Wajibkah Zakat Profesi ...?

Berikut penjelasan tentang khilafiyah atau perbedaan ulama tentang kewajiban zakat profesi...;

Tuesday, January 31, 2017

[Download] Ebook Kitab Shahih Bukhari Sanad Lengkap Plus Terjemahan Bahasa Indonesia Format PDF

Kitab Shahih Bukhari merupakan kitab paling sahih di dunia setelah Al-Quran. Sudah sepantasnya setiap muslim membaca kitan ini agar mengetahui langsung ilmu-ilmu keislam dari sumber data yang orisinil.

Di samping Shahih Bukhari, ada juga Shahih Muslim, keduanya merupakan dua kitab hadits yang paling shahih, namun Shahih Bukhari lebih utama. Pasalnya, Imam Bukhari hanya memasukan hadits-hadits dalam kitab Shahih-nya yang memiliki syarat sebagai berikut:

  • Perawi hadits sezaman dengan guru yang menyampaikan hadits kepadanya
  • Informasi bahwa si perawi benar-benar mendengar hadits dari gurunya harus valid
  • Sedangkan Imam Muslim tidak mensyaratkan syarat yang kedua, yang penting perawi dan gurunya sezaman, itu sudah dianggap cukup.

Demikianlah perbedaan tentang penilaian keshahihan hadits antara Imam Bukhari dan Imam Muslim, sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Sebagaian ulama tidak berpendapat demikian, diantaranya Abu ‘Ali An Naisaburi, guru dari Al Hakim, dan beberapa ulama maghrib.

Namun demikian, bukan berarti Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengumpulkan semua hadits shahih yang ada pada kedua kitab tersebut. Buktinya, beliau berdua kadang meriwayatkan hadits shahih di kitab yang lain. Misalnya Imam At Tirmidzi dan sebagian yang lain, dalam kitab Sunan atau kitab lain, kadang meriwayatkan hadits dari shahih Al Bukhari yang tidak terdapat dalam kitab Shahih-nya.

Jumlah hadits shahih dalam Shahih Bukhari dan Muslim
Ibnu Shalah mengatakan bahwa hadits shahih dalam Shahih Al Bukhari berjumlah 7275 hadits dengan pengulangan. Jika tanpa pengulangan berjumlah 4000 hadits. Sedangkan dalam Shahih Muslim, tanpa pengulangan, berjumlah sekitar 4000 hadits.

Penambahan hadits dalam Shahih Bukhari dan Muslim
Al Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Ya’qub bin Akhram berkata: “Al Bukhari dan Muslim tidak melewatkan hadits shahih lain (yang sesuai syarat mereka)”. Ibnu Shalah telah mengkritik pernyataan ini. Buktinya, Al Hakim telah memberi banyak tambahan hadits lain yang memenuhi syarat Bukhari-Muslim, walaupun sebagiannya diperselisihkan.

Menurut Ibnu Katsir, hal ini perlu dikritisi. Karena tambahan Al Hakim tersebut merupakan tambahan yang belum tentu disepakati syaratnya oleh Bukhari-Muslim, bisa jadi karena Bukhari-Muslim melihat kelemahan pada perawinya, atau melihat adanya kecacatan. Wallahu’alam.

Banyak kitab hadits yang telah men-takhrij Shahih Bukhari-Muslim dengan memberikan tambahan yang bagus dan sanad yang bagus, misalnya Shahih Abu ‘Awanah, Shahih Abu Bakar Al Isma’ili, Shahih Al Burqani, Shahih Abu Nu’aim Al Ash-habani dan yang lain. Terdapat kitab lain juga yang diklaim shahih oleh penulisnya, seperti Shahih Ibnu Khuzaimah dan Shahih Ibnu Hayyan Al Bustani. Kedua kitab ini lebih bagus dari kitab Al Mustadrak Al Hakim, serta lebih bersih sanad dan matannya.

Demikian pula, dalam Musnad Imam Ahmad terdapat hadits dengan sanad dan matan yang sama seperti yang terdapat di Shahih Muslim dan Shahih Bukhari. Terdapat juga hadits yang tidak terdapat dalam keduanya atau salah satunya, dan terdapat pula hadits yang tidak diriwayatkan oleh empat kitab hadits induk, yaitu Sunan Abi Daud, Sunan At Tirmidzi, Sunan An Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah.

Demikian juga ditemukan banyak hadits shahih dalam Mu’jam Al Kabir danMu’jam Al Wasith Ath Thabrani, Musnad Abu Ya’la, Musnad Al Bazzar, dan kitab-kitab Musnad, Mu’jam, Fawaid dan Ajza yang lain. Adanya hadits-hadits shahih dalam kitab-kitab tersebut ditinjau dari para perawinya dan tidak terdapatnya kecacatan. Dibolehkan mendahulukan hadits-hadits tersebut walau tidak diriwayatkan oleh para huffadz sebelum mereka. Hal ini disetujui oleh Imam Abu Zakaria Yahya An Nawawi, namun Ibnu Shalah tidak sependapat dengan beliau. Syaikh Dhiyauddin Muhammad bin Abdul Wahid Al Maqdisi menulis sebuah kitab hadits yang berjudul ‘Al Mukhtarah‘, namun belum sempurna. Sebagian guru kami ada yang lebih mengutamakan hadits-hadits dalam kitab tersebut dibanding Al Mustadrak Al Hakim. Wallahu’alam

Ibnu Shalah sendiri berkomentar di kitab Mustadrak Al Hakim: “Kitab ini terlalu luas dalam memaknai keshahihan hadits. Penulis terlalu bermudah-mudah dalam menshahihkan hadits. Sebaiknya ia bersikap pertengahan dalam hal ini. Namun, hadits-hadits dalam kitab ini yang belum dishahihkan oleh para imam hadits, kadang ada yang memang shahih, yang lainnya minimal hasan, yang masih bisa dijadikan hujjah. Kecuali beberapa hadits yang jelas kecacatannya, maka dhaif”.

Menurut Ibnu Katsir, dalam kitab Al Mustadrak terdapat berbagai jenis hadits. Ada hadits yang memang shahih yang tidak ada di Shahih Bukhari-Muslim, namun sedikit. Ada pula hadits shahih yang diklaim oleh Al Hakim tidak terdapat dalam Shahih Bukhari-Muslim padahal sebenarnya diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, namun Al Hakim tidak tahu. Ada pula hadits hasan, dhaif, hadits palsu. Guru kami, Imam Adz Dzahabi, telah meringkas kitab ini dan memberi penjelasan pada setiap hadits, dan dijadikan satu jilid kitab yang tebal, beliau menemukan hampir seratus hadits palsu dari Al Mustadrak. Wallahu’alam.

Beberapa catatan tentang Shahih Bukhari-Muslim

  • Ibnu Shalah pernah menjelaskan tentang hadits-hadits yang mu’allaq dalam Shahih Bukhari-Muslim. Jumlahnya sedikit, beliau mengatakan ada sekitar 14 hadits. Secara ringkas beliau menjelaskan, hadits mu’allaq dengan shighah jazm dalam Shahih Bukhari adalah hadits shahih dari jalan perawi yang disebutkan, sedangkan jalan yang lain perlu diteliti. Lalu hadits mu’allaq dengan shighah tamridh, belum tentu shahih dan belum tentu tidak shahih. Karena terkadang ada hadits yang demikian dan ternyata memang hadits shahih, misalnya diketahui bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim juga. Kemudian hadits muallaq tersebut tidak dikelompok ke dalam hadits shahih musnad, walau beliau menamai kitabnya “Al Jami’ Al Musnad Ash Shahih Al Mukhtashar Fii Umuuri Rasululillah Shallallahu’alaihi Wasallam”
  • Jika Imam Al Bukhari berkata “Qaala Lanaa” (Seseorang berkata kepada saya) atau berkata “Qaala Lii Fulaanun Kadzaa” (Fulan berkata kepada saya begini) atau “Zaadanii” (Seseorang memberikan tambahan kepada saya), atau perkataan semisal, dihukumi muttashil menurut pendapat mayoritas ulama hadits. Ibnu Shalah juga mengabarkan bahwa yang demikian juga merupakan bentuk hadits mu’allaq, Imam Bukhari menyebutkan hadits tersebut untuk memperkuat bukan sebagai pokok, dan kadang hadits tersebut di dengar oleh Imam Bukhari dalammudzakrah. Ibnu Shalah dalam hal ini telah membantah Al Hafidz Abu Ja’far bin Hamdan yang mengatakan bahwa jika Imam Al Bukhari berkata “Qaala Lii Fulaanun” (Fulan berkata kepada saya) adalah untuk munaawalah.
  • Ibnu Shalah juga mengingkari Ibnu Hazm yang menolak hadits Bukhari tentang alat musik karena pada hadits tersebut Al Bukhari berkata: “Hisyam bin ‘Ammar berkata…”. Ibnu Shalah mengatakan bahwa Ibnu Hazm salah dalam beberapa hal, hadits ini shahih dari Hisyam bin ‘Ammar. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Abu Daud dalam Sunan-nya, Al Burqani dalam Shahih-nya, dan yang lainnya. Semua riwayatnya musnad muttashil sampai kepada Hisyam bin ‘Ammar dan gurunya. Ibnu Katsir  telah menjelaskan hal ini dalam kitab Al Ahkam.
  • Ibnu Shalah mengabarkan bahwa Shahih Bukhari-Muslim telah diterima oleh kaum muslimin dengan sepakat. Kecuali beberapa hadits saja yang dikritik setelah diteliti oleh sebagian Huffadz seperti Ad Daruquthni dan yang lainnya. Dari kesepakatan tersebut diputuskan bahwa hadits-hadits Bukhari-Muslim pasti shahih. Karena kaum muslimin ma’shum dari kesalahan jika telah bersepakat. Karena jika ummat menilainya shahih dan mewajibkan beramal dengannya, maka tentu hadits-hadits tersebut pada hakikatnya memang shahih. Inilah pendapat yang bagus. NamunMuhyiddin An Nawawi tidak sependapat dengan pendapat ini, ia berkata: “Kesepakatan kaum muslimin dalam hal ini tidak memastikan hadits-hadits Bukhari-Muslim pasti shahih”. Ibnu Katsir lebih cenderung sepakat dengan pendapat Ibnu Shalah. Wallahu’alam. Setelah menjelaskan demikian, Ibnu Shalah menyampaikan perkataan Ibnu Taimiyah yang intinya: “Telah dinukil pernyataan dari para ulama bahwa hadits-hadits yang sepakati diterima oleh ummat. Diantara para ulama tersebut:
  1. Al Qadhi Abdul Wahhab Al Maliki
  2. Syaikh Abdul Hamid Al Asfara-ini
  3. Al Qadhi Abu Thayyib Ath Thabari
  4. Syaikh Abu Ishaq Asy Syairaazi Asy Syafi’i
  5. Ibnu Hamid
  6. Abu Ya’a Ibnul Farra’
  7. Abul Khattab
  8. Ibnu Az Zaghwani dan ulama Hanabilah semisal beliau
  9. Syamsul A-immah As Sarkhasi Al Hanafi, ia berkata: ‘Ini adalah pendapat para ahli kalam dari kalangan Asy’Ariyyah, seperti Ishaq Al Asfara-ini dan Ibnu Faurak, dan juga merupakan pendapat Ahlul Hadits secara khusus dan Mazhab Salaf secara umum” (sampai di sini perkataan Ibnu Taimiyyah)
Silahkan download Terjemahan Shahih Bukhari pada link di bawah ini:

