Wednesday, September 9, 2015

[Link Download E-Book]: Buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter PDF *Doc Free

Inilah salah satu buku yang paling banyak diperbincangkan publik di tanah air dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, beberapa buku yang mengundang kontroversial juga pernah beredar, misalnya buku Saatnya Aku Belajar Pacaran.

Kali ini, buku yang kontroversial itu berjudul Buku Program Jakarta Berkarakter. Buku terbitan Yayasan Al Kahfi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jakarta itu dinilai memuat ajaran tentang ateisme. Tak ayal, kegaduhan soal buku ini menghiasi lini masa media sosial.

Bagaimana sebenarnya isi buku ini? Bab I dibuka dengan pengantar yang menyatakan keimanan yang tinggi terhadap Tuhan akan membuat seorang manusia senantiasa menaati segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangannya.

Akan tetapi, perilaku sebagian pelajar dinilai tidak mengarah pada hal positif dan justru mengarah pada kemunduran bangsa. Perilaku itu seperti tawuran, pergaulan bebas, maupun penggunaan narkotika.

Buku itu kemudian membahas tentang teori-teori yang menentang keyakinan tentang adanya Tuhan, seperti dari Sigmund Freud. Ini beberapa poin yang menjadi kontroversi:

  • Tidak ada campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Semua kejadian di alam dinilai hanyalah mekanisme alam biasa dan manusia dapat turut campur di dalamnya.
  • Tuhan bukanlah pencipta makhluk hidup dan penentu keanekaragaman spesies. Adanya makhluk hidup diyakini terbentuk melalui mekanisme evolusi dan seleksi alam dari materi primitif hingga menjadi makhluk yang sempurna.
  • Agama dinilai merupakan ekspresi keputusasaan jiwa manusia saat tidak bisa menghadapi kerasnya kehidupan. Tuhan juga dinilai hasil ilusi manusia akibat tekanan jiwanya.
  • Agama dianggap hanya membawa manusia pada penderitaan hidup karena dinilai mengakibatkan peperangan dan terorisme.

Klarifikasi dari Penerbit & Pemda Jakarta
Yayasan Al Kahfi — penerbit yang bekerja sama dengan Pemerintah Jakarta menerbitkan buku ini — mengatakan bahwa bagian terkait dengan ateisme hanya untuk memaparkan teori yang bertentangan dengan keberadaan Tuhan.

salah satu capture buku yang banyak dishare
"Salah satu dari tujuan penulisan buku tersebut tertulis di modul tersebut 'jika generasi muslim dapat menjawab pandangan ilmuwan (barat) tersebut, maka akan muncul keimanan yang semakin kuat karena dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang kuat," demikian pernyataan Yayasan Al Kahfi dalam keterangan pers yang dikirimkan ke media sebagaimana dikutip dari Rappler.com.

"Hal ini akan berefek pada kecintaan kepada Tuhan yang semakin tinggi." imbuhnya.

Jadi, sebenarnya kegaduhan dan kontroversi ini bermula dari sebagian  orang yang memposting potongan capture buku yang dianggap kontroversial, sayangnya tidak disertai keseluruhan buku secara lengkap sehingga menimbulkan salah pemahaman.

Penerbit ini berencana akan menuntut orang yang menyebarkan gambar isi buku tersebut dengan tidak utuh, karena dinilai melakukannya hanya untuk memprovokasi.

Dinas Pendidikan Jakarta juga ikut mengklarifikasi. Buku itu menurut mereka bertujuan untuk mencegah tawuran dan deradikalisasi.

Mengenai isi buku, Kepala Dinas menegaskan seluruh isi buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter tidak bertentangan dengan ajaran agama.

"Yang menyebarkan foto-fotonya itu hanya mengambil bagian yang sepotong-potong," kata Kepala Dinas.

"Baca buku kan tidak bisa seperti itu karena di bagian belakang foto yang disebarkan itu ada penjelasannya. Harusnya itu juga disebarkan dong."

Seiring populernya buku ini, banyak yang mencari link download ebook format PDF buku ini karena dinilai praktis dibaca. Biasanya, kata kunci yang sering dimasukkan di mesin pencari (search engine) adalah 'download ebook pdf gratis buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter" atau juga semisal seperti judul yang ada pada postingan ini.


loading...

1 comment:

  1. Min cara buat download e-book nya ini gimana ya?

    ReplyDelete

Artikel ini belum lengkap tanpa komentar anda!
Silahkan berkomentar yang santun dan cerdas, tidak menghina, tidak memaki dan tidak menyebar kebencian. Terima kasih