih, dan segala sesuatunya di tempatnya, maka itu pertanda bahwa Anda adalah ayah atau ibu yang tidak baik.

Karena rumah yang selalu rapi padahal ada anak-anak, itu berarti ada tindakan melarang, memaksa, dan tangan besi yang diterapkan kepada anak-anak.

Rumah yang selalu rapi itu menunjukkan masa kanak-kanak yang dirampas, daya khayal yang terpenjara, dan jiwa yang terinjak-injak.

Anak-anak kita itu lebih penting dari kursi, meja, bunga, hiasan dinding, dan karpet yang ada di rumah kita.

Lalu memangnya kenapa kalau rumah menjadi kotor, pensil-pensil warna berceceran, dan kertas-kertas berserakan.. daripada kita melarang mereka sama sekali.. bukankah kita bisa membuat janji dengan mereka agar setelah bermain mereka membersihkan dan menata kembali ruangannya?!
.
Kertas-kertas yang berceceran dan tersobek-sobek adalah pertanda hidupnya masa kanak-kanak mereka.. itu pertanda bahwa Anda adalah ayah atau ibu yang hebat.. Anda mau membiarkan mereka tumbuh besar dengan selamat dan damai.

Rumah yang tidak ada anak-anaknya adalah kuburan yang berbentuk rumah.

Ajarilah mereka tentang aturan, dan didiklah mereka untuk tertib dengan aturan itu... Jangan Anda putus sayap mereka, tapi biarkan mereka beterbangan dengan baik dan indah.

[Dari pesan berbahasa arab, dengan beberapa penyesuaian]

Silahkan dishare... semoga bermanfaat...
loading...

Thursday, December 28, 2017

[Renungan Pergantian Tahun 2017-2018]: 3 Simpanan Aset Terbaik Yang Dimiliki Manusia

Saudara pembaca sekalian....

Kita kini telah berada di penghujung tahun 2017. Dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun 2018. Di akhir tahun seperti ini, perusahaan dan instansi pemerintah menutup pembukuannya, membuat neraca, mendata aset dan simpanannya. Kita pun sebagai pribadi bisa jadi memanfaatkan momentum ini untuk menghitung-hitung aset, tabungan dan simpanan kita.

Namun, ada simpanan terbaik yang semestinya tidak kita lupakan. 3 simpanan terbaik yang seharusnya lebih kita perhatikan karena ketiga hal ini bukan hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga membawa kebahagiaan di akhirat yang bermuara di surga.

Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa Rasulullah Saw berpesan kepada Mu'adz bin Jabal:


يَا مُعَاذُ، قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَزَوْجَةً صَالِحَةً تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِينِكَ خَيْرُ مَا اكْتَسَبَهُ النَّاسُ

“Hati yang bersyukur, lisan yang berzikir dan istri shalihah yang menolongmu atas urusan dunia dan akhiratmu adalah sebaik-baik simpanan manusia” (HR. Thabrani)

Hati yang Bersyukur
Hati yang bersyukur adalah sumber kebahagiaan. Ia merasa puas dan karenanya jiwanya menjadi tenang. Dia tidak gelisah dan tidak menderita. Bahkan, syukur menjadi simpanan terbaik karena ia melipatgandakan nikmat dan membuatnya menjadi barakah.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan Ingatlah, Tuhanmu telah memaklumkan, ‘Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambah (nikmat) untukmu, dan jika kamu kufur sesungguhnya adzabKu sangat pedih’” (QS. Ibrahim : 7)

Dalam surat Luqman ayat ke-12 Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mengingatkan bahwa syukur seorang hamba kepada Allah pada hakikatnya adalah untuk dirinya sendiri. Allah tidak membutuhkan terima kasih, Allah tidak membutuhkan syukur manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan Allah.

وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

"Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, 'Bersyukurlah kepada Allah, barangsiapa yang bersyukur sesungguhnya syukurnya untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji'" (QS. Luqman : 12)

Hati yang bersyukur bukan hanya ditandai dengan lisan yang mengucapkan hamdalah. Tetapi hati yang bersyukur mewujud dalam lisan yang memuji Allah atas nikmatNya, menggunakan nikmat itu untuk beribadah kepadaNya dan memanfaatkan nikmat itu dijalanNya.

Lisan yang Berdzikir
Simpanan terbaik kedua adalah dzikir. Seseorang yang berzikir, maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang" (QS. Ar Ra'du : 28)

Kita lihat saat ini, jumlah orang yang stres dan depresi semakin banyak. Tidak sedikit diantara mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang yang memiliki simpanan materi dalam jumlah banyak. Tetapi mereka tidak tenang, mereka tidak bahagia. Bahkan kemudian mereka mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menurut data WHO pada 2010, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Sepanjang tahun 2013 ini angka bunuh diri diperkirakan mencapai 4.500 jiwa.

Bunuh diri ini tidak akan terjadi pada orang-orang beriman yang selalu berdzikir kepada Allah. Sebab Allah telah menjamin bahwa mereka yang berdzikir dengan benar, maka hatinya akan tenang. Mungkin ia menghadapi persoalan hidup yang rumit, mungkin suatu saat ia mendapatkan masalah besar dalam kehidupannya, tetapi dengan menjaga dzikrullah, Allah akan membersamainya. Allah akan memberikan kemudahan baginya, di samping ketenangan yang menyelimuti jiwanya.