loading...

Monday, January 30, 2017

Jangan Sepelekan Doa Keluar Dari Rumah... Mari Amalkan...

Assalmu alaikum. Selamat pagi sobat pecinta ilmu semua.... semoga hari ini kita dilimpahi berkajh dari Allah Swt dan makin sukses dalam melangkah meraih masa depan.

Setiap kali kite keluar dari rumah , hendak menuju tempat kerja, mencari nafkah, melakukan perajalanan atau apa pun kegiatan yang baik, tuntunan Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita agar membaca doa sebelum berangkat.

Adapun doa tersebut adalah:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Namun, walaupun doa ini begitu singkat, banyak kaum muslimin yang lupa dan mengabaikannya. Padahal, sebait doa ini mengandung faedah yang amat besar.

Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ


Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala[2].

Beberapa faidah penting yang dapat kita ambil dari hadits ini:

– Keutamaan yang disebutkan dalam hadits ini akan diberikan kepada orang yang mengucapkan zikir ini dengan benar-benar merealisasikan konsekwensinya, yaitu berserah diri dan bersandar sepenuhnya kepada Allah Ta’ala

– Syaitan tidak memiliki kemampuan untuk mencelakakan orang-orang yang benar-benar beriman dan bersandar sepenuhnya kepada Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ


Sesungguhnya syaitan itu tidak memiliki kekuasaan (untuk mencelakakan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal (berserah diri) kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan syaitan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah” (QS an-Nahl: 99-100).

– Bertawakal (berserah diri dan bersandar sepenuhnya) kepada Allah Ta’ala merupakan sebab utama untuk mendapatkan petunjuk dan perlindungan Allah dalam semua urusan manusia. Allah Ta’ala berfirman,
{وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ}

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya” (QS ath-Thalaaq: 3).

Artinya: Barangsiapa yang berserah diri dan bersandar sepenuhnya kepada Allah Ta’ala dalam semua urusan agama dan dunianya, yaitu dengan bersandar kepada-Nya dalam mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan menolak keburukan dari dirinya, serta yakin dengan kemudahan yang akan diberikan-Nya, maka Allah Ta’ala akan memudahkan semua urusannya tersebut.
loading...

Friday, January 27, 2017

[Kisah Hikmah]: Ketika Setan Pergi Ke Masjid di Subuh Hari

Alkisah, ada seorang pria bangun pagi-pagi untuk melaksanakan ibadah shalat subuh.   Setelah mengenakan pakaiannya, dia berangkat ke Masjid.

Dalam perjalanannya ke Masjid, pria tersebut terjatuh dan pakainnya menjadi kotor.. Dia pun berdiri dan membersihkan diri, lalu kembali pulang ke rumahnya .

Sesampainya di rumah, dia mengganti pakaiannya, lalu berangkat kembali ke Masjid.

Tapi dalam perjalanannya ke Masjid, pria tersebut terjatuh kembali di tempat yang sama! Lalu dia kembali bangun, membersihkan diri, dan pulang kembali.

Sesampainya di rumah, Sekali lagi, dia mengganti pakaiannya, lalu berangkat kembali ke Masjid. Dalam perjalanan ke Masjid, dia bertemu seorang pria yang memegang lampu.

Dia bertanya pada pria tersebut:

"Tuan dari mana dan mau ke mana?".

Pria yang membawa lampu itu menjawab:

“Aku melihatmu terjatuh dua kali dalam perjalananmu ke Masjid, jadi aku membawakan lampu untuk menerangi jalanmu.

Pria yang pertama tadi mengucapkan terimakasih banyak pada pria yang membawakannya lampu, dan keduanya berjalan bersama ke Masjid.

Setibanya di Masjid, pria yang pertama tadi mengajak pria yang membawa lampu untuk shalat berjamaah dengannya. Pria tersebut menolaknya.

Pria pertama terus mengajaknya beberapa kali lagi, dan jawabannya tetap sama.

Pria itu bertanya mengapa dia tidak mau shalat bersamanya. Pria dengan lampu itu menjawanb,

“Aku adalah setan”.

Pria itu terkejut mendengar jawabannya.

Pria yang mengaku setan kemudian melanjutkan,

“Aku melihatmu menuju ke Masjid dan akulah yang membuatmu terjatuh.

Ketika kau pulang, membersihkan diri dan berangkat kembali ke Masjid, Tuhan mengampuni semua dosamu. Aku menjatuhkanmu sekali lagi, tapi kau tidak tinggal di rumah, dan tetap berangkat kembali ke Masjid.  Karena itu, Tuhan mengampuni semua dosa orang-orang di rumah tanggamu.

Aku khawatir jika aku menjatuhkanmu lagi, Tuhan akan mengampuni dosa orang-orang di kampungmu, jadi aku memastikan kau sampai di Masjid tanpa terjatuh.

* * *
Subhaanallah....

”Janganlah kau membatalkan niat baik yang akan kau lakukan karena kau tidak pernah tau ganjaran apa yang mungkin akan kau dapat dari beratnya rintangan yang kau hadapi ketika berusaha melaksanakannya.

Karena kebaikanmu bisa menyelamatkan keluarga dan bangsamu"

Mahasuci Allah dalam kemuliaannya.

Ketika kau membawa Quran. Setan akan pusing. Ketika kau membacanya, dia tersungkur. Ketika dia melihatmu membacanya, dia pingsan.

Ketika dia melihatmu menjiwai apa yang kau baca, dia kabur.
loading...

Thursday, January 26, 2017

[Kisah]: Engkau Bercocok Tanam di Ladang Gersang....

Suatu saat ada ulama besar yang terkenal ahli mukasyafah (tahu isi hati orang lain), saat itu ada beberapa ulama bertamu kepada ulama besar itu.

Satu demi satu ulama yang bertamu itu di persilahkan masuk, akan tetapi ada satu ulama yang dibiarkan begitu saja tidak boleh masuk kedalam rumahnya, akhirnya setelah semua ulama pulang, tibalah ulama itu dipanggil, dan setelah duduk berhadapan ulama ahli mukasyafah itu, si ulama ahli mukasyafah itu tidak menoleh dan menghiraukan sama sekali.

Ulama yang bertamu itu hanya bisa diam seribu bahasa, tanpa berani berbicara, akhirnya ulama itu sedikit memberanikan diri untuk berbicara kepada ulama ahli mukasyafah itu.

"Wahai Syeihk, mengapa sekian lama engkau diam, tidak menghiraukanku? apakah aku ini orang jahat? Apakah perbuatanku jelek? atau amal-amalku busuk? ataukah engkau takabur merasa lebih mulia, lebih terhormat dan lebih baik daripada aku?" Tanya ulama yang bertamu itu.

Akhirnya ulama ahli mukasyafah itu itu berkata

"Bukan begitu wahai kyai, aku diam membiarkanmu bukan karena aku sombong merasa lebih baik, takabur merasa lebih mulia daripada kamu, akan tetapi aku tidak menghiraukan engkau karena aku kasihan kepadamu, aku diberitahu Allah dengan keadaanmu sesungguhnya, makanya aku ingin berbicara 4 mata denganmu!"

"Maksudnya Syeihk?" Tanya heran ulama yang bertamu itu.