Rasulullah mensabdakan firman Allah dalam hadits qudsi :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَنَا مَعَ عَبْدِى إِذَا هُوَ ذَكَرَنِى وَتَحَرَّكَتْ بِى شَفَتَاهُ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman: "Aku (senantiasa) bersama hamba-Ku, selama ia berdzikir kepada-Ku dan lisannya bergerak menyebut nama-Ku" (HR. Ibnu Majah, "shahih")

Istri Shalihah 
Simpanan terbaik ketiga adalah istri shalihah yang membantu suaminya dalam urusan dunia dan agama. Istri shalihah, mereka setia dan taat kepada Allah dan rasulNya. Kesetiaan dan ketaatan itu kemudian membawa mereka menjadi istri yang setia dan taat kepada suaminya. Istri seperti inilah yang menjadi sumber kebahagiaan. Ia menjadi penyejuk mata bagi suami, sehingga dalam kondisi apapun, meski terbatas secara materi tetapi jika seorang laki-laki memiliki istri yang shalihah, ia akan lebih mudah tenang dan bahagia.

Dan inilah doa yang diajarkan oleh Al Qur'an agar kita panjatkan bersama:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa" (QS. Al Furqan : 74)

Sebaliknya, meskipun seseorang hidup bergelimang harta, punya jabatan tinggi, apalah artinya kalau keluarganya berantakan lantaran memiliki istri yang durhaka. Harta dan jabatan serasa tak berguna. Kesuksesan yang dibangun sekian tahun seakan musnah sia-sia. Dan kita patut waspada, sebab angka perceraian semakin tinggi. Menurut data Kementerian Agama, angka perceraian mencapai 212.000 per tahun. Dan diantara angka itu, sebagiannya rumah tangga bubar karena faktor perselingkuhan. Na'udzubillah min dzalik.

Benarlah wasiat Rasulullah kepada laki-laki yang akan menikah:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

"Wanita itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya, maka kamu akan beruntung." (HR. Bukhari dan Muslim)

Istri shalihah, ia bukan hanya membahagiakan di dunia tetapi juga menguatkan keimanan dan bersama-sama kita meningkatkan ibadah dan ketaqwaa. Maka inilah yang menjadi cita-cita terbaik setiap muslim; menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan ridha dan ampunan-Nya; kemudian mendapatkan rahmat Allah, berkumpul kembali menjadi pasangan yang berbahagia di surgaNya.
loading...

Monday, December 25, 2017

Hidup Rukun Dengan Tetangga [Tulisan Dr. Satria Efendi, M. Zein]

Hidup bermasyarakat mengandung pengertian bahwa seseorang senantiasa berinteraksi (berhubungan _secara timbal balik) dengan yang lainnya. Agar tercipta interaksi yang harmonis, salah satu syaratnya adalah bagaimana menciptakan hidup ru'kun dengan tetangga, sebab tetangga adalah bagian dari masyarakat yang paling, dekat dengan kita. .

Istilah tetangga dalam bahasa Arab dikenal dengan kata "jaarun", yang artinya berdekatan tempat tinggal. Dalam pengertian lain tetangga adalah kawan atau saudara yang paling dekat. Karenaitu kepentingannya harus didahulukan. Tetan gga inilah yang akan lebih dahulu membantu kita jika mendapat kesulitan sebelum kerabat atau famili yang jauh-jauh.

Dalam masyarakat modern, terutama masyarakat yang hidup di kota-kota besar, hidupbertetangga tampaknya mulai ditinggalkan. Pola kehidupan individualistik semakin menonjol. Masingmasing begitu sibuk dengan urusan dan kepentingan pribadinya. Jangankan bertegur sapa atau saling membantu, kenal pun tidak. Yang lebih ironis lagi, dengan tetangga sebelah rumah pun tak kenal. Namun sebagai masyarakat beragama (muslim), bagaimanapun modernnya tingkat kehidupan, namun kita harus tetap kembali kepada pesan-pesan agama yang salah satu anjurannya adalah berbuatbaikkepada tetangga, tanpa membedakan apakah tetangga itu kaya atau miskin, bahkan dengan tetangga berb'eda'agama sekalipun.

Perintah Agama 

Dasar pertama yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada tetangga terdapat dalam Q. S. AnNisa (4):36. Dalam ayat tersebut begitu tegas diperintahkan untuk berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, baik dekat ataupun jauh. Maksud dari ihsan tersebut adalah berbuat baik bukan harus menunggu kebaikan dari tetangga, tetapi kita harus berbuat baik kendatipun tetangga belum (tidak) berbuat baik kepada kita. Hal ini dikuatkan oleh hadis, Rasulullah bersabda, "Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah.:idak beriman." Ada orang bertanya“, "Siapa ya Rasulullah?” Jawab Rasul, "Orang yang tidak aman tetangganya dari kejahatannya". (HR. Bukhari)

Hak dan Kewajiban Tetangga 

Agama Islam sangat menghargai hak-hak tetangga, tidak ada perbedaan antara yangseagama ataupun tidak, yang status sosialnya lebih tinggi atau lebih rendah. Segala halhal yang kecil sekalipun yang berkaitan dengan pergaulan dengan tetangga diatur sedemikian rupa. Hal ini bisa kita lihat dalam hadis. Ada sepuluh hal sebagai prinsip utama yang harus kita lakukan dan kita jaga sebagai perincian dari berbuat ihsan yang diperintahkan dalam A1Quran:

Pertama, jika dia mohon pertolongan, maka engkau tolong dia. Adapun bentuknya, jika tetangga memohon pertolongan maka kita harus menolongnya.

Kedua, jika dia meminjam, maka pinjamilah. _

Ketiga, jika ia miskin atau fakir, maka bantulah dengan sedekah.

Keempat, jika ia sakit, maka tengok atau kunjungilah.

Kelima, jika ia mendapat hal yang menggembirakannya, maka berilah penghargaan. Maksudnya adalah ucapan-ucapan selamat sebagai ungkapan rasa turut berbahagia. Seperti ketika tetangga mendapat kenaikan pangkat, lulus ujian atau hal-hal yang menguntungkan lainnya.

Keenam, jika ditimpa bahaya, maka engkau sabarkan dia. Maksudnya kita datang menengok, menghibur dan memberinya nasehat agar sabar atas musibah yang sedang menimpanya.

Ketujuh, jika dia meninggal dunia, maka engkau urus jenazahnya.

Kedelapan, jangan engkau tinggikan bangunan rumahmu dari rumah dia, sehingga menghalangi masuknya angin atau sinar matahari.

Kesembilan, jangan engkau sakiti hatinya dengan asap periukmu. Maksudnya adalah jika kita memasak makanan yang sekiranya bau masakan tersebut tercium oleh tetangga, maka kita harus memberinya, bila tidak memungkinkan memberi, maka bau tersebut harus tersembunyi.

Kesepuluh, bila engkau membeli buah-buahan maka hadiahilah anak tetangga. Bila tidak mampu memberi, maka janganlah _membiarkan anakmu keluar membawa buahbuahan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar jangan membuat anak tetangga merasa sedih dan iba hati.

Sepuluh prinsip yang terkandung dalam hadis ini begitu detail damiperinci menjelaskan tentang haluan kewajiban dalam hidup bertetangga. Prinsip-prinsip ini meskipum'lcelihatannya kecil dan sederham sebetulnya, tetapi jika dilaksanakan akan membawa nilai dan manfaat yang sangat besar dan berharga sekali, khususnya dalam membina kerukunan hidup bertetangga dan kelestarian masyarakat.

Memang hal-hal inilah yang ada dan terjadi dalam hubungan bertetangga. Takjarang kita lihat sumber-sumber ketegangan atau konflik antar tetangga, sebabnya. adalah karena hal-hal kecil tersebut. Misalnya, ketika tetangga kita sedang mendapat kesulitan, kita bersikap acuh tak acuh ketika dimintai pertolongan. Hal ini akan membuat tetangga menjadi sakit hatinya yang pada akhirnya merenggangkan hubungan, bahkan sampai terjadi konflik. Hal-hal kecil tersebut bisa menjadi jalan untuk mempererat hubungan jika dilaksanakan.

Dengan demikian sepuluh prinsip yang terkandung dalam hadis tersebut ada beberapa poin untuk mempererat hubungan secara aktif dan beberapa poin lagi sebagai tindakan “menjaga” jangan sampai menimbulkan persengketaan atau konflik.

Batas-batas Bergaul dengan Tetangga

Untuk melihat sejauh mana ba'tasan bergaul dengan tetangga, kembali kepada prinsip Islam yang mengatakan; "sesuatu yang paling baik itu adalah yang pertengahan," Artinya kita mengambil jalan tengah, baik dalam berbuat, bersikap ataupun dalam memberi. Misalnya ketika kita memasak, kemudian mau memberi. Ukuran seberapa banyak dan berapa kali, hal itu diatur menurut kepantasan adat istiadat setempat. Atau dalam contoh lain, mendengar tetangga kita bertengkar, baikitu dengan anggota keluarganya sendiri ataupun dengan tetangga lain. Maka kita memiliki kewajiban untuk mendamaikannya. Tapi kewajiban tersebut tidak bersifat mutlak tapi kondisional, artinya,jika kita melihat dengan masuknya kita akan menjadi lebih baik, maka kita harus melakukannya. Namun jika akan terjadi sebaliknya, lebih baik tidak turut campur.

Dalam kaitannya dengan tetangga yang berbeda agama, batasan bergaul tidaklah berbeda, sejauh menyangkut prilaku hubungan manusia. Begitu pula dalam hak dan kewajiban, sepuluh prinsip yang terkandung dalam hadis Nabi berlaku pula bagi mereka. Hanya pada poin ke tujuh perlu diberi catatan, sebab dalam hal tersebut tidak saja terdapat aspek hubungan manusiawi tetapi, juga terdapat proses.ritual (upacara/ibadat) agama. Maksudnya adalah jika kepada tetangga yang seagama ada kewajiban mengurus jenazahnya jika ia“ meninggal dunia. Di samping ada kewajiban Sebagai tetangga, juga ada kewajiban antar sesama Muslim. Dalam pengertian bahwa sebagai orang yang samasama Muslim maka kewajiban mengurus jenazah berdasarkan pada peraturan agama. Yaitu bahwa setiap orang Muslim memiliki empat kewajiban terhadap orang yang 'meninggal dunia, yaitu: memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan.

Lain halnya terhadap tetangga yang berbeda agama; kewajiban terhadap jenazahnya hanya sebatas kewajiban manusiawi saja. Tidak dibenarkan turut terlibat dalam ritual agama mereka, seperti mengkramasi atau bersama-sama membawanya ke gereja.

Seandainya di antara tetangga tidak ada yang seagama dengan dia yangdapatmenyelenggarakan pengurusan jenazahnya sebagaimana biasa, kita tetap tidak memiliki kcwajiban seperti tuntutan agama mereka. Kita hanya berkewajiban mengurusnya sebagai manusia. Dalam ungkapan yang lebih jelas, jika meninggal dan tak ada tetangganya yang seagama, maka kita hanya boleh menguburkannya saja, tanpa perlu menyelenggarakan upacara (ritual) keagamaan, baik itu yang berdasarkan agama kita ataupun berdasarkan agamanya.

Kesimpulan 

Islam begitu detail dan terperinci mengatur hal-hal yang berkaitan dengan pergaulan tetangga, sebab tetangga adalah orang yang paling

dekat kepada kita; paling tidak dalam pengertian fisik. Dimana proses saling membantu, akan lebih dahulu terjadi. ,

Di sisi lain yang mudah terjadi konflik adalahdengan yang paling dekat ini. Misalnya saja kita lihat pada poin sembilan dan sepuluh, kita memasak bisa tercium baunya oleh tetangga, begitu pula ketika membeli buah-buahan bisa terlihat oleh tetangga. Karena itu Rasul'ullah begitu detail menjelaskan dan mengingatkan den gan sepuluh prinsip tersebut, sebab hal-hal yang sering terjadi dalam hidup bertetangga tidak lepas dari yang sepuluh aSpek itu.