"Kita sama-sama tahu bahwa dunia ini adalah tempat menanam dan kelak hasilnya akan dipetik setelah kita meninggalkan dunia kelak" Lanjut ulama ahli mukasyafah itu..

"Aku tahu dirimu itu adalah seorang ulama, punya ribuan santri, kamu sudah terkenal seantero negeri ini, orasi-orasimu itu bisa menimbulkan semangat berjuang bagi siapa saja yang mendengankan, dan aku juga tahu bahwa kamu adalah ahli ibadah, puasa sunnahmu tidak pernah lepas, sholat malammu selalu terjaga, kepada fakir miskin engkau juga sangat perhatian" jawab ulama ahli mukasyafah itu.

"lantas apa kesalahanku wahai Syeihk?" Tanya heran ulama itu

"tapi sayang tamanmu itu gersang, ladangmu itu tandus, akibatnya tanaman yang engkau tanam tidak akan panen di akherat kelak"

Terkagetlah ulama itu "Mengapa seperti itu Syeihk?"

"Iya, sebab yang engkau tanam di dunia itu adalah tanah gersang, tanah yang tandus, bukan tanah yang subur, sehingga tanaman yang kau engkau tanam itu sia-sia tidak tidak berbuah apapun"

"Lantas yang dimaksud tanah yang tandus itu apa wahai Syeihk?" Tanya ulama itu

"Kau tahu bahwa hatimu adalah ladang, ladang untuk menanam bibit kebaikan, tapi sayang ketika kamu menanam bibit kebaikan itu, pada saat kau menanam itu hatimu jahat, suka menggunjing orang lain, suka merendahkan orang lain, suka meremehkan orang lain, dan suka menfitnah orang lain, dan suka mengadu domba orang lain, maka pada saat itu bibit-bibit kebaikanmu tidak tumbuh, bibit-bibit surgamu itu mati karena saat itulah akan terhapus amal-amalmu" Lanjut ulama ahli mukasyafah itu.

"Dan tanaman yang bersamaan yang engkau tanaman itu ada penyakit ujubnya"

"Dimana ujub itu wahai Syeihk?"

"Ketika kamu menjadi kyai bangga, kamu menjadi orang baik bangga, kamu dihormati banyak orang bangga, maka banggamu itulah yang menghapus semua amalmu yang kau tanam saat itu juga"

والله اعلم بالصواب
loading...

Subhanallah... 1 Kali Sholawat Bisa Menghapus Siksa 50 Ahli Qubur

Allah Swt berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ( Q.S Al-Ahzab : 56 )

Diriwayatkan bahwa telah datang seorang perempuan kepada Imam Hasan Al Bashri radhilallahu'anhu, berkatalah wanita tersebut:

“Sesungguhnya anak perempuanku yang masih sangat muda telah meninggal dan aku ingin melihatnya di dalam tidur. Maka aku datang kepadamu agar engkau mengajarkan aku tentang apa yang dapat aku jadikan perantara untuk melihatnya.”

Lalu Imam Hasan mengajarkan beberapa amalan kepada perempuan itu, dan diapun dapat bermimpi melihat anaknya. Dalam mimpinya itu, ia melihat anaknya terikat dan tersiksa. Diceritakanlah hal itu kepada Imam Hasan, dan ia pun bersedih hati karenanya.

Berselang beberapa waktu, Imam Hasan bermimpi melihatnya (anak wanita tersebut) di dalam surga dan di atas kepalanya terdapat mahkota, lalu wanita itu berkata kepada Imam Hasan,

“Wahai Imam Hasan, tidakkah engkau mengenaliku? Aku adalah anak putri dari perempuan yang datang kepadamu dahulu dan mengatakan begini begitu kepadamu.”

Berkatalah Imam Hasan kepadanya,

“Apa yang menjadikanmu dalam keadaan seperti yang kulihat ini, padahal apa yang diceritakan ibumu tak seperti yang kulihat kini?”

Dia menjawab,

“Ada seorang laki-laki lewat di atas kuburan kami, dia membaca shalawat kepada Rasulullah SAW sekali, sedang dalam kuburan itu ada lima puluh lima orang dalam siksaan. Lalu berserulah malaikat,

“Hilangkanlah siksa dari mereka berkat bacaan shalawat laki-laki ini.”  Sebab bacaan shalawat seorang laki-laki itulah, mereka mendapatkan ampunan, termasuk diriku.”

Camkanlah...

Betapa satu bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW mampu menghilangkan siska kubur bagi lima puluh orang, apalagi berpuluh-puluh atau beratus-ratus kali, padahal orang tersebut tidak menujukannya kepada mereka (orang-orang yang sedang disiksa), tapi inilah bukti kemurahan Allah bagi siapapun yang mencintai dan mengagungkan Kekasih-Nya Muhammad Rasulullah SAW..

Sumber:
Kitab Mukasyafatul Qulub Bab VII, hal 39, karya Imam Ghazali radhiallahu'anhu (450 H - 505 H)
loading...

Wednesday, January 25, 2017

Jangan Biarkan Istrimu Hanya Mendapat Mimpi Kebahagiaan

Pernikahan adalah suatu perjanjian besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki - laki,  yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersama dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.

Namun realitanya berapa banyak perempuan yang harapannya hanya mimpi kebahagiaan menguap seperti embun segar ketika disapa mentari pagi.

Hari - harinya bak neraka yang panas dan membakar hati, KDRT sudah menjadi santapannya sepanjang hari.

Mawar yang indah ini hidup dibumi yang kering kerontang tanpa air yang menyirami.

Sudah saatnya seorang suami memahami tabiat seorang istri

Jangan biarkan air matanya menetes dipipi

Jadikanlah ia perhiasan indah yang dimiliki

Jangan sampai terbetik di hatinya "andai aku tidak menikah dengannya"

Ustadz Basalamah

loading...

Tuesday, January 24, 2017

Hukum Mengucapkan Kata-kata Kasar Kepada Pelaku Kemungkaran Saat Memberantas Kemungkaran

[Soal]

Bolehkah mengucapkan kata-kata kasar kepada pelaku kemungkaran, saat memberantas kemungkaran?

[Jawab]:

Sikap seperti itu boleh dilakukan, asalkan masih sesuai dengan rambu-rambunya, seperti yang telah disampaikan oleh Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazzali dalam Ihyaa'.

Saat menjelaskan tingkatan cara menyikapi pelaku kemungkaran, Abu Hamid al-Ghazzali menuliskan seperti berikut ini:

الدرجة الرابعة : السب والتعنيف بالقول الغليظ الخشن. وذلك يعدل إليه عند العجز عن المنع باللطف وظهور مبادئ الإصرار والاستهزاء بالوعظ والنصح. وذلك مثل قول إبراهيم عليه السلام : أف لكم ولما تعبدون من دون الله أفلا تعقلون

"Tingkatan ke-4: mencaci dengan ucapan keras dan kasar. Sikap ini (baru) dipakai ketika ucapan santun tidak lagi berpengaruh, ditambah pula dengan sikap 'ngeyel' dan meremehkan nasehat. Contoh sikap seperti ini adalah ucapan nabi Ibrahim -`alaihissalaam- dalam QS: al-Anbiyaa, 67: [Celakalah buat kalian dan apa yang kalian sembah selain dari Allah! Apakah kalian tidak berotak!?]".

ولسنا نعني بالسب الفحش بما فيه نسبة إلى الزنا ومقدماته ولا الكذب بل أن يخاطبه بما فيه مما لا يعدّ من جملة الفحش كقوله : يا فاسق يا أحمق يا جاهل ألا تخاف الله وكقوله : يا سوادي يا غبي وما يجري مجراه  فإن كل فاسق فهو أحمق وجاهل ولولا حمقه لما عصى الله تعالى بل كل من ليس بكيّس فهو أحمق والكيّس من شهد له رسول الله صلى الله عليه وسلم بالكياسة حيث قال : الكيّس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والأحمق من أتبع نفسه هواها وتمنى على الله

"Mencaci yang kami maksudkan bukanlah dengan cara menyampaikan celaan terkait perzinaan, atau dengan cara berdusta. Maksud kami itu adalah berbicara dengan ucapan yang tidak termasuk celaan perzinaan, seperti: wahai fasik, goblok, bodoh, apakah kami tidak takut kepada Allah!?, wahai kolot, dungu, dan kata-kata semisalnya. Alasannya, setiap orang fasik itu dungu dan bodoh. Kalau tidak dungu, maka tentu dia tidak mendurhakai Allah. Bahkan, setiap orang yang tidak cerdas itu dungu. Dan orang yang cerdas itu adalah orang yang digambarkan Nabi dalam hadisnya: [Orang cerdas itu adalah yang mampu menundukkan nafsunya, dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Dan orang dungu adalah yang mengikuti hawa nafsunya, dan berangan-angan kepada Allah]".

ولهذه الرتبة أدبان أحدهما : أن لا يقدم عليها إلا عند الضرورة والعجز عن اللطف والثاني : أن لا ينطق إلا بالصدق ولا يسترسل فيه فيطلق لسانه الطويل بما لا يحتاج إليه بل يقتصر على قدر الحاجة.

"Dalam melakukan tingkatan (sikap) keempat ini terdapat dua etika. Pertama, sikap seperti ini hanya dilakukan pada kondisi darurat, serta ucapan santun tidak lagi bisa dilakukan. Kedua, harus tetap berbicara dengan jujur dan seperlunya, sesuai dengan kebutuhan".

Penjelasan Abu Hamid al-Ghazzali dalam Ihyaa' ini, juga disebutkan oleh Ibnul Jauzy dalam Minhaj al-Qashidin, Ibn Qudamah al-Maqdisy dalam Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, dan Jamaludin al-Qasimy dalam Mau`izhah al-Mu'minin, tanpa ada komentar kritik atau penolakan.

Wallaahua`lam
[Copas dari status Ust. Fitri]
loading...

Peran Orangtua Dalam Memebentuk Kepribadian Anak... Bagus Dan Rusaknya Anak Tergantung Orangtua...

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya susah bangun subuh. Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi itu suka bangun dini hari sebelum subuh, Orangtuanyalah dulu yang menyuruhnya tidur kembali karena masih gelap.

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya mudah sakit dan obesitas karena buruknya pola makan, Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi suka makanan alami (natural) tanpa pemanis dsbnya. Orangtuanyalah dulu yang malas memasak sehat dan mengenalkannya Junk Foood, menjejalkan makanan kemasan karena pola makan orang dewasa yang buruk.

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya lumayan jorok atau tidak berhati hati pada najis. Padahal secara fitrah, setiap anak sejak bayi suka kebersihan, mereka menangis jika bajunya basah terkena BAB atau BAK. Orangtuanyalah dulu yang mengenalkannya pampers dan membiarkannya karena malas menggantinya.

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya malas bergerak atau kecanduan main game, Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sangat suka bergerak dengan antusias dengan tubuh yang luwes. Orangtuanyalah dulu yang menyuruhnya banyak diam agar segera berstatus "shaleh" dan memberinya gadget agar diam. 

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya peragu, lambat mengambil keputusan, mudah dibully. Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sangat ego sentris dan percaya diri. Orangtuanyalah dulu yang banyak melarangnya memilih sendiri bajunya, tidak memberinya kepercayaan untuk mencoba walau salah.

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya malas sholat, harus disuruh suruh, Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi sudah mengenal Robbnya dan menyukai kebaikan. Orangtuanyalah dulu yang memaksanya untuk segera sholat dengan tertib sebelum usia 7 tahun sehingga anak membenci kebaikan sepanjang hidupnya. Padahal Allah sendiri memerintahkan orangtua untuk menyuruh anaknya sholat sejak usia 7 tahun.

Orangtua mengeluh anak gadis atau perjakanya malas belajar. Padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi adalah pembelajar yang tangguh, mereka terus belajar berjalan hingga berlari walau berkali kali terjatuh dan tidak pernah memutuskan untuk merangkak seumur hidup. Orangtuanyalah dulu yang menggegasnya menguasai banyak hal, menjadikan belajar sesuatu yang menyebalkan dan liburan adalah hari terindah.

Orangtua mengeluh anak gadis atau anak perjakanya bingung bakatnya, tak punya gairah pada aktifitas produktif, padahal secara fitrah tiap anak sejak bayi punya sifat unik yang khas yang kelak akan menjadi peran peradaban terbaiknya yang unik. Orangtuanyalah dulu yang mencubit anak cerewet (orator ulung), menghukum anak keras kepala( pemimpin masa depan), memaksa bicara anak pendiam (pemikir dan peneliti), menyuruh diam anak kepo (visioner), memaki anak yang sensitif dan cengeng (sastrawan), menyetop anak yang banyak akal (innovator) dstnya.

dstnya...

Ternyata begitu banyak keluhan ketika ananda menjelang Aqil Baligh bahkan sesudahnya, karena kita seringkali merasa lebih hebat dari Tuhan, merasa fitrah yang Allah instal itu kurang sehingga dilebaykan atau dilalaikan dan diabaikan atau diintervensi hingga cidera.

Jika sudah terlanjur maka bertaubatlah, banyak berdoalah agar Allah mengembalikan fitrah anak anak kita, mohonkanlah maaf pada ananda, dekaplah sebelum terlambat, ulangi prosesnya sebagaimana dahulu ananda masih kecil, gairahkan kembali cintanya pada Ilahi dstnya. Kemudian rileks dan optimislah dalam merawat dan menumbuhkan fitrah ananda.

Source: Copas WhatsApp
loading...

Monday, January 23, 2017

Berkompetisi Dengan Diri Sendiri

Kali ini, admin ingin share tulisan singkat yang sangat bagus dan penuh makna yang ditulis oleh adik kita Afi Faradisa di status Facebook-nya.

Oh ya, admin sangat menyukai tulisan-tulisan adik kita ini. Menurut admin, tulisan beliau sangat-sangat berisi dan penuh inspirasi, padahal usia beliau masih sangat belia!! Luar biasa!

Kali ini, tulisan yang beliau tulis berjugul  "BERKOMPETISI DENGAN DIRI SENDIRI". Selamat membaca dan terinspirasi!
Ini mungkin mengejutkanmu, tapi aku senang melihat temanku beli tas dan jam tangan baru. Aku senang melihat temanku mendapat uang saku lebih banyak dan nilai-nilai pelajaran yang lebih layak. Aku senang melihat temanku bisa jalan-jalan asyik atau menulis dengan lebih baik.Ya, hidup ini perjalanan kebahagiaan dan bukan kompetisi. Kalaupun kompetisi, maka kompetisi yang lebih masuk akal adalah kompetisi dengan diri sendiri. 
Aku tidak perlu membuktikan diriku lebih baik dari orang lain, aku hanya perlu membuktikan bahwa diriku lebih baik dari hari kemarin. 
Misalnya, hari ini aku mendapat nilai 80, dan temanku mendapat nilai 85. Kemarin aku mendapat nilai 70 sedangkan temanku mendapat nilai 90. Faktanya, nilai temanku turun dari nilainya yang kemarin sedangkan nilaiku naik, walaupun nilai temanku itu lebih tinggi dari nilaiku hari ini. 
Itulah kenapa, yang harus kita lampaui adalah diri kita sendiri. Kenapa membandingkan standar perubahan diri dengan standar orang lain? Tidak perlu dibanding-bandingkan karena memang kita memiliki standar perubahan yang berbeda-beda, kita semua punya perjalanan yang tidak sama. Indikator baik burukmu seharusnya adalah dirimu sendiri. 
Don't compare yourself to others. You have no idea what their journey is all about .." 
Para orang tua mengajari anak-anak mereka untuk menjadi kompetitif, dan persaingan membawa kecemburuan. 
Mereka mengajarkan anak-anak mereka untuk menjadi 'seseorang', untuk menjadi terkenal, untuk punya nama yang bersinar. 
Hal itu membuat hidup mereka jadi sebuah perjuangan. Bukannya merayakan kehidupan, melainkan bertarung terus-menerus. Pemahaman yang sangat merusak karena hal ini merampas semua kebahagiaan Anda, semua esensi diri Anda, semua keindahan Anda, dan hanya meninggalkan tengkorak hidup yang berebut kekuasaan, uang, dan posisi." - Osho -
loading...

Beramallah Selagi Mampu Dan Ada Kesempatan...

Manusia memiliki harapan dan keinginan untuk memperoleh segala fasilitas kehidupan dunia yang mempesona dan kenikmatannya yang menggoda, karena Allah telah menjadikan dunia ini dengan segala isinya sebagai hiasan indah yang menarik hati manusia yang memandangnya. Allah berfirman:

إِنَّا جَعَلْنَا مَاعَلَى اْلأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً .الكهف:7
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. (QS. 18:7)

Rasulullah saw bahkan memperumpakan dunia dengan buah-buahan yang manis dan dedaunan yang hijau, beliau bersabda:

إن الدنيا حلوة خضرة وإن الله مستخلفكم فيها فينظر كيف تعملون. رواه مسلم
Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah-Nya di dunia ini lalu Ia akan melihat bagaimana kalian beramal

Harapan dan keinginan manusia untuk meraih keindahan dunia karena itu merupakan fitrahnya yang diakui oleh Allah. Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ. العمران : 14
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14)

Memang tidak ada menusia yang tidak memiliki harapan dan angan-angan untuk meraih kenikmatan dunia, siapa manusia yang tidak mencintai wanita?, siapa manusia yang tidak mencintai anak-anak sebagai buah hatinya?, siapa manusia yang tidak mencintai harta sebagai sarana penunjang kehidupannya?, hanya orang-orang yang tidak mengertilah yang mengharamkan atas dirinya keindahan dunia ini, karena itu Allah mencela mereka yang bersikap seperti ini, Ia berfirman:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللهِ الَّتِى أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ اْلأَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ. الأعراف:32
Katakanlah:"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah di keluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik". Katakanlah:"Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. 7:32)

Itulah keagungan Islam, agama yang menyatukan antara dunia dan akhirat, karena ia diturunkan oleh sang pencipta manusia yang mengetahui akan ciptaaan-Nya.

Sesungguhnya keindahan dunia ini hanyalah ujian dari Allah, Ia ingin melihat siapakah diantara mereka yang terbaik amalnya dan yang terburuk.

Manusia yang terbaik amalnya adalah yang memahami tentang hakikat kehidupan ini, ia mengerti dunia adalah negeri yang fana tidak kekal, tepat beramal, arena memperbanyak amal baik sebelum ajal tiba dan akhirat adalah tempat yang kekal abadi, saat mendapatkan balasan amal di dunia.

Manusia yang memahami hakikat ini akan menjadikan semua fasilitas kehidupan yang dianugrahkan Allah sebagai bekal untuk akhirat, keindahan dunia tidak dijadikannya sebagai tujuan akhir tetapi sarana menuju tempat yang lebih baik dan abadi, ia hidup di dunia ini seperti orang asing yang tinggal di negeri nan jauh dari negerinya, ia sangat merindukan kampung halamannya dan akan kembali pada suatu hari nanti, tak pernah ia membayangkan untuk hidup membina keluarga di negeri orang lain, tetapi hasil kerja kerasnya yang telah ia curahkan ia tabung untuk kembali ke kampungnya, setiap detik merupakan waktu yang sangat berharga untuk menanam amal di ladang dunia karena ia sadar ajal tidak pernah memberitahukan kapan akan datang, karena ia berada di dalam lingkarannya. Inilah gambaran orang yang terbaik amalnya di dunia yang kelak akan mendapatkan balasan yang baik pula.

Rasulullah saw pernah suatu hari memegang pundak putra Umar bin Khattab ra lalu beliau berpesan:

كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل
Jadilah di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang melewati jalan

Jadilah di dunia seperti orang asing yang hanya sesaat tinggal di negeri orang lain dan pada suatu saat ia akan kembali ke kampung halamannya atau jadilah di dunia seperti orang yang sedang melewati jalan yang tidak akan tergiur oleh godaan yang akan menghambat perjalannya karena perjalanan yang ia tempuh masih jauh dan panjang. Kalaupun ia berhenti di tengah perjalanannya, ia akan berhenti hanya sesaat untuk menghilangkan keletihannya dan menambah bekalnya setelah itu iapun berangkat kembali meneruskan perjalannya.

Rasulullah saw pernah menggambarkan dirinya dengan dunia ini seperti orang yang sedang berteduh di bawah pohon dalam sebuah perjalanan untuk menghilangkan rasa lelah yang dirasakan dan untuk berlindung dari terik panasnya matahari di bawah rindangnya dedaunan lalu beliau berangkat kembali meneruskan perjalannya setelah ia merasa segar kembali.

Bagi orang yang hatinya tertutup untuk mengerti tentang arti kehidupan ini, ia akan berangan-angan panjang, bercita-cita tinggi dan berharap yang besar untuk meraih seluruh keindahan dunia. Setiap kali ia memperoleh satu kenikmatan, ia ingin memperoleh yang lainnya dan tiap kali ia mendapatkannya ia berharap mendapatkan yang lainnya, hatinya tidak pernah puas dengan satu kenikmatan tetapi terus berusaha mendapatkan yang lebih besar dari yang telah ia miliki.

لو كان لابن آدم واد من مال لابتغى إليه ثانيا ولو كان له واديان لابتغى لهما ثالثا ولا يملأ جوف ابن أدم إلا التراب ويتوب الله على من تاب. رواه الشيخان
“Seandainya manusia memiliki harta sebanyak satu telaga ia ingi memiliki dua telaga dan seandainya ia memiliki dua telaga ia ingin memiliki tiga telaga perut manusia hanyalah diisi dengan debu dan Allah akan menerima taubat manusia yang bertaubat kepada-Nya

Bagi manusia yang hatinya tertutup untuk mengerti tentang tujuan hidup ini akan menjadikan dunia
dengan segala keindahannya yang mempesona sebagai tujuan hidupnya, ia kumpulkan harta sebanyak-banyaknya seakan ia akan hidup selamanya, jika suatu hari Allah menegurnya dengan musibah yang Ia turunkan, iapun merunduk kepada-Nya memohon pertolongan agar dikeluarkan dari musibah ini lalu Allah menyelamatkannya, setelah itu ia lupa akan janjinya saat ia diselimuti oleh musibah, ia kembali terlena dengan dunia dan membangun angan-angan yang tinggi melayang untuk meraih sebanyak mungkin kenikmatannya

هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ حَتَّى إِذَا كُنتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَاجَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ الْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ دَعَوُا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِين،َ فَلَمَّآ أَنجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي اْلأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنفُسِكُم مَّتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dialah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atannya kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata):"Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Yunud [10]:22)

Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 10:23)

Ia tidak sadar bahwa sekalipun ia dapat terhindar dari satu musibah ke musibah yang lain ia tidak akan bisa menghindar dari maut dan ajal yang mengelilinginya, sebelum angan-angannya yang jauh tercapai ajal telah mendahuluinya.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ...)
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…”(QS. 4:78)

Harapan manusia memperoleh kenikmatan dan keindahan dunia memang tidak terlarang dalam Islam bahkan sebaliknya mengingkari kenikmatan dunia ini sampai mengharamkannya sangat dicela oleh Allah, karena Ia telah menundukan dunia dan segala isinya untuk kebaikan hidup manusia. Allah berfirman:

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. (QS. 14:32) dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang". (QS. 14:33) Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menhinggakannya.Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. 14:34)

Betapa banyak kenikmatan dunia yang ia tundukan untuk manusia demi kebaikan hidupnya, semua itu sesungguhnya adalah ujian untuk menyeleksi mana manusia yang memanfaatkan secara baik semua kenikmatan ini dan menjadikannya sebagai sarana untuk kehidupannya yang hakiki dan mana manusia yang terbuai oleh keindahan dunia, terlena oleh kegemerlapan dan manisnya dunia sehingga membuatnya membangun angan-angan yang panjang, harapan yang jauh kedepan dan cita-cita yang melayang untuk meraih semua kenikmatannya, ia lupa akan kampung halamannya yang pasti ia akan kembali ke sana.

Disaat manusia terlena dengan mimpi-mimpinya yang indah hanyalannya yang manis dan angan-angannya yang membuai, tiba-tiba sang maut datang, sang ajal tiba, sang pemutus kenikmatan hadir menghancurkan semua impiannya, mengubur semua angan-angannya, saat itulah ia sadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini sia-sia dan ia berharap untuk kembali ke dunia mengulangi kembali perjalan kehidupannya dengan berbuat amal baik.

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ.  لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ. المؤمنون:99-100
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:"Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), (QS. 23:99)
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. (QS. 23:100)

Harapan, musibah dan ajal merupakan rangkaian kehidupan yang dilalui manusia di dunia ini. Manusia berharap dan bercita-cita tinggi dan melayang melewati garis-garis ajal, namun akhirnya sang ajal mendahulinya sebelum harapannya tercapai.

Beramal sebelum datang tujuh perkara
Rasulullah saw pernah bersabda:

بادروا بالأعمال سبعا، هل تنتظرون إلا فقرا منسيا، أو غنى مطغيا، أو مرضا مفسدا، أو هرما مفندا، أوموتا مجهزا، أو الدجال، فشر غائب ينتظر، أوالساعة، و الساعة أدهى و أمر
Segeralah beramal sebelum datang tujuh perkara; apakah kalian akan menanti sampai datang kemiskinan yang melupakan, atau kaya yang membuat sombong, atau sakit yang merusak kehidupan, atau tua yang melemahkan kekuatan, atau kematian yang menyegerakan, atau datangnya dajjal, makhluk gaib yang paling buruk dinanti, atau datangnya hari kiamat, hari yang sangat dahsyat dan mengerikan” (HR. Turmizi)

Beramal sebelum kemiskinan melilit
Kemiskinan sering membuat orang lupa dengan akhirat, lupa dengan Allah, lupa dengan tujuan hidupnya yang sesungguhnya dan lupa beramal baik untuk masa depannya yang abadi, karena seseorang yang dililit oleh kemiskinan selalu disibukan oleh usahanya mencari makan dan minum untuk menyambung hidupnya, mencari tempat tinggal untuk menaungi dirinya dari siraman hujan dan sengatan terik matahari, mencari pakain untuk menutupi tubuhnya, bahkan karena kemiskinan tanpa keimanan yang kuat dan demi sesuap nasi, seseorang bisa mencuri, merampas harta orang lain seperti yang pernah terjadi pada masa khalifah Umar bin Khatab, seseorang telah mencuri karena miskin, karena miskin seorang wanita yang lemah imannya berani menjual kehormatannya dan karena kemiskianan banyak orang yang terjerumus dalam kekafiran, ia rela menjual agamanya karena tuntutan hidupnya yang sulit sementara ia dijanjikan hidup yang baik dalam agama lain,
karena itulah Rasulullah saw mengatakan: “Kemiskinan hampir menjerumuskan orang dalam kekafiran” dan beliau selalu berlindung kepada Allah dari kekafiran dan kemiskinan.

Kemiskinan memang sangat menyulitkan hidup, namun Allah telah menentukan ada manusia yang kaya dan ada manusia yang miskin sebagai ujian baginya, apakah si kaya bersyukur dengan kekayaannya dan si miskin bersabar dengan kemiskinan. Allah berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا) الإسراء
Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha melihat akan hambva-hambanya. (QS. Al-Isra [17]:30)

Segera beramal sebelum kemiskinan melilit hidup manusia itulah yang dipesankan oleh Rasulullah saw, karena ketika manusia memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, banyak sarana dan kesempatan yang dapat digunakan untuk beramal, harta yang dimiliki bisa dibelanjakan di jalan yang benar dengan bersedekah, membantu orang yang tak punya, membayar zakat, menunaikan ibadah haji dan lain-lain.

Dengan kondisi kehidupan yang layak; memiliki makanan dan minuman, pakaian, tempat tinggal dan sarana transfortasi yang layak, seseorang mampu lebih berkonsentrasi dalam beramal tanpa disibukan dengan pikiran mencari sesuap nasi kecuali bagi orang yang tak pernah merasa cukup dalam hidupnya yang terus mencari dan mencari.
loading...

Friday, January 20, 2017

Hati-hati !!! Ini Yang Harus Kamu Lakukan Jika Freon AC Bocor....

Pernah mengalami AC di rumah rusak? Lalu ketika dipanggil tukang benerin AC, si tukang bilang kalau Freon-nya kurang! Habis itu, kamu ditawari supaya Freon diisi ulang...

Nah, untuk diketahui, Freon termasuk teknologi bandel yang tak perlu di isi ulang dan tidak akan pernah habis selama tidak ada kebocoran. Apalagi jika AC yang anda beli adalah AC baru dan belum lama umurnya dan dari merk terkenal (you know lah)

Maka kecil kemungkinan terjadi kebocoran dimaksud. Jadi, ketika Tukang AC mengatakan freon anda kurang itu cuma akal akalan aja untuk mencari nyari tambahan (lumayan 75 ribu). AC zaman sekarang itu bandel-bandel, sangat awet, cuma perlu di cuci aja tiap 6 bulan sekali (50 ribu).

Justru kalau AC anda divonis kurang freon, padahal AC anda dari merk terkenal, belum lama umurnya, baru beli; itu sama aja menuduh AC anda gampang rusak. Kalau usia AC nya udah jadul banget, beli di zaman 70-an boleh lah ngomong freon kurang. Tapi kalo AC jaman sekarang kecil kemungkinan bocor freon.

Kesimpulannya, jika tukang AC ngomong freon anda kurang, abaikan saja. Kecuali anda yakin usia AC anda sudah sangat tua dan memang curiga freon nya bocor, maka AC nya harus di copot dan dibawa ke gudang mereka untuk di las atau ditambal, bukannya isi ulang freon.
Jadi, Freon bocor solusinya ditambal, bukan isi ulang freon nya!
Nah, barangkali tips di bawah ini juga beguna bagi anda:

Banyak pemilik AC kurang mengetahui prosedur perawatan AC, banyak yang bertanya:  berapa lama sekali AC harus diservice? Berapa lama sekali AC harus ditambah freon?

Dari banyaknya pertanyaan tersebut diajukan oleh pengguna AC, maka perlu kiranya membocorkan rahasia yang dipendam teknisi puluhan tahun dan yang di sembunyikan dari para pengguna AC. Rahasia dan trik-trik yang dipendam dan disembunyikan para teknisi selama puluhan tahun dari konsumen adalah:
1. AC tidak perlu ditambah freon walaupun sudah dipakai 4-5th selama tidak terjadi kebocoran pada pipa AC. (trik yang dipakai teknisi akan pura2 menambah freon AC anda) 
2. AC tidak dingin belum tentu freonnya kurang bisa jadi AC sudah kotor, tp banyak konsumen berpikir kalau AC kurang dingin harus ditambah freon. 
3. Indoor AC bocor/netes air bukan berarti AC kurang freon tetapi disebabkan AC kotor/ada saluran pembuangan yang mampet. 
4. Posisi remot salah akan menyebabkan AC tidak dingin, dimana posisi remat yang benar harus dalam posisi cool atau lambang *. 
5. menakuti-nakuti konsumen dengan menceritakan hal-hal yang negatif, bila alat ini tidak diganti bisa menyebabkan kerusakan lebih parah pada AC dll. 
6. selektiflah didalam memilih teknisi AC, pililah tempat usahanya yang anda ketahui dan yang jujur. (belum tentu teknisi yang anda pakai sekarang telah jujur).
Tip merawat AC agar tidak cepat rusak dan menghemat biaya perawatan AC adalah:

  1. Service AC secara ruti 3 bulan sekali, jangan ac sudah tidak dingin baru di service. (mencegah lebih baik dari pada mengobati).
  2. AC harus dinyalakan paling tidak 1/2 jam dalam seminggu, walaupun ac jarang digunakan.
  3. Suhu pada remot AC disetel sesuai dengan suhu yang diinginkan.
  4. bila pada pipa AC ada bunga es dan AC tidak dingin, Ac segera dimatikan karna ada kebocoran pada pipa AC. (supaya tidak menyebabkan compresor rusak).
  5. Telpon telnisi AC bila AC anda bermasalah.
  6. Penipuan timbul bukan niat dari pelakunya tapi karna kurangnya informasi :D
loading...

Ketika Jibril Menceritakan Tentang Gambaran Neraka Jahannam

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw:

"Mengapa aku melihat Engkau berubah muka (wajah)?"

Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Lalu Rasullulah Saw bersabda:

"Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam".

Jawabnya:
"Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.
Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya.
Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.
Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke-7.
Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya.
Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api.
Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yang lain".
Rasulullah Saw meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

Dan Jibril AS pun menjelaskannya :

♨Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir (selain Islam).

♨Pintu ke-2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin;

♨Pintu ke-3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api;

♨Pintu ke-4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya;

♨Pintu ke-5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi;

♨Pintu ke-6 dinamakan Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Lalu Rasulullah SAW  bertanya: "Bagaimana dengan pintu ke 7?"

Sejenak malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh.

Akan tetapi Rasulullah Saw mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan :

"Pintu ke-7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat".

Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah Saw pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah Saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda:

"Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?"

Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu."

Nabi Muhammad lalu menangis, Jibrail pun ikut menangis.

Kemudian nabi saw langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang.

Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat Beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.

Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya:

“Mengapa beliau begitu berduka?”

Namun beliau tidak menjawab.

Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti.

Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata.

Sayyidah Fathimah RA berkata kepada Baginda Nabi SAW, "semoga hidupku menjadi tebusanmu, mengapa Ayahanda menangis?”

Nabi saw menjawab:

“Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?

Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka.

Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu-pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab".

Setelah mendengar ucapan tersebut, para sahabat Nabi menangis dan meratap, "Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit".

Semoga bisa bermanfaat untuk mengetuk hati kita paling dalam, agar kita sama-sama mempersiapkan diri sedini mungkin dlm menghadapi edisi hidup lanjutan setelah mati nanti....

Sehingga kita dapat  dijauhkan dan diselamatkan serta diberikan belas kasihan Allah SWT...

Aamiin Yaa Allah...3x
Aamin Yaa Robbal 'Alamiin...
loading...

Sahabat... Tolong Bawa Aku Ke Surga...

Sebuah tulisan menggugah yang banyak tersebar di WhatsApp:

Ketika mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tanganku, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu...

Dalam airmata berlinang dan ucapan yang terbata-bata dia berkata,

"Bila kamu tidak melihat aku di surga, tolong tanya kepada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."

Dia langsung terisak menangis, lalu aku memeluknya dan meletakkan mukaku di bahunya. Aku pun berbisik,

"Insyaa Allah, insyaa Allah, aku juga mohon kepadamu jika kamu juga tidak melihatku di surga..."

Kami pun menangis bersama, entah berapa lama...

Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau...

Sebenarnya pesan itu pernah disampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yang berkata pada sahabatnya sambil menangis:

"Jika kamu tidak menemui aku di surga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku: 'Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di surga."

Ibnu Jauzi berpesan begitu bersandar pada sebuah hadits:
Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah: 'Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...'"Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah."(Ibnu Mubarak dalam kitab Az Zuhd)

Wahai sahabat-sahabatku...

Di dalam bersahabat, pilih lah mereka yang bisa membantu kita, bukan hanya ikatan di dunia, tetapi juga hingga akhirat.

Carilah sahabat² yang senantiasa berbuat amal sholeh, yang shalat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.

Carilah teman yang mengajak ke majelis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja kebajikan, serta selalu berpesan dengan kebenaran.

Teman yang dicari karena urusan niaga, pekerjaan, atau teman nonton bola, teman memancing, teman bershopping, teman FB untuk bercerita hal politik, teman whatsapp untuk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis kematian dan masing² hanya akan membawa diri sendiri.
Tetapi teman yang bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke surga...
Simaklah diri, apakah ada teman yang seperti ini dalam kehidupan kita, atau mungkin yang ada lebih buruk dari kita...

Ayo... berubah sekarang, kurangi waktu dengan teman yang hanya condong pada dunia, carilah teman yang membawa kita bersama ke surga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja untuk masuk surganya Allah.

Perbanyak lah ikhtiar, semoga satu darinya akan tersangkut, dan membawa kita ke pintu surga...

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

"Perbanyak lah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat.”

Pejamkan mata, berfikir lah...
Siapa kiranya di antara sahabat-sahabat kita yang akan mencari dan mengajak kita ber-sama² ke surga??

Jika tidak, mulai lah hari ini mencari teman ke surga sebagai suatu misi pribadi.

Baarakallahu fiikum.

***
loading...

Thursday, January 19, 2017

Test Of Minang Language As A Foreign Language (TOMAFL)

Kini ko sagalo harago naiak... bensin naiak, bareh naiak, gulo naiak, uang kuliah naiak...

Ciek harago diri yang turun kini nyo!! Yo ndak, sanak? Caliaklah, urang kini ndak ado malu lai manjua harago diri demi pitih.. keceknyo, kalau luruih-luruih bana zaman kini ko bisa ndak makan!

Naah... dari pado paniang kapalo mamikiakan harago naiak, rancak kito bagarah sabanta. 

Tau ndak sanak? Zaman kini ko awak harus menguasai bahasa Asing.. zaman serba sertifikat.. .contohnyo: kalau niio melamar karajo kini harus punyo sertifikat TOEFL... jan-jan bisuak kalau nio melamar anak gadih pun harus punyo sertifikat TMJ (tando masih bujang)... hehehe...

dek bitu, baa kalau kito buek pulo : 
Test of Minang Language As A Foreign Language atau disingkek : TOMAFL

Supayo tahu kito, yo lai sabana urang awak sanak ko...? Haaa.... Kok iyo santiang, co jawek soal ko yo!!


1. Jatuah tasanduang aka batang kayu katiko bajalan?
Tatilungkuik
Takalipek
Tatilantang
Tapalantiang

2. Jatuah dek kaki masuak ka selo2 lantai nan tabuek dari bambu katiko bajalan di rumah pangguang?
Tapuruak
Takapik
Tajilangkang
Tajilapak

3. katiko bajalan, indak maliek ado janjang dimuko mato, hilang kasaimbangan 2-3 langkah sudah tu tajatuah?
Talangkang
Tasanduang
Tatungkuik
Tajurambab

4. Tukang bareh sadang maangkuik bareh, ado lubang ketek di ujuang karuang, mako jatuah bareh dari karuang disabuik?
Jatuah badarai
Boco aluih
Taserak
Marano

5. Katiko manyubarang anak sungai nan dihubuangkan jo duo batang bambu, tibo-tibo di tangah-tangah hilang kasaimbangan, tajatuah ka kali. Apo namonyo kok lai tau?
Taambin
Ta aram
One Mandeee
Tagalincia

6. Kiper manahan bola jatuah, ditahan jo tangan sudah tu takilia disabuik?
Tapalikuak
Talendo
Tagurabeh
Sakik bana

7. Anak ketek jalan di tapi kolam, nampak dek nyo ado antu lalu, dek takajuik jatuahnyo ka kolam, disabuik?
Kanai sapo
Dilarikan urang bunian
Ditampa setan
Dikajuik an antu bulawu

8. Katiko mamanjek batang kayu, jatuah, tapi masih sempat mamacik rantiang2 sblm jatuah ke tanah, disabuik?
Tahampeh
Tagurabai
Tasialia
Tagalincia

9. Di saku ado kalereang. Ruponyo saku tu bolong, kalereang jatuah ciek ciek sampai abih, jatuahnyo kelereang disabuik?
Manggalindiang
Mangalicok
Cigin nyo
Maluncua

10. Kalau wak paniang manjawek, disabuik?
Paniang den
Ndak abeh di den
Sakik utan den
Baputa-puta palo den


Tulis jawaban sanak di Komentar!
loading...

Mengenal Gejala Penyakit Wasir / Ambeien, Serta Bebera Cara Pengobatannya Secara Herbal dan Alami

stadium penyakit wasir
Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh manusia adalah wasir, atau dalam bahasa lain dikenal juga dengan nama Ambeien. Kata 'wasir' sendiri berasal dari Bahasa Arab yang juga bermakna penyakit wasir.

Umumnya, penyakit yang sangat mengganggu ini banyak menimpa orang yang menghabiskan banyak waktu lama untuk  duduk di depan meja seperti pegawai kantoran. Tentunya ambeien atau wasir akan menurunkan kinerja kita, sangat menyebelkan bukan?.

Dalam dunia  medis, ambeien adalah pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah di anus atau bibir anus.

Ambeien sendiri dikelompokkan dalam dua macam yaitu wasir internal dan eksternal. Karena beda jenisnya, gejala yang ditimbulkan juga berbeda. Pada wambeien intrnal, biasanya menderita tidak akan merasakan nyeri dan hal ini terjadi bersamaan dengan pendarahan rektum. Sebaliknya, rasa nyeri akan dirasakan oleh penderita ambeien eksternal. Pada penderita ambeien eksternal juga akan mengalami pembengkakan pada daerah anus.


Penyebab, Gejala Dan Tanda Tanda Sakit Wasir Atau Ambeien
Penyebab ambeien sebenarnya belum diketahui secara pasti oleh paramedis, tetapi berkembang isu di masyarakat bahwa ambeien disebabkan oleh beberapa hal, misalnya :

  • * Ada Penekanan aliran darah vena
  • * Bisa Juga Karena Faktor Keturunan
  • * Kurang Aktifitas dan berolahraga
  • * Memiliki Riwayat sembelit/konstipasi saat BAB
  • * Mengalam Sakit Diare Berkepanjangan
  • * Pekerjaanya Sering duduk seharian
  • * Perubahan hormon esterogen pada wanita hamil
  • * Pola makan yang Tidak Teratur ( pedas dan bersantan, minum alkohol dan soda )
  • * Sering Mengangkat Beban Berat
Beberapa Saran Untuk Penderita Wasir
Berikut ada beberap upaya dan terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati wasir secara alamiah, di antaranya : 
  • Ambillah obat penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Anda dapat mengambil tablet oral, krim oles atau supositoria anus. Pemberian gel lidah buaya (aloe vera) pada area dubur juga dapat membantu mengurangi peradangan. Alternatif lainnya, Anda dapat menggunakan obat alami berbasis daun ungu (graptophyllum pictum) untuk melawan wasir. Daun ungu adalah tanaman yang berasal dari New Guinea dan Polinesia. Saponin, alkaloid, glikosida dan zat lain yang terkandung pada daun ungu dapat menghambat peradangan wasir dan membantu proses pencernaan yang membuat tinja lunak. Efek anti-inflamasi saponin cukup kuat untuk mengatasi wasir yang parah sekalipun. 
  • Bersihkan area dubur dengan baik setiap selesai buang air besar. Anda tidak perlu menggunakan sabun karena dapat meningkatkan iritasi. Untuk mengeringkan daerah sekitar wasir, Anda bisa menggunakan tisu lembut yang biasa digunakan untuk bayi. 
  • Kurangi rasa nyeri dengan duduk dalam air hangat (sitz bath) tiga atau empat kali sehari selama 10 sampai 15 menit. Anda juga dapat menerapkan kantung es atau kompres dingin pada daerah dubur selama sekitar sepuluh menit, tiga atau empat kali sehari untuk mengurangi pembengkakan pembuluh darah. Cegah atau kurangi sembelit. 
  • wasir eksternal
  • Pilihlah makanan tinggi serat (sayuran, buah-buahan dan biji-bijian) dan perbanyak minum. Hindari teh dan kopi untuk sementara. 
Beberapa Ramuan Herbal Untuk Mengobati Wasir
Selain pengobatan melalui metode medis modern, beberapa cara dan ramuan tradisiional telah dikenal oleh leluhur kita untuk mengobati penyakit wasir. di antaranya adalah:
  • Jeruk Nipis
Akar jeruk nipis 15-20 gram dan daun ungu segar 10-15 gram.  Cara pembuatan dan pemakaian mengobati wasir secara alami. Kedua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Kemudian minum ½ gelas perhari. 
  • Daun Pegagan
Sediakan 50 gram pegagan segar berikut akarnya. Cuci bersih, rebus dalam 2 gelas selama 15 menit. Setelah dingin, kemudian disaring. Minum air rebusan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh 
  • Bayam
Ambil daun dan batang bayam duri segar secukupnya. Cuci bersih dan rebus sampai mendidih, kemudian angkat sayuran dari tempat perebusan. Uap yang keluar digunakan untuk menguapi wasir, sedangkan air rebusan yang masih hangat digunakan untuk merendam wasir. Ambil 20 gram daun duduk segar, cuci bersih, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, kemudian disaring. Minum air rebusan sekaligus. Lakukan setiap hari. 
  • Buah Makasar
Buah makasar biasa disebut juga amber merica, yaitu sejenis  adalah perdu tegak menahun yang tumbuh meliar di hutan. Tumbuhan ini pahit, dan biasa digunakan untuk obat, terutama untuk mencegah disentri, diare, dan malaria

Caranya: Ambil 7 butir buah makasar. Giling sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum sekaligus.

Tapi perlu diwaspadai agar tidak menggunakan tanaman ini dalam jumlah banyak, sebab tanaman ini mengandung racun yang menyebabkan efek samping berbahaya terhadap tubuh, seperti sesak nafas, pusing, mencret dan lain sebagainya.
  • Daun Sosor Bebek
Ambil 25 gram daun sosor bebek segar. Cuci bersih lalu rebus dengan 2 gelas hingga bersisa separuhnya. Setelah dingin, kemudian disaring. Minum air rebusan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai wasir sembuh. 
  • Kangkung
Ambil kangkung secukupnya, cuci bersih dan bubuhi dengan garam secukupnya. Lumatkan sampai halus. Bubuhkan campuran tersebut pada bagian yang sakit. 
  • Lidah Buaya
Aloe Vera atau lidah buaya dapat digunakan untuk  mengobati wasir dengan cara kapas dicelupkan ke dalam jus lidah buaya untuk membersihkan daerah anus. Cara ini dapat membantu menghentikan pendarahan dan infeksi.
  • Madu
Caranya dengan mengoleskan madu tersebut kemudian ditutup dengan perban untuk menghilangkan nyeri pada luka. Kira-kira 30 menit, nyeri pada luka akan hilang dan anda boleh membuka perban kemudian basuhlah dengan madu hangat.
  • Tape Singkong
Tape Singkong dapat anda konsumsi secara rutin 3x sehari, pilihlah tape yang sudah lembek karena tape singkong mengandung ragi, konon dapat menyehatkan pencernaan dan saluran pembuangan.
  • Pisang Ambon
Pisang Ambon, dengan cara diblender dengan tambahan satu gelas susu murni dan diminum rutin 3 x sehari selama satu minggu.
  • Daun Iler
Ambil 25 gram daun iler yang segar. Cuci sampai bersih lalu rebus dalam 2 gelas air mendidih, kira-kira selama 15 menit. Tambahkan 5 gram gula merah dan aduk rata. Setelah dingin, kemudian disaring. Minum air rebusan sekaligus.

Hindari Pantangan Penyakit Wasir
Satu lagi yang perlu anda ingat, bagi anda yang sedang menderita wasir atau gejalanya, sedapat mungkin agar tidak mengkonsumsi Makanan Makanan yang dapat membuat gejala wasir anda semakin para, di antaranya  buah Salak, Santan dan olahanya, cabe pedas, makanan Asam, berlemak, minuman soda dan beralkohol.

Semoga kita selalu diberi kesehatan oleh Yang Maha Kuasa. Amin
loading...

Wednesday, January 18, 2017

Kisah Penebang Kayu Bersama Burung Emas dan Burung Perak...

Ada seorang penebang kayu, setiap hari ke gunung mencari kayu bakar, hari demi hari berlalu, hidup dalam kesederhanaan.

Pada suatu hari, ketika penebang kayu naik ke gunung seperti biasa, ia melihat seekor burung perak yang terluka. Sekujur badan burung perak dibaluti dengan bulu berwarna perak yang gemerlap, dengan gembira sang penebang kayu berkata :

“Wah!Seumur hidup belum pernah saya melihat burung yang begitu indah!” Lalu, burung itu pun dibawa pulang olehnya, dan dengan telaten mengobati luka si burung perak.

Selama proses penyembuhan, burung perak selalu berkicau setiap hari untuk penebang kayu, sang penebang pun hidup dalam sukacita setiap hari.

Suatu hari, tetangga melihat burung perak penebang kayu, lalu memberitahu penebang kayu kalau ia pernah melihat burung emas. Burung emas jauh lebih indah ribuan kali daripada burung perak, selain itu juga kicauannya lebih merdu daripada burung perak. Mendengar itu, penebang kayu tampak merenung, ternyata ada burung emas ya!?

Sejak itu, pikiran penebang kayu hanya terpaku pada burung emas, tidak lagi mendengar kicauan burung perak yang jernih melengking, dan hari-hari yang dilewati pun semakin tidak bahagia. Suatu hari, si penebang kayu duduk di teras, memandangi mentari senja, sambil membayangkan seperti apakah indahnya burung emas itu ?

Saat itu, burung perak mulai sembuh dari lukanya, dan berencana hendak pergi. Burung perak terbang rendah menghampiri penebang kayu, lalu berkicau menyanyikan lagu terakhir untuk penebang kayu.

Usai mendengar kicauan burung perak, penebang kayu berkata dengan nada kecewa :

“Meskipun suaramu bagus, tapi tidak bisa dibandingkan dengan burung emas ; Mekipun bulu kamu indah, tapi tak seindah burung emas.”

Seusai bernyanyi, burung perak pamit sambil berputar tiga lingkaran di sisi penebang kayu, terbang menuju ke arah mentari senja.

Penebang kayu memandangi burung perak yang terbang menjauh, tiba-tiba ia melihat burung perak itu berubah menjadi burung emas yang indah di bawah temarat cahaya mentari senja!Ternyata burung emas yang dilihat tetangganya itu adalah burung perak di bawah pancaran sinar mentari senja! Burung emas yang diimpikannya itu ada di sana, tapi burung emas itu telah terbang jauh, jauh, semakin jauh, dan tidak akan pernah kembali lagi.

Orang-orang dekat Anda yang selalu memberikan perhatian untuk Anda itu mungkin adalah isteri, suami, teman, bawahan Anda dan sebagainya. Mungkin karena sudah lama selalu bersama, Anda telah melupakan kehadirannya, bahkan sudah menjadi biasa, atau bahkan seperti sang penebang kayu, ingin mencari seekor burung emas yang lebih bagus daripada burung perak.

Namun, ketika burung perak terbang menjauh, baru Anda sadari ternyata burung emas itu adalah burung perak yang setiap hari selalu berada di sisi anda.

Syukuri semua yang sudah Anda miliki, mudah-mudahan Anda tidak akan mengalami nasib seperti penebang kayu yang akhirnya menjadi penyesalan sepanjang hidupnya. 
loading...

Tuesday, January 17, 2017

Tips Menguatkan Hafalan... Amalkan Ilmu Yang Sudah Didapat...

Hafalan bagi penuntut ilmu sangat dibutuhkan. Ilmu di dalam hati tentu lebih baik dari ilmu dalam kitab.

Dengan hafalan Al Qur'an atau hadits, seorang penuntut ilmu dapat mengambil faedah di mana pun ia berada tanpa mesti memikul banyak kitab.

Di antara cara yang paling bagus untuk menguatkan hafalan adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah dihafal.

 Sufyan Ats Tsauri berkata,
"Ilmu semakin kuat di benak jika diamalkan. Jika tidak, ilmu itu lambat laun akan hilang".

 Asy Sya'bi dan Waqi' berkata,
"Kami dimudahkan menghafalkan hadits dengan mengamalkannya".

Sebagian Ulama salaf mengatakan,
"Barangsiapa mengamalkan 1/10 dari ilmu yang ia ketahui, Allah akan mengajarkan apa yang ia tidak tahu".

Waqi' berkata,
"Jika engkau ingin mengamalkan hadits, maka amalkanlah".

Kenapa para Ulama menganjurkan seperti itu?

Karena mengamalkan ilmu lebih mengokohkan hafalan.

Lebih dari itu, mengamalkan ilmu akan semakin mendapat taufik oleh Allah pada ilmu lainnya, juga mengamalkannya semakin menolongnya membedakan antara yang benar dan yang keliru.

Allah Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (membedakan antara yang hak dan batil)". (QS. Al Anfal: 29)

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
"Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya". (QS. Muhammad: 17)

Semoga Allah memudahkan kita dalam menuntut ilmu, amal dan dakwah.

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber:
Nasho-ihu Manhajiyyah lii Tholabi 'Ilmis Sunnah An Nabawiyah, karya Syaikh Syarif Hatim bin 'Arif Al 'Auni, hal. 75-76.
loading...

'Discount' Dalam Beramal

Jika jiwamu dalam kondisi berat melakukan ketaatan dan amal shaleh, maka berikanlah ia discount.

Jika ia sedang berat melakukan shalat malam, minimal niatnya tetap terpasang menjelang tidur. Maka engkau tidur dalam niat kebaikan. "Sesungguhnya setiap amal tergantung dengan niat...." (HR Bukhari Muslim dari Umar bin Khattab)

Jika ia belenggu tanganmu tuk bersedekah, minimal ia menahannya dari berbuat zhalim kepada orang lain. "Seorang muslim itu adalah yang orang lain selamat dari tangan dan lidahnya...." (HR Ahmad dari Abu Hurairah dishahihkan Albany)

Jika engkau tidak menyibukkan lidahmu berdzikir, minimal tahanlah ia dari ghibah. "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik, atau diam...." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Jika engkau tak menjadi matahari yang bersinar terang, menerangi banyak orang untuk kebaikan, minimal engkau menjadi bulan purnama, tetap bercahaya karena dapat cahaya dan petunjuk dari orang lain. "Jadilah engkau orang 'alim, atau orang yang belajar, atau orang mendengarkannya, atau orang yang mencintainya. Janganlah engkau menjadi orang yang kelima, niscaya engkau akan celaka..." (HR Baihaqi, Al Bazzar dan Ath Tabrani)

Jika engkau tak mampu menjadi Abu Ubaidah yang kuat menumpas kemusyrikan dan kekafiran walaupun kepada ayahnya sendiri, minimal jangan menjadi ayahnya Abu Ubaidah yang mati dalam keadaan syirik dan kafir kepada Allah.

Jika engkau tak sanggup menjadi Mush’ab bin Umair yang istiqamah di jalan Allah sampai mati syahid, minimal jangan menjadi saudara kandungnya, yang hidup dalam kekafiran.

Jika engkau tak mampu menjadi orang sekaliber Abu Bakar dan Umar yang hidup mendampingi Rasulullah dan wafat juga mendampingi Rasulullah, minimal engkau sekelas seorang wanita tukang sapu Masjid Nabawi. Walaupun hanya tukang sapu masjid, tapi saat dia wafat dan Rasulullah saw tidak mengetahuinya, namun setelah itu Rasulullah saw mendatangi kuburannya dan melakukan shalat ghaib untuknya.

"Setiap amal shaleh ada puncaknya. Dan setiap puncak ada turunnya. Maka barang siapa yang menurunnya ke arah amalan sunnahku, sungguh dia beruntung. Dan barang siapa yang menurunnya ke arah selain itu sungguh dia telah celaka". (Hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban dari Abdullah bin Amr).

Wallahu A'lam.
Disadur dari tulisan Ustads Irsyad

loading...