Karena itulah Rasulullah dalam konteks hubungan bermasyarakat berbicara tentang tetangga. Bangsa atau negara itu terbentuk dari kelompok-kelompok tetangga ini. Jika kehidupan bertetangga sudah terbina secara rukun dan harmonis, niscaya secara pasti akan melahirkan pula bangsa ataunegara yang harmonis, begitu pula sebaliknya. (untinSgan wawancara oleh: S. Nadrah) .

Dikutip dari Tulisan:
Dr.. H. Satria Efendi M. Zein, dalam Majalah Nasehat Perkawinan No. 265 Juli 1994
loading...

Friday, December 22, 2017

[Kisah Viral Kasih Seorang Ibu] Tangan Terindah di Dunia

Sebuah kisah viral yang beredar di media sosial, sangat menyentuh kalbu dan penuh inspirasi. Mari kita baca dan simak bersama, renungkanlah ini.. semoga menyibak kesadasarn kita bersama.

Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya datang berkunjung ketempat saya, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru.

Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya karena tidak bagus katanya.

Seiring waktu yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi...

Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai sutra. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah-payah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan oleh sebab itu dia tidak dapat melakukannya...
Seketika ketidaksabaranku digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.

Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang mengalir tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.

Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.

Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya... dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahukannya bahwa bagi saya...kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah didunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban.... tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...

"With Love to All Mother in the world"

"JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU,
BAGIKANLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SEMUA ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA
loading...

[Renungan Indah Di Hari Ibu]: Jika Ingin Merusak Keluarga, Rusak Dulu Ibunya...!

Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa lemah dan habis energi.

Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.

Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya.

Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang tidak percaya diri.

Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.

Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.

Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.

Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang berantakan dalam rumahnya, buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya, dari suaminya.

Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak mencontohnya dan tak menghargainya lagi, lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan, hilanglah aura surga dalam rumah.

Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…dari pintu seorang IBU.

Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu.

Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya setan.

Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan syukurmu wahai ibu.

Jangan biarkan setan mengambil itu, Jika kau lelah, rehatlah. Jika kau lelah, berbagilah.

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu merasa sakit sendiri, jika kau pandai menghargai dirimu.

Ringankan tugasmu bu, jangan menekan dirimu terlalu keras. Sesekali tak masalah rumahmu kotor
tak masalah betapa banyaknya pekerjaan yang belum kau tuntaskan.

Jangan terjebak dalam waktumu bu, sungguh tugas muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas yang kau lakukan setiap harinya.

Rehatlah...
Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri.

Sekedar menepi, menepilah...
Beri waktu untuk dirimu sendiri.

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya, betapa manisnya keceriaan anak-anakmu, betapa bertanggungjawabnya suamimu.

Rasakan pelukannya, ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya.

Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.

Tapi saat mendengar masalah orang lain, kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah.

Jika kita melihat peran ini sebagai beban, maka kita hanya akan sampai pada titik lelah.

Jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas, kita tidak akan menemukan intinya.

Reward yourself mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu.

Jangan biarkan setan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU.

Karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga.

Selamat beraktivitas sebagai Ibu dan Istri yang HEBAT.

Selalu ada BAHAGIA di segala cuaca....

Untuk para ibu yang hebat....SELAMAT HARI IBU
loading...

Thursday, December 21, 2017

Menakar "Tafsir Baru" LGBT

Menakar “Tafsir Baru” LGBT

Oleh: Fahmi Salim (Kandidat Doktor bidang Tafsir & Ulumul Quran - Universitas al-Azhar Kairo)

Salah satu isu besar gagasan liberilisasi agama adalah seruan perlunya penafsiran ulang alias reinterpretasi al-Qur’an. Terutama agar sesuai dengan prinsip hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi (Syamsuddin Arif: 2008:148).

Termasuk dalam konteks ini upaya reinterpretasi Kitab Suci agar ramah terhadap perilaku LGBT (baca: homoseksual). Kini, di Indonesia pun mulai muncul, aneka penafsiran ulang terhadap al-Quran, khususnya ayat-ayat tentang kisah Nabi Luth a.s

Tujuannya liberalisasi kisah Luth adalah satu, yaitu membiarkan dan melegalkan perkawinan sejenis atau perkawinan homoseksual. Dibuatlah analisis, seolah-olah, ummat Nabi Luth bukan diazab sebab mereka homoseks, tapi karena mereka mengingkari kerasulan dan tidak sopan pada para tamunya (kasarnya: memperkosa). Karena itu, yang terlarang adalah perkosaan (baik dg lawan jenis atau sejenis), sementara perilaku homoseksual boleh-boleh saja.

Sejatinya, tafsir demikian pada kisah Luth bahkan sudah lama menjadi narasi yang digaungkan di penyuluhan yang mengampanyekan hak seksual kaum LGBT dengan topeng edukasi HIV/AIDS.

Wacana ‘baru’ bahwa umat Luth diazab Tuhan bukan karena orientasi homoseksual, sebenarnya bukan barang baru. Hal ini sudah didiskusikan oleh ulama-ulama mazhab Maliki dalam diskursus tafsir klasik. Misalnya, dalam kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya Imam al-Qurthubi, dan tafsir Ahkam al-Qur’an karya Imam Ibnul ‘Arabi.

Tetapi, para ulama Islam sepakat bulat, bahwa homoseksual adalah kejahatan. Di dalam kedua tafsir bercorak hukum itu disebutkan bahwa Imam Malik mengajukan pendapat hukuman rajam bagi pelaku homoseksual yang beristeri (muhshan) dengan dalil Q.s. al-Hijr ayat 74 yang menggambarkan bahwa kaum Luth dihujani batu dari neraka sijjil.

Sebagian ulama tidak sepakat dengan istinbat hukum Imam Malik dari ayat tersebut. Alasan sebagian ulama itu adalah adanya kemungkinan muncul gugatan bahwa kaum Luth diazab sebab pengingkaran atas kerasulan, bukan karena perilaku homoseksualnya.

Jadi apa yang kini disuarakan kaum liberal, sudah dipikirkan oleh ulama berabad silam. Tetapi, para ulama tetap memahami bahwa perilaku homoseksual itu adalah fahisyah, kejahatan yang keji.

Meski demikian, Imam al-Qurthubi dan Ibnul ‘Arabi yang bermazhab Maliki membela pendapat Imam Malik dan menolak alur berfikir sebagian ulama yang tidak setuju itinbat hukum Imam Malik. Al-Qurthubi (2003: VII/234) menegaskan,
“Jika ada yang menyatakan siksa kaum Luth hanya disebabkan kekufuran dan mengingkari rasul seperti umat yang lain, maka pendapat itu salah. Sebab Allah telah menjelaskan bahwa mereka disiksa sebab berbagai macam maksiat yang mereka lakukan. Di antara maksiat-maksiat itu adalah perbuatan homoseksual.”
Bantahan al-Qurthubi itu sangat beralasan. Sebab, meski al-Qur’an menyebutkan maksiat lainnya yang dilakukan umat Luth (baca Qs. Al-Ankabut: 29), tapi secara khusus perilaku homoseksual mereka disebutkan secara khusus sebagai perbuatan keji (fahisyah).

Tidak mungkin celaan khusus itu tidak berimplikasi hukum apa-apa. Di dalam ushul fikih sendiri telah dimaklumi bahwa larangan Allah tidak selamanya dengan redaksi eksplisit nahy seperti: jangan kamu berbuat ini dan itu!

Bentuk larangan (nahy) bisa berupa deskripsi betapa buruk dan berbahayanya perbuatan itu ditinjau dari segala segi.

Selain persoalan tafsir baru liberal yang ternyata usang dan telah dibantah oleh mufassir terkemuka, ada persoalan lain yaitu pencatutan nama Ibnu Hazm, ulama terkemuka penulis kitab fikih babon, al-Muhalla. Ibnu Hazm memang punya pendapat berbeda tentang bentuk hukuman terhadap pelaku homoseksual.

Tapi Ibnu Hazm dan para ulama otoritatif lainnya tetap menegaskan keharaman homoseksual.

Ibnu Hazm yang dikutip pendapatnya untuk melegalkan perkawinan sejenis, berpendapat bahwa hukuman atas pelaku homoseksual adalah hukuman ta’zir, bukan rajam. Itu artinya, bentuk hukuman diserahkan kepada kebijakan penguasa.

Soal keharaman homoseksual, sudah final disepakati oleh seluruh ulama berdasarkan dalil Qur’an dan Sunnah. Ibnu Hazm tegas menyatakan bahwa sesiapa yang menghalalkannnya maka bisa terjatuh ke dalam kekafiran, musyrik dan halal darah juga hartanya (lihat Masa’il Ta’zir wa Ma la Hadda fiihi; Mas’alat Fi’l Qawm Luth dalam al-Muhalla, vol.12).

Ibnu Hazm hanya memaparkan bahwa perbedaan pendapat ulama terletak pada bentuk hukumannya, sama seperti diskusi yang dipaparkan oleh Imam al-Qurthubi dan Ibnul ‘Arabi.

Persoalannya lebih kepada perbedaan pendapat soal hukuman takzir atau hadd, bukan soal keharamannya.

Bahkan, dalam satu tulisan, seorang aktivis liberal menulis, bahwa kaum Luth hanya melakukan sodomi kepada para pelancong dari luar kota, dan sebab perlakuan itupun tidak jelas. Pendapat ini pun tidak berdasar dan hanya merupakan asumsi. Al-Qur’an tidak memberikan penjelasan detail tentang kisah Luth. Misalnya, tidak disebutkan apakah kaum Luth melakukan homoseksual hanya dengan pendatang dari luar kota ataukah juga dengan sesama mereka.

Tetapi, al-Qur’an bahkan sudah menyatakan, “Sebelum itu (kedatangan pelancong dari luar) mereka sudah aktif melakukan keburukan-keburukan” (Q.s. Hud: 78, lihat Dr. Abdul Karim Zaydan, al-Mustafad min Qashash al-Qur’an, vol.1, hlm.231).

Keterangan lanjut dari al-Qur’an justru memberikan alasan utama mereka melakukan aktifitas kotor tersebut. Bukan dengan narasi deskriptif, tetapi petunjuk dalam surah al-A’raf ayat 81 dan an-Naml ayat 55 memilih satu redaksi yang berbunyi ‘syahwatan’ yang dalam bahasa Arab berkedudukan sebagai maf’ul li ajlihi yakni objek perbuatan dilakukan karena alasan ini.

Kedudukan bahasa tersebut menunjukkan bahwa syahwat adalah motif utama tindakan homoseksual kaum Luth.

Kata syahwat dalam al-Qur’an berarti dorongan kuat dalam hati manusia untuk mencapai sesuatu.

Demikian ditulis seorang pakar bahasa al-Qur’an Al-Raghib al-Asfahani dalam bukunya Mufradat Alfazh al-Qur’an. Syahwat ada dua macam, yang benar (dibutuhkan oleh fisik manusia) seperti syahwat makan ketika lapar, dan yang dusta yaitu yang sama sekali tidak mengancam fisik manusia dan cenderung mengikuti nafsu jahat seperti disinggung dalam surah Maryam ayat 59 (1997: hlm.468-469).

Dalam tinjauan modern, kaum Luth itu melakukan tindakan homoseksual sebagai pelampiasan dari kecenderungan same sex attraction mereka. Artinya, kaum Luth melakukannya karena mereka tidak lagi mau mengendalikan hawa nafsu mereka.

Seperti biasa, kaum liberal dengan berbagai cara mencoba menghalalkan perbuatan fahisyah yang jelas dilarang oleh Allah ta’ala. Dengan trik yang halus, pendapat ulama muktabar kerap dipelintir atau melakukan reinterpretasi yang dipaksakan untuk memuluskan setting agenda global dalam konteks legalisasi perkawinan sejenis.

Namun jika diperhatikan, semua itu bukanlah usaha yang tulus untuk mencapai pemahaman yang benar dari al-Qur’an atau hadis. Sayangnya, ada saja diantara kaum homoseksual yang kemudian merujuk kepada reinterpretasi kaum liberal.

Dalam soal penyeleweangan Tafsir al-Quran, Allah telah menunjukkan bagaimana Iblis pun telah melakukannya. QS al-A’raf ayat 20 menjelaskan, bahwa Iblis melakukan penafsiran semena-mena – sesuai kehendaknya — terhadap larangan Allah agar Adam menjauhi Pohon itu. Lalu, Iblis membuat tafsiran, ‘Tuhan melarang kalian berdua (Adam dan Hawa), karena kalian bisa jadi malaikat atau jadi makhluk yang kekal abadi’.

Bahkan, untuk meyakinkan Adam dan Hawa, Iblis sampai bersumpah bahwa ia adalah pemberi nasihat yang jujur. Kala itu Adam dan isterinya terpedaya akibat tafsir sesat berbungkus nasehat ala Iblis. Tentu kita sebagai keturunan Adam tidak ingin terperosok ke dalam jurang yang sama.

Wallahu a’lam.

Artikel dimuat Republika hari Sabtu 27-2-2016
loading...

Thursday, December 7, 2017

[Tips Parenting]: Jauhkan Anakmu Dari Kemudahan

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah Orangtua

Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya. Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.

Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar. Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung Orang Dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.

Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU. Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.

Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.

Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.

Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.

Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja:
Orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu.

Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.

[Dikutip dari tulisan Rhenald Kasali via WhatsApp]
loading...

Saturday, September 9, 2017

Memahami Gejala 'Sosial Climber', Orang Yang Ingin Terlihat Kaya dan di Media Sosial

Salah satu gejalan psikologis yang muncul di era sosial digital ini adalah apa yan g disebut sebagian orang sebagai Social Climber. Climber sendiri secara bahasa berarti 'Pemanjat'. Lalu apa maksdnya Social Climber?

Dikutip dari sebuah situs, Social Climber merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang mencari pengakuan sosial yang lebih tinggi dari kondisi atau status yang sebenarnya. Istilah seorang 'Social Climber' kembali mencuat seiring dengan ramainya pemberitaan kasus penipuan di media sosial.

Salah satu contoh kasus social clmber dapat kita lihat dalam kasus seorang perempuan yang menjadi buah bibir di jagat maya beberapa waktu terakhir karena disebut telah menipu banyak orang hingga ratusan juta rupiah dengan modus menjanjikan promo tiket pesawat murah melalui agen travel yang dibuatnya. Hingga kini, wanita yang berstatus mahasiswi tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus penipuan tersebut.

Rupanya uang ratusan juta hasil penipuan ini digunakan untuk berjalan-jalan ke luar negeri dan membeli barang-barang mewah untuk dipamerkan di media sosialnya. Jadi, Social Climber sebenarnya dapat kita maknai sebagai seseorang yang ingin tampil eksis di media sosial dengan segala cara walaupun di kehidupan nyata ia sebenarnya tidak mampu seperti itu. Seorang social climber memiliki kpribadian ganda, ia tidak mendapatkan eksistensi di dunia nyata, barangkali karena kekurangan dana, tidak berpenampilan menarik, lalu kemudian ia mencoba mencari wadah di dunia maya dengan 'melejitkan' kepribadiannya yang lain sehingga ia terlihat mengagumkan. Wajahnya yang biasa-biasa saja di dunia nyata, tapi berkat editan suatu aplikasi ia tampak semakin tampan atau cantik dan ia postingkan di media sosial. Ada pula yang hidup prihatin di dunia nyata, tapi tampak bergaya mewah di dunia maya hanya untuk sekedar mencari eksistensi.

Lalu apa sebenarnya ciri orang dengan gaya Social Climber ini? Dikutip brilio.net dari Elite Daily, Selasa (2/5) berikut ini 6 ciri 'Social Climber' alias si miskin yang ingin terlihat kaya di medsos.

1. 'Melumuri' seluruh tubuh dengan label terkenal dari kepala hingga ujung kaki.
Orang-orang yang ingin terlihat kaya di media sosial selalu memnuhi tubuhnya dengan semua yang bermerek. Tak peduli barang tersebut asli atau tidak, asalkan bermerek barang tersebut akan dibelinya agar terlihat sebagai orang yang mampu membeli.

2. Selalu memposting petualangan mewah di media sosial.
Orang-orang ini memenuhi semua media sosialnya dengan postingan foto belanja dan tempat-tempat mewah saja. Kamu tak akan melihat postingan yang memperlihatkan sisi kemanusiaan sama sekali di akunnya. Karena orang ini hanya hidup di media sosial dengan petualangan mewahnya saja untuk memastikan teman-temannya di media sosial mengetahui hal-hal elitis yang keren, eksklusif yang mereka lakukan.

3. Bertingkah seperti merpati yang sakit diare.
Selalu memaksakan tingkahnya agar terlihat elegan di depan teman-temannya meski itu bukan naluri yang sebenarnya. Sehingga tidak jarang orang-orang dengan Social Climber ini tidak bisa berteman dengan semua orang. Karena mereka hanya akan nyaman dengan orang-orang yang se visi dengan mereka.

4. Hanya menjadi teman saat berada di 'puncak'.
Mereka hanya akan memperhatikan orang lain termasuk temannya, ketika orang lain tersebut sedang memiliki cukup uang untuk membeli minuman atau makanan di meja makan. Mereka tidak peduli di saat orang lain sedang susah dan hanya akan ingat saat sedang membutuhkan. Karena orang dengan mental Social Climber bukan tipe orang yang mau diajak susah, akibat takut citranya turun.

5. Mereka mencoba meyakinkan orang lain betapa mengagumkan dan inspirasionalnya mereka.
Mereka akan menceritakan kisah kebaikan yang heroiknya ke pada semua orang bahkan meski itu di depan orang banyak. Termasuk dalam hal beramal. Mereka senang untuk menceritakan kebaikannya ke pada orang-orang yang membutuhkan, dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa mereka bukan golongan dari orang-orang yang dibantu tadi. Alias orang kaya yang tidka butuh bantuan.

6. Menutupi info pribadinya dari siapapun.
Pembicaraan tentang pekerjaan sesungguhnya hal yang wajar, tapi orang-orang dengan Social Climber ini sering sekali menutupi hal tersebut. Mereka menghindari untuk menceritakan detail kebenaran dari kehidupan mereka yang ditutupi. Termasuk saat orang lain atau teman berniat berkunjung ke rumahnya, maka ia akan menolak dengan alasan yang bermacam-macam. Mereka takut identitasnya terkuak bahwa mereka memang tidak tinggal di rumah yang mewah seperti yang mereka citrakan di media sosial.

Nah, begitulah ciri-ciri seorang social climber. Bukankah lebih baik menjadi diri sendiri dan apa adanya?
loading...

Tuesday, August 8, 2017

[Renungan] Menuju Masa Tua Yang Bahagia...

Sisa umur ini pendek,

"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah"
"Selagi bisa........berbagilah"
"Silaturahmi......lakukanlah"
Nikmati hidup apa adanya.

Dulu kita berusaha, untuk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri semua akan kembali kepada-NYA. Bahagia terletak pada keikhlasan.

Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena kita tidak tahu kapan akan dipanggil.

Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan pasti masuk pusara..

Jangan tengok ke atas akan selalu kurang, tengok ke bawah bisa merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti bahagia. Bersyukurlah..

Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, Jangan  menyakiti, latih diri dengan berbaik sangka, agar sehat lahir batin.

Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.

Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh. Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.

Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. Sadarilah.

Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka bekali kubur kita dengan amal yang banyak, jangan bergantung pada doa anak.

Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati. Sikapi dengan syukur dan sabar.                                                                                                                                  
Kalau anak anak sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri . . .

Bila kita tua ...
Luangkan waktu bersama pasangan anda karena salah seorang drpd kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.

Bila kita tua ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan2 lah kebeberapa banyak tempat untuk mengingat
kan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.

Bila kita tua ...
Jangan susahkan  diri memikirkan anak2 secara berlebihan.
Mereka akan mampu berusaha sendiri.
Cuma tentukan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

Bila kita tua ...
Luangkan waktu  bersama rekan2 lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

Bila kita tua ...
Terimalah penyakit apa adanya.  Karena Semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati

Kata-kata nasihat ...
"Cari kawan yang seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih.

Selamat menikmati Masa Tua dengan Bahagia .....
loading...

Saturday, July 29, 2017

Menanamkan dan Mengasah Adversity Quotient Pada Anak Sejak Dini

Buat pada orangtua, kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".
#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".
#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".
#Kecipratan sedikit minyak, "Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar datang?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil. Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz, AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yang kokoh dan mandiri....
loading...

Friday, July 14, 2017

Bunda, Ajari Anakmu Ini Memilih Pasangan Hidup

Suatu Hari..

Seorang anak gadis bertanya kepada ibunya:

“Ibunda, ajarkan anakmu ini untuk memilih pasangan hidup”

Si ibu tersenyum, dan dengan bijak menjawab,

“Anakku , jangan kau menikahi seorang lelaki hanya Karena ketampanannya, kelak akan kecewa, Karena ia pasti akan tua.

Nak, jangan pula memilihnya hanya dia dikagumi banyak wanita, Karena kau belum tahu apa kekurangannya. Tidak pula Karena kekayaan atau Karena nasabnya, Karena kekayaan tidak pernah kekal, nasab tidak menjamin kemuliaan dirinya.”

“Nak, pilihlah si dia Karena akhlaknya yang mulia.

Pilihlah dia Karena imannya.

“Bu, bagaimana ingin tahu dirinya akan membuatku bahagia, padahal belum tentu dia kaya, tampan, terkenal?” Tanya sang anak lagi.

“Nak, ketampanan dan kecantikan ada pada hati yang merasa. Kaya ada pada hati yang Qonaah. Terkenal di hadapan manusia belum tentu mulia di hadapan-Nya.”

“Perbaikilah akhlakmu, perbaharuilah niatmu, kuatkan imanmu, perbanyak amalmu…
Lalu jika hari itu tiba…

Terimalah pemuda yang berani melamarmu. Setidak-tidaknya dia berniat baik kepadamu, bukan menggodamu. Namun Karena keinginannya menjaga kesucian cinta. Kau tentu boleh memilih, namun ingatlah, jika kau alihkan cintamu pada harta, ketampanan, juga keturunannya, maka kamu pasti akan kecewa. Kerana boleh jadi itu hanya topeng darinya.”

“Istikharahlah..

Dan.. Jika pilihanmu mantap padanya…
Menikahlah nak, Karena itu adalah sebaik-baik penawar fitnah kau akan rasakan kebahagiaan Karena memenangkan Allah dalam pilihanmu.

Rasailah cinta bersamanya…
Kelebihannya membuatmu tersenyum bahagia…

Kekurangannya akan menjadi bibit-bibit cinta di antara kalian..
Karena kalian tercipta untuk saling mengisi…

Saling memperbaiki akhlak..
Semangati langkahnya, kukuhkan semangat juangnya.

Harungi bahtera rumah tangga dengan senyum ceria.
Kelak didiklah anak-anakmu untuk menjadi pejuang yang setia pada cinta yang Mulia..

Lahirkan keturunan yang kuat tauhidnya, mulia akhlaknya, kukuh azamnya.
Dan…

Kelak, ibumu ini akan bahagia menimang cucu seorang pejuang sejati

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu, Ok!
loading...

Friday, May 12, 2017

[Alkisah] Yazid bin Muhallab : Aku Lebih Mengenal Siapa Diriku

Dikisahkan, pada suatu ketika,  Yazid bin Muhallab bepergian jauh dari kerajaan bersama anaknya, Muawiyah.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, mereka singgah di perkampungan orang badui. Karena lelah, mereka menumpang bertama di kemah seorang wanita badui.

Seperti biasa, orang Arab badui dikenal sangat dermawan. Yazid dan puteranya itu dijamu oleh seorang wanita baduwi tersebut, meski ia seorang wanita yang fakir. Wanita itu menyembelih seekor kambing untuk mereka berdua.

Seusai mereka menyantap jamuan itu, Yazid berkata kepada anaknya :

"Wahai anakku, Muawiyah, apa saat ini kamu memegang uang? Berapa uang yang kamu simpan saat ini?.

Muawiyah menjawab :

"Seratus dinar ayah !".

Kemudian Yazid berkata :

"Anakku. berikan semua uangn kepada wanita ini ".

Muawiyah menjawab:

"Tapi ayah, kenapa harus semuanya, bukankah dia itu wanita fakir, berikan sedikit saja sudah cukup baginya, dan dia pasti sudah sangat senang hati .... dan lagi pula dia juga tidak mengenal siapa ayah kan?".

Mendengar puteranya itu, Yazid berkata :

"Memang betul anakku, dia rela dan senang hati dengan menerima yang sedikit dariku, tapi ayah juga rela hati dengan memberinya yang lebih banyak... Memang dia tidak mengenali aku, Tapi ketahuilah anakku, aku sangat kenal siapakah sesungguhnya diriku:".
***

Ketika kita mampu untuk berbuat ke-BAIK-an yang lebih banyak,, kenapa kita hanya lakukan sedikit ,,,
kita sendiri-lah yang tahu tentang kemampuan kita yang sebenarnya ,,,

Wallohu a'lamu bishshowaab ,,,,
loading...

Thursday, March 30, 2017

Apa Yang Langka di Dunia Ini?

Barang langka itu mahal. Semakin antik suatu barang semakin mahal harganya. Begitupun manusia.., semakin langka semakin mahal nilainya.
Seperti apa sih manusia langka itu?

YANG LANGKA ITU…

ISTRI
yang taat pada suami...
yang senantiasa berseri seri saat dipandang...
yang ridha terdiam saat suami marah...
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara...
Tercantik di hadapan suami...
Terharum saat menemani suami beristirahat....
Tak menuntut keduniaan yang tidak mampu diberikan suaminya...
yang sadar bahwa ridha-Nya ada pada ridha suaminya...

YANG LANGKA ITU…

SUAMI
yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu...
Sadar tak melulu ingin dilayani....
Malu jika menyuruh ini-itu karena tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah...
yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang karena sadar itulah resiko hadirnya amanah amanah yang masih kecil...
yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya....
yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena rasa sayangnya terhadap
istrinya yang kelelahan....

YANG LANGKA ITU…

ANAK LELAKI
yang sadar bahwa ibunya yang paling berhak atas dirinya...
yang mengutamakan memperhatikan urusan ibunya...
yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak anaknya...
yang sadar bahwa surganya ada pada keridhaan ibunya...

YANG LANGKA ITU…

ORANG TUA
yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya....
yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak
menyuruhnya kepada perkara munkar....
yang sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pada ridha suaminya....

YANG LANGKA ITU…

SEORANG IBU
yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya,
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tersebut saat anaknya ada kelalaian terhadapnya....
yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak anaknya adalah hasil didikannya yang salah selama ini...
yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap maka malaikat akan mengijabah do'anya...
karena itu dia akan berhati berhati dalam menjaga lisannya dari berkata yang mengutuk anaknya...

YANG LANGKA ITU…
Anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dalam keheningan sepertiga malam terakhir...
Meskipun sehari hari dalam kesibukan rumah tangganya...
Dalam kesibukan usahanya...
Dalam kesibukan pekerjaannya...

YANG LANGKA ITU…

Orang-orang yang saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran...
yang saling memaklumi jika hal hal di atas lupa atau lalai dilakukan....
Sehingga saling memaafkan diantara mereka...
Maka rahmat Allah berada diantara mereka....
Dan Allah dengan kemurahanNya memaafkan kesalahan kesalahan mereka...

MARI KITA JADI MANUSIA LANGKA😄
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kita semua...Aamiin Ya Robbal Alamin.
loading...

Sunday, February 12, 2017

[Kisah]: Bunda, Kenapa Bunda Tidak Memberikan Apa-apa Kepadaku?

Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya pada ibunya?
.
"Bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
.
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
.
''Nak kan masih Lama?''
.
Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar.
.
Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan.
.
Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
.
''Maaf bu, saya tidak yakin anak ibu bisa bertahan,Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.
.
Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.
Anaknya terbaring lemas dan berkata?'' :
.
''Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
.
ibunya tak kuasa membendung air matanya,kemudian ia menggengam tangan putranya sambil menangis.

Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya sudah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya.

Dia membuka pelan-pelan dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
''Nak, ibu senang sekali jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..
.
Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipakan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya..
Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
.
SUBHANALLAH..
Sang bunda sejati meninggal dunia karena lebih memilih mendonorkan jantungnya demi menyelamatkan putranya.
.
Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN..

loading